Berlari Untuk Pendidikan 44 Anak SOS Children’s Villages Indonesia

Beberapa waktu lalu di twitter dan facebook saya posting foto seperti dibawah ini

sos

Senang karena ada beberapa teman merespon secara personal, ada yang mencari tau sendiri, ada juga yang bertanya, ini apaan?

#RunToCare merupakan kolaborasi dari 44 orang pelari, laki-laki dan perempuan di Bali Marathon 2016 dengan satu tujuan yang sama, yaitu untuk mendukung kelanjutan pendidikan anak-anak dibawah asuhan SOS Children’s Villages Indonesia. Setiap kilometer yang ditempuh oleh 44 orang tersebut berisi perjuangan kami agar mereka mendapatkan pendidikan yang layak.

Kenapa 44? Kenapa tidak lebih banyak? Bukannya lebih banyak yang berpartisipasi, akan lebih bagus untuk anak-anak itu?

Jadi sebenarnya#RunToCare ini salah satu kegiatan dalam rangkaian perayaan 44 tahun SOS Children’s Villages Indonesia yang dimulai sejak 1 Agustus  sampai 3 September 2016. Itu kenapa 44 orang pelari yang diajak untuk kolaborasi.

Bergabung bersama komunitas OBLER (oneng blarian) sejak 3 bulan lalu, membuat saya beruntung bisa bergabung di kegiatan ini. Jadi punya cerita lebih, tidak hanya sekedar pecah telor untuk ikutan Half Marathon di salah satu ajang lari tingkat internasional.

sos Children’s Villages Indonesia

bareng teman-teman OBLER

bareng teman-teman OBLER

Lebih Jauh Mengenai  SOS Children’s Villages

SOS Children’s Villages Indonesia merupakan organisasi non-profit yang bergerak untuk memperjuangkan hak-hak dasar anak khususnya dalam pengasuhan. Berdiri sejak 1949, SOS Children’s Villages kini ada di 134 negara termasuk Indonesia. Bagi anak-anak yang telah kehilangan pengasuhan, SOS Children’s Villages Indonesia memberikan pengasuhan alternatif berbasis keluarga di delapan Desa Anak (Children’s Villages) meliputi Lembang, Jakarta, Bali, Flores, Semarang, Banda Aceh, Meulaboh, dan Medan. Lebih dari 1200 anak diasuh di delapan village tersebut.  Mau tau lebih banyak bisa langsung ke sini ya  www.sos.or.id.

Bersyukur ada di lingkaran orang-orang hebat dan peduli sesama, menjadikan saya lebih peka lagi dan tidak hanya mementingkan diri sendiri atau orang terdekat. Bahwa masih banyak diluar sana yang membutuhkan bantuan. Bahwa banyak cara yang bisa kita lakukan untuk membantu, salah satunya dengan berlari.

Kalau boleh saya cerita sedikit, untuk bisa mencapai ke tahap ini tidaklah mudah untuk seorang saya yang hanya hobi bergerak tanpa tujuan. Sejak Juni 2016 rutin ikut latihan bareng OBLER, latihan yang cukup berat, menguras tenaga, bikin badan remuk gak karuan. Kemudian pas hari H nangis karena di KM.18 kaki kram parah sedangkan medis gak keliatan, temen2 obler juga gak kelihatan, berasa anak ilang :lol:, di KM.20 kaki udah gak mau diajak gerak “terus ini gimanaaaaaa tinggal dikit lagi 😆 ” tapi semua terbayar ketika digaris finish saya melihat bendera OBLER dipegang oleh teman-teman, dan juga bendera SOS.. Semua sakit dan air mata terbayar sudah. Semoga apa yang kami lakukan ini bermanfaat dan semoga mengetuk pintu hati teman-teman semua untuk melakukan hal yang sama; membantu sesama.

OBLER ALILILILILILILILI......

OBLER ALILILILILILILI...

OBLER ALILILILILILILI…

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s