Kamu Blogger Abal-Abal? Saya Sih Bukan

Beberapa waktu yang lalu ketika baru buka Facebook, sekilas membaca status (lupa siapa) yang menyebutkan mengenai Blogger abal-abal. Lupa juga status lengkapnya seperti apa karena keburu terdistraksi dengan kerjaan terus ketika balik ke Facebook lagi, males nyari itu status apa dan siapa :lol:, saya hanya fokus ke kalimat Blogger abal-abal.

Akhirnya iseng bikin status di Facebook tanpa tendensi apa-apa, yang bunyinya seperti ini

Blogger abal-abal

Komentar yang muncul bermacam-macam, ada yang serius, ada yang lucu, ada yang diluar konteks ada juga yang balik nanya, ada juga yang kepo dan akhirnya searching ๐Ÿ˜ kurang-kurangi2 cyn :lol:.

Jadi apakah Blogger abal-abal itu? Saya iseng buka KBBI mengenai abal-abal namun tidak ketemu :(, akhirnya cari di kitab gaul dan kamus slang, akhirnya mendapatkan kesimpulan bahwa definisi abal-abal adalah palsu, tiruan, tidak jelas. Biasa digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang tidak berkualitas.

Berdasarkan definisi diatas kalau digabungkan berarti Blogger abal-abal adalah seseorang yang mempunyai blog namun tidak berkualitas, palsu, tiruan, tidak jelas. NAH LHO KOK GITU :l

Jadi begini lho adik-adik, mas, mbak, pak, bu, om, tante..

Semua orang yang punya blog ya blogger – pamantyo

Saya selalu merujuk ke kalimat seorang blogger lawas (baca; senior) ย setiap kali membahas mengenai apa, siapa, kenapa blogger. Karena apa? Karena buat saya sangat masuk akal dan simple aja gitu. Mengenai update blog yang setahun sekali, menurut saya itu persoalan lain karena tujuan orang bikin blog pasti berbeda.

Gimana dengan blogger yang isi blognya jualan aja atau pesanan aja atau kopi paste aja dsbnya dsbnya, menurut saya mereka tetap blogger karena mungkin tujuannya bikin blog ya memang untuk itu.

Bedanya dengan online shopping yang juallan bikin diblog gimana? Nah ini, saya bingung ๐Ÿ˜†

Intinya janganlah ada pengkotak-kotakan mengenai blogger, jangan dibikin rumit walaupun hanya istilah ya, bikin sedih. Mau isi blognya apa juga, yasudah too itu hak mereka lho, menurut saya kita tidak punya hak untuk judging.ย 

Saya pernah berpikir bahwa, kenapa yaa blogger sekarang seperti ini, semacam ada GAP dan LEVEL, pengen seperti dulu yang semua blogger itu guyub, akur, saling bantu, kekeluargaan erat dsbnya. Tapi akhirnya saya sadar, waktu sudah berjalan jauh dan semuanya sudah berbeda dari segi tujuan, niat dan maksud bikin blog, yangย kesemuanya itu ya sah-sah aja. Kalau belum bisa guyub, akur, kekeluargaan erat mungkin karena belum ketemu chemistry, belum ketemu waktu yang pas untuk membahas persoalan tersebut, belum ada waktu untuk membalas postingan dengan postingan dsbnya karena kegiatan yang sangat memakan waktu.

Cuma janganlah ada pengkotak-kotakan mengenai blogger, jangan dibikin rumit (2). Kalau boleh diibaratkan, Blogger itu seperti Bhinneka Tunggal Ika, beda-beda tapi sama; kita blogger. Perbedaan selalu dan akan ada, tapi bukan berarti kemudian saling musuhan terus ada GAP, terus bikin LEVEL, terus merasa SENIOR dsbnya, udah pada gede-gede euy, ndak pantes hihihihihi ETAPI kalo memang mau bikin istilah seperti itu atau istilah lain yang ruwet ya monggo lhooo ๐Ÿ˜†

Saya sih bukan Blogger abal-abal, walaupun tulisannya kadang belum bisa urut dan nyaman untuk dibaca.. Kalau kamu?

Advertisements

21 thoughts on “Kamu Blogger Abal-Abal? Saya Sih Bukan

  1. Natalia says:

    Saya juga blogger, tapi bukan full time blogger. Lalu aku bikin istilah sendiri “somewhat blogger”, kalau diterjemahkan mungkin jadi “semacam blogger”, hahaha… Ini sih sebenarnya mau bilang kalau aku kadang-kadang ngeblog, kadang-kadang nggak.. xD Ruwet ya … #duhmaap

    • nunik99 says:

      ahahahaha selo banget sampe bikin istilah sendiri… aku juga sebenarnya jarang banget update, kecuali kalo memang pas ada waktunya dan itu bisa 2-3 tulisan jadi, setelahnya kosong lagi ๐Ÿ˜†

      tapi aku senang ada di jaman yang pamantyo masih gampang untuk ditemui, diskusinya selalu menyenangkan & masuk akal

  2. Dita says:

    bener banget mba Nunik, dunia blogger sekarang itu keras bangeeet…semacam ada GAP dan LEVEL, trus kayaknya pada sikut2an gitu, gak shantay, akuh takuuuuut T_T

  3. Kimi says:

    Aku gak pernah ngerti yang soal beginian. Pentingnya apa coba ya pengkotak-kotakkan begini? Bagiku ya ngeblog ya ngeblog aja. Aku punya blog, so I can call myself blogger. Yang penting bagiku aku bisa rajin update dan ngasih tulisan yang bermanfaat buat orang lain. Udah sih, itu aja udah cukup buatku.

    Seandainya gak suka dengan suatu blog, ya gak usah dibaca. Move on. Cari blog lain yang kita suka. Simpel kan? ๐Ÿ˜€

  4. Mutia Nurul Rahmah says:

    iyaa mba. makin ada GAP semuaaanya baik blogger,pengguna IG, hits ga hits

    sampai ada isitilah..
    kami ni apalah,remah-remah biskuit…sarok-sarok kuaci…

    harusnya ga gitu…
    terakhir ya jadinya di circle masing2 aja…

    tida asyik

    • nunik99 says:

      ahahahahahha aku tuh ya kadang gemez kalo ada yang sering bilang remah biskuit dll dll, bok kenapa gak bangga sih jadi blogger karena ndak semua orang bisa nulis lho, kenapa ndak percaya sama kebisaan diri sendiri, jadi pengen slepet ๐Ÿ˜†

      circle masing2, itu yang bikin sedih,,

  5. Dian Rustya says:

    Kalau aku, “blogger apapun apakah” (baca: blogger gak jelas) ๐Ÿ˜†

    Tapi aku ini termasuk pembaca setia blog mbak Nunik lho. Enak dibaca

  6. kicauasmar says:

    ๐Ÿ˜€ .. ๐Ÿ˜€ … ๐Ÿ˜€
    kok aku bangeeet gitu ya.. mbak nunik…

    aku punya alasan sih… mati suri ide untuk posting … hahahaaha … klasiiiiiik
    mau bilang sibuk.. kok ngga tega ๐Ÿ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s