Piknik Sehat Bersama Sunpride ke Sindangbarang

Beberapa waktu lalu saya dan beberapa teman diajak piknik oleh Sunpride; pastinya sudah sangat familiar dengan salah satu produsen buah asli Indonesia ini yaa dan Saya adalah salah satu konsumen setia. Awalnya saya tidak tau kalau Sunpride itu merk buah lokal, yang saya tau buah-buah merk Sunpride itu selalu segar dan manis, pokoknya gak pernah salah deh. Apalagi ketika Sunpride mengeluarkan kemasan pisang ‘single’ yang bertebaran di 7Eleven, makin jadilah :lol:.

sunpride

Pisang merupakan buah favorite, selain harganya murah dan gampang banget ditemukan, manfaat pisang itu sangat banyak, apalagi untuk saya yang sejak Januari 2016 rutin gym. Selain itu, pisang sementara ini masih jadi satu-satunya buah yang bisa saya makan ketika ada jadwal gym jam 6 pagi :lol:. Bayangin aja bangun jam 4 pagi untuk siap gym, terus jam 5 pagi udah harus sarapan, kan bikin muntaah 😆 sedangkan kalau gak makan nanti gak ada tenaga. Pernah coba makan apel tapi kurang nampol, akhirnya setia sama pisang di pagi hari.

Dan selalu menyenangkan setiap berkegiatan dengan Sunpride karena buah berlimpah! Ada apel, pisang, pepaya yang sudah dipotong-potong. Saya dan mbak wiwik ngemil pisang dan pepayanya, kenyang!

Kenapa Sindangbarang?

Kampung Budaya Sindangbarang didirikan oleh masyarakat Adat Sindangbarang untuk melestarikan kebudayaan Sunda agar tidak punah dan diketahui oleh generasi sekarang. Dan sebagai Produk Indonesia dan sebagai masyarakat Indonesia, Sunpride mengajak kami untuk bersama-sama mengetahui sejarah negeri sendiri dan ikut melestarikannya. Itulah tujuan kenapa dipilih Sindangbarang sebagai lokasi piknik.

Sindangbarang

Sindangbarang

Makan buah saja tidak cukup untuk menjadikan tubuh sehat, tapi badan juga harus dikasih kesempatan untuk rileks dan menikmati oksigen murni yang disediakan alam Sindangbarang. Ini tujuan lain diadakannya #Piknikfruitaholic beberapa waktu lalu

Mbak Luthfiany Azwawie, Marketing and Communication Sunpride sharing banyak hal mengenai Sunpride. Bagaimana komitmen mereka untuk selalu menjaga kualitas dan keamanan semua produk keluaran Sunpride hingga sampai di tangan konsumen. Bagaimana mereka berpacu dengan waktu setiap panen pisang. Saya baru tau kalau umur pisang dari awal dipetik sampai distribusi itu harus kurang dari 2 minggu, karena pisang matang dengan cepat, beda dengan buah-buah yang lain. Dari Mbak Luthfi saya jadi tau kalao Sunpride secara berkala kirim sampel ke Sucofindo untuk test residu pestisida, tracking logam berat dan bakteri berbahaya lain. Jangan sampai buah yang didistribusikan itu tidak layak konsumsi.

Komitmen Sunpride ini melingkupi semuanya, termasuk di setiap box yang akan didistribusi, ada kode yang tertera, untuk mengetahui kapan buah tersebut dipanen, dari kebun yang mana, dan packingnya di mana. Incase ada complain dan harus ditarik, pelacakan bisa dilakukan dengan mudah. Karena dibalik setiap buah yang ada logo Sunpride terdapat tanggungjawab yang sangat besar dan berat, jadi semuanya ditangani dengan serius, penuh perhitungan dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Jadi semakin bangga dengan produk yang saya konsumsi sehari-hari ini 🙂

Jadi Ngapain Aja di Sindangbarang?

Banyak hal yang bisa dilakukan di sana. Dari belajar tarian sunda, belajar bermain gamelan dan angklung yang semuanya itu diajarkan secara gratis. Tapi ini hal seru yang kami lakukan di sana

  1. Mengenal kehidupan Sindangbarang dan Sejarahnya

Edukasi sejarah adalah hal penting yang harus disampaikan kepada setiap pengunjung karena memang itu merupakan salah satu tujuan besar didirikannya perkampungan budaya ini. Pak Ukad, seorang tetua yang dihormati di sana menceritakan bahwa Kampung Budaya Sindangbarang didirikan oleh masyarakat adat di sana begitu pula untuk biaya perawatannya.

Di area Kampung Budaya Sindangbarang terdapat semacam cottage berbentuk rumah adat sunda yang disewakan. Tamu bisa merasakan suasana alam pedesaan Sindangbarang beserta keramahan masyarakatnya, selain itu kalau beruntung pas menginap di sana sedang musim tanam padi, tamu bisa ikut serta turun ke sawah menanam padi. Atau ikut menumbuk padi di Saung yang disediakan, memasak menggunakan Hawu (kompor tradisional Sunda)

Tamu yang datang berkunjung akan menemui suasana para ibu-ibu yang sedang menumbug padi di saung lisung, memasak yang masih menggunakan kayu bakar dan Hawu (sebuah kompor tradisional sunda), melihat para petani yang sedang bercocok tanam, belajar kesenian tradisional dan lain sebagainya. Semuanya Gratis!

2. Mengunjungi Situs bersejarah

Sindangbarang memiliki banyak sekali situs peninggalan bersejarah tapi kemarin kami hanya mengunjungi dua lokasi saja yaitu Batu karut dan dan Batu Kursi. Perjalanan menuju ke sana seru banget soalnya diajak hiking! 😆 Untung bawa sandal gunung soalnya karena info kegiatannya kemarin itu minim jadi untuk amannya bawa sandal gunung 😆

Rutenya lumayan menanjak dan bikin berkeringat parah, kalau yang gak terbiasa yaa lumayan bikin napas tersengal-sengal 😆 Tapi karena dasarnya saya ini suka hiking jadi sangat menikmati. Perjalanan hingga sampai ke Batu Karut juga tidak lama, sekitar 15 menit.

Batu Karut, Sindangbarang

Batu Karut, Sindangbarang

Batu Karut merupakan batu besar peninggalan sejarah, menurut pak Ukad belum jelas batu itu adalah batu alam atau buatan manusia, yang jelas masyarakat sana sangat menjaga keberadaan batu tersebut.

Setelah itu perjalanan berlanjut ke Batu Kursi. Tidak menyangka bahwa situs ini berada di halaman rumah salah tau warga. Awalnya bingung, kenapa pak Ukad malah berhenti di satu rumah ya? Mau menyapa atau gimana? Kan pintunya tertutup paaaaaak :lol:. Ternyata beliau meminta ijin kepada empunya rumah untuk kita melihat-lihat batu ini.

Batu Kursi, Sindang Barang

Batu Kursi, Sindang Barang

Bentuknya mirip kursi panjang untuk leyeh-leyeh. Salut bahwa ketika rumah warga tersebut dibangun, Batu Kursi ini tidak dipindahkan.

3. Menangkap Ikan

Sebenarnya ini tidak ada dalam ahenda piknik tapi karena bukan musim tanam, dan padinya udah besar jadi gak mungkin kan dicabut terus ditanami lagi :lol:. Ini juga gak semuanya mau turun, iiissshhh 😆

Ini nih harusnya ada ekspresi yang lebih bagus lagi, ah! :lol:

Ini nih harusnya ada ekspresi yang lebih bagus lagi, ah! 😆

Kalo ini pas adi dikasih kejutan ulang tahun, diceplokin telur :lol:

Kalo ini pas adi dikasih kejutan ulang tahun, diceplokin telur 😆

Awalnya saya juga ragu untuk ikutan, soalnya takut kakinya luka 😆 yaamana tau kan diantara lumpur-lumpur itu ada kaya atau apalah gitu, tapi karena penasaran jadinya ikut turun :lol:. ASTAGAAAAAAAAAA seru banget! Itu ikan bukannya ditangkap tapi saya malah teriak-teriak karena ada ikan yang lewat di kaki 😆 😆 😆 Tapi akhirnya berhasil kok nangkep ikannya hihihihihi

4. Membuat Waroge/Bebegik

Bahasa Indonesianya itu orang-orangan sawah. Yang dibikin ini versi mini. Bikinnya pakai jerami dan gampang-gampang susah, tapi saya takjub dengan filosofi yang ada dibalik pembuatan orang-orangan sawah yang disampaikan pak Ukad. Begini bunyinya: Jadi orang itu jangan seperti waroge yang kerjanya hanya diam saja dan tidak melakukan apa-apa. Jadi orang itu harus kerja keras dan kreatif. Nampol Abeeessss

Warogenya gurih ya :lol:

Warogenya gurih ya 😆

5. Foto – foto

Ini adalah acara wajib yang harus dilakukan 😆 Dari pose genit, pose suka-suka, pose melayang di udara sampe foto keluarga :lol:.

sunpride sunpride sunpride sunpride

Udara di Kampung Budaya Sindangbarang ini sejuk banget, jauh dari polusi. Selama beberapa jam paru-paru terisi oleh oksigen murni. Pengen rasanya berlama-lama di sana sekedar mendengar suara alam tapi apa daya karena waktu sudah semakin sore, kami harus pulang.

Pulang pun tidak dengan tangan kosong, saya dan rombongan membawa pulang berbagai macam buah Sunpride banyak bangeeeeet, belum lagi ada produk dan voucher dari Rejuve.

Terima kasih Sunpride untuk jalan-jalannya. Tidak menyangka kalau jarak 2 jam dari Jakarta ada lokasi yang sangat indah sekali dan penuh dengan cerita sejarah. Terima kasih juga untuk foto-foto ciamiknya mas Romli, sering-sering ikutan piknik bareng ya 😆

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s