Cerita Dibalik Keberadaan Monumen Kapal Selam, Surabaya

Menjelajahi Surabaya itu selalu menyenangkan, apalagi kalau jalan kaki menyusuri jembatan di tengah kota dan melihat air kali yang sangat bersih dan tidak mengeluarkan aroma. Sangat berbeda jika dibandingkan dengan Jakarta, walaupun sekarang sudah ada beberapa bantaran kali yang dibersihkan sehingga indah untuk dipandang tapi tetep lebih menyenangkan Surabaya * lah 😆

Salah satu tujuan wisata yang tidak terduga untuk saya adalah Monumen Kapal Selam yang letaknya pinggiran Kalimas, Surabaya. Tidak menyangka kalau kapal selam yang dijadikan monumen ini ada di daratan. Bagaimana bisa? Begini ceritanya (berdasarkan rangkuman dari beberapa sumber)

KRI Pasopati 401

KRI Pasopati 401. Gagah yaaaaa

Kapal selam yang dijadikan monumen di pinggiran Kalimas merupakan satu dari 12 kapal selam milik Indonesia tahun 1962; KRI Pasopati 401. Buatan Uni Soviet yang kala itu mempunyai reputasi sangat baik. KRI Pasopati sendiri merupakan kapal selam jenis “W” atau Whiskey Class yang oleh Soviet  hanya dijual ke negara-negara sahabat termasuk Indonesia.

Selama 28 tahun bertugas (1962-1990) KRI Pasopati 401 telah terlibat dalam beberapa operasi penting. Diantaranya Operasi Alugoro (di laut Aru) ke Irian Jaya pada tanggal 28 Juli 1962 yang merupakan bagian dari Operasi Trikora untuk mengembalikan wilayah Irian Barat ke NKRI. Ini adalah pertama kalinya KRI Pasopati 401 bertugas. Operasi lainnya di Timor Timur, Selat Malaka, Laut Cina Selatan, dan Samudera Hindia

KRI Pasopati dilengkapi 4 buah peluncur torpedo dibagian depan dan 2 buah peluncur torpedo dibagian belakang. Kapal selam ini bisa mengangkut 12 buah torpedo dan mengangkut 63 awak kapal. Selain itu KRI Pasopati mampu menyelam hingga kedalaman 250-300 meter di bawah permukaan laut. Sedangkan untuk kedalaman normal adalah 170-200 meter. Bisa dibayangkan pada waktu itu kekuatan laut Indonesia begitu kuat yaa. BANGGA!

dari ukuran ruang torpedonya, silakan dibayangkan seberapa besar torpedo yang dibawa oleh KRI Pasopati ini :lol:

dari ukuran ruang torpedonya, silakan dibayangkan seberapa besar torpedo yang dibawa oleh KRI Pasopati ini 😆

Berikut beberapa ruangan yang terdapat di dalam KRI Pasopati 401

  • Ruang torpedo yang di lengkapi dengan 4 peluncur torpedo
  • Ruang periskop yang juga berfunsi sebagai Pusat Informasi tempur
  • Ruang Tinggal Perwira
  • Ruang ABK (Anak Buah Kapal)
  • Ruang torpedo buritan
  • Ruang listrik
  • Ruang diesel
Ruang tidur abk

salah satu ruangan dalam KRI Pasopati 401

Tempat tidur ABK

Tempat tidur ABK

nyoba ngintip di periskop tapi matanye merem :lol: takut kalo mendadak melihat "sesuatu" :lol:

nyoba ngintip di periskop tapi matanye merem 😆 takut kalo mendadak melihat “sesuatu” 😆

Karena sudah sering nonton film yang adegannya dilakukan di dalam kapal selam, saya tidak kaget ketika masuk ke dalam Pasopati, bisa dibilang semuanya serba sempit dan tidak ada ruangan yang dibiarkan kosong. Penghubung satu ruangan dengan ruangan lain hanya bisa dilalui oleh satu orang dan bentuknya bulat, kebayang gak ketika situasi darurat para awak kapal harus sangat berhati-hati melangkah biar tidak bersenggolan dan tidak menyenggol barang disekitar plus tidak pencet tombol yang tidak seharusnya ditekan.

Biaya untuk masuk ke Monumen Kapal Selam (monkasel) ini sangatlah murah, 10.000 perorang. Dan sebaiknya berkunjung ke sana siang atau sore biar bisa ditemani oleh pemandu dan bisa melihat video singkat perjalanan dari KRI Pasopati. Sayangnya pada saat berkunjung ke sana, hari sudah malam sehingga tidak bertemu dengan pemandu, walaupun tidak mengurangi rasa bangga terhadap Indonesia.

Monkasel  diresmikan 27 Juni 1998 untuk memperingati keberanian para pahlawan Indonesia. Dan untuk bawa kapal selam ke kota Surabaya bukan dengan cara mengangkut bulat-bulat 😆 melainkan dipotong menjadi 16 bagian, kemudian dibawa ke area monkasel dan dirakit menjadi bentuk semula.  Konon monkasel ini digadang-gadang merupakan monumen kapal selam terbesar di kawasan Asia.

monkasel

Salah satu tempat wisata yang sangat cocok untuk keluarga karena begitu banyak pengetahuan yang bisa kita dapat dari sana. Nanti kalau ke Surabaya lagi, pengen mampir ke sana karena masih penasaran pengen lihat video pendek mengenai perjalanan KRI Pasopati :).

Oiya di sekitar monkasel ada beberapa warung yang menjual cemilan dan minuman, jadi tidak perlu kawatir kehausan. Kemudian di sana juga ada toliet yang dirawat dengan baik, sehingga nyaman digunakan.

Alamat Monkasel

  • Pinggiran Kalimas, sebelah Plaza Surabaya yaitu berada di Jalan Pemuda No 39

Biaya masuk dan jam buka

  • Harga tiket: 10.000/orang
  • Senin – jumat buka jam 08.00 – 20.00; Sabtu – Minggu buka jam 08.00 – 21.00

 

Advertisements

4 thoughts on “Cerita Dibalik Keberadaan Monumen Kapal Selam, Surabaya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s