Berita Baik Mengenai Perkembangan Pertanian di Indonesia

Cerita mengenai betapa kayanya alam Indonesia tentu sudah sering didengar bahkan dari kecil hingga serupa dongeng wajib yang harus dilafalkan kepada setiap anak-anak. Begitu juga dengan beragam hasil bumi yang digadang melimpah di mana-mana. Tanah di Indonesia itu konon merupakan lahan subur dan memiliki iklim hangat yang situasinya sangat pas untuk bercocok tanam. Istilahnya sih, apa saja yang ditanam bisa tumbuh subur dan berkembang memuaskan.

Padi siap panen di SUbang

Padi siap panen di Subang

Namun bagaimana kehidupan dan nasib orang-orang yang berada dibalik itu; bagaimana kisah perjuangan mereka menghasilkan segenggam padi hingga sampai bisa dikonsumsi ternyata sangat jarang jadi diketahui. Kalaupun mendapat sorotan, pasti hal-hal buruk tentang ketidaktersediaan; ketidakmampuan Indonesia terhadap stok beras meski memiliki lahan sawah luas. Mungkin karena terlalu sering mendengar kabar buruk, kita jadi sedikit menolak adanya perkembangan ke arah yang lebih baik di sii hasil bumi.

Kementrian Pertanian dan Tanggung Jawab yang Diemban

Petani merupakan pihak yang bertanggung jawab untuk menyemai benih dan merawatnya hingga tumbuh serta bisa dipanen. Tapi siapa yang bertanggung jawab untuk mendukung kesejahteraan hidup dan pekerjaan petani. Mereka adalah manusia-manusia di Kementrian Pertanian.

Perlu diketahui jika Kementerian Pertanian ini tak hanya mengurusi soal bertani saja, tapi juga perkebunan dan peternakan di Indonesia. Besar kan tanggung jawabnya?! Amanah kelangsungan perut banyak manusia ini ternyata dipegang langsung oleh Amran Sulaiman, yang menjabat sebagai Menteri Pertanian pada pemerintahan Presiden Jokowi.

khusuk mendengarkan Pak Amran cerita mengenai  Pertanian Indonesia

khusuk mendengarkan Pak Amran cerita mengenai Pertanian Indonesia. sangat terasa ketulusan beliau dalam mengemban tugas dan beliau sangat tau apa yang harus dilakukan dan apa yang di-mau

FYI, saja Amran Sulaiman  merupakan anak Bone yang menekuni pertanian semenjak kuliah. Mungkin beliau begitu penasaran dan jatuh cinta dengan pertanian di Indonesia. Kalau dari info wiki sih pak Amran itu lulusan Unhas, sejak S1, S2 sampai S3 nya ia dedikasikan ke pertanian. Sampai akhirnya menjabat menjadi menteri pertanian.

Majunya Pertanian Butuh Proses Tapi Pasti Bisa

Suatu ketika, alkisah seorang Nunik yang mendapatkan rejeki nomplok ‘Anak Soleh’, diundang untuk datang dan mengintip acara Setahun Kementan (Kementrian Pertanian) di Subang, Jawa Barat. Entah angin apa, saya dan rombongan blogger lainnya sudah nangkring pagi-pagi di sawah. Dan ternyata pas banget mataharinya ada 40, panas banget *__* 😆

Di sana kami turut serta dalam acara selebrasi sederhana dan pameran kecil-kecilan yang berisi hasil tani di Subang. Hasil tani paling nyata adalah Padi, Jagung dan Kedelai! Iya di Subang masih bisa mengadakan panen raya padi, di musim kemarau yang jarang air! Mungkin terdengar sepele sih, tapi proses tanam padi yang panjang biasanya tak memungkinkan adanya panen di musim kemarau. Kering tanahnya.

Tapi apa yang saya lihat di Subang memang sangat beda. Menyenangkan saja memandang hamparan kuning padi siap panen dan fakta bisa panen saat musim tak mendukung tanaman tumbuh leluasa. Artinya petani produktif meningkatkan produksi pangan dong ya?!

Dari sederet pidato pendek pak Amran, saya baru tahu jika sejak dinyatakan ada El Nino pada awal 2015, Indonesia sudah menghentikan impor beras. Berita ini kok ga sampe di telinga saya ya sebelum-sebelumnya. Tahu ga, kalau katanya dengan penghentian ekspor beras, Indonesia sudah menghemat devisa sebesar Rp 52 triliun! Angka yang besar kan, dan mungkin ga akan ada efeknya di kita. Tapi bisa saja jadi banyak efek ke petani Indonesia.

Saya sendiri cukup terkejut dengan beberapa solusi pertanian di Subang yang merupakan desa percontohan ini. Rupanya para petani di Subang sudah mulai menggunakan peralatan modern untuk kegiatan bercocok tanamnya. Ada banyak pompa air yang ternyata diberikan untuk petani di sini, gunanya untuk membantu pengairan lebih baik. Jadi meski musim kemarau, jika pengairan lancar maka tak mustahil jika petani bisa panen.

mesin pompa air

mesin pompa air

Selain itu ada juga traktor panen! Biasanya saya melihat traktor ini digunakan di luar negeri saja. Sangat kurang lazim saja ada di Indonesia yang biasanya menggunakan tenaga manusia untuk panen. Rupanya, traktor ini ditujukan agar proses panen lebih efektif dan efisien. Jika waktu potong padi lebih cepat, maka akan lebih banyak lahan yang bisa dipanen dalam waktu cepat juga. Dengan lebih cepat, jadi siklus bercocok tanam bisa dimulai lagi.

mini combine, mesin untuk panen

mini combine, mesin untuk panen

aaaaaku senang bisa naik mesin ini :lol: *katrok *biarin :lol:

aaaaaku senang bisa naik mesin ini 😆 *katrok *biarin 😆

Kalau hasil tani melimpah, berkelanjutan dan konsisten maka tak menutup kemungkinan jika berkembang lebih besar. Seperti dibangunnya infrastruktur tani, perusahaan pengolahan hasil tani dan ternak. Bisa bayangkan jika suplynya konsisten maka tak akan menutup kemungkinan Indonesia bisa ekspor hasil tani kita!

Kejayaan pertanian Indonesia sudah ada di depan mata, tinggal kita sabar menunggu prosesnya saja berlangsung dan berkelanjutan. Karena berita baik sudah sepatutnya disebar luaskan 🙂

Advertisements

One thought on “Berita Baik Mengenai Perkembangan Pertanian di Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s