Mengenal Representasi Jiwa Sosial dari Boy Thohir di Clean Up Jakarta

Pernah dengar jika sebenarnya kita itu mudah tertular akan hal baik atau hal buruk, tergantung intensitas paparannya? Penularan ini tak terbatas, mulai dari penyakit, pola pikir, perilaku hingga kebiasaan. Di sinilah salah satu titik penentu, mau ke mana; dengan siapa kamu akan bergaul atau berteman? Jangan salah juga, selain tertular, kita juga bisa menularkan. Pertanyaannya, apakah mau menjadi penular hal baik atau buruk?

Kalau hal buruk, mungkin resikonya dibenci dan dikenal sebagai pengaruh buruk ke orang lain. Tapi jika kita menularkan hal baik, resikonya kita menjadi manfaat untuk orang lain dan diri sendiri. Memulai hal baik itu ada bagusnya dimulai dari diri sendiri, karena segala hal akarnya memang diri sendiri baru ditularkan ke orang lain.

Melibatkan Diri ke Kegiatan Positif, Clean Up Jakarta

Agak panjang ya awalannya, tapi sebenarnya dari sanalah saya berpikir mengapa ridak melibatkan diri lagi di sebuah kegiatan yang baik dan berguna untuk orang lain. Kebetulan Clean Up Jakarta hadir di waktu yang tepat, pas saya longgar. Akhirnya ikutan Clean Up Jakarta, 18 Oktober 2015 lalu di GBK bersama ratusan relawan lain dan tentunya dayang tercintah 😆

Bersama dayang-dayang tercinta :lol:

Bersama dayang-dayang tercinta 😆

Bareng temen blogger yang terlihat ceria tapi sebenarnya kepanasan :lol:

Bareng temen blogger yang terlihat ceria tapi sebenarnya kepanasan 😆

Karena petugas bersih-bersih juga harus narsis! :lol:

Karena petugas bersih-bersih juga harus narsis! 😆

Pertama kali mendengar Clean Up Jakarta itu dari Twitter. Pada tahun-tahun sebelumnya lihat banyak teman di Twitter yang ikutan. Akhirnya di 2015 ini mencoba terjun; turut serta bersih-bersih Jakarta. Memilih GBK karena cukup dekat dengan mall fX, biar pas selesai bisa langsung belanja 😆

Relawannya banyaaaak

Relawannya banyaaaak

Berbincang dengan Orang Dalam Adaro di Clean Up Jakarta

Saat briefing terakhir, saya bertemu dengan ibu Okty Damayanti, General Manager Corporate Social Responsibility (CSR) Adaro Energy mengenai keterlibatan Adaro terlibat ke dalam Clean Up Jakarta. Ibu Okty mengatakan, Adaro merupakan salah satu strategic partner Clean Up Jakarta. Yang mana tidak hanya menyumbangkan dana, tapi juga tempat dan sumber daya untuk kesuksesan acara ini. Wujud kepedulian terhadap lingkungan dan orang lain.

Ibu Okty adalah pribadi yang ramah dan menyenangkan sekali. Beliau adalah orang hebat tapi pembawaannya itu bikin saya dan teman blogger lain tidak merasa ada jarak, nge-blend aja gtu obrolannya.

Bareng Ibu Okty, GM CSR Adaro

Bareng Ibu Okty dan beberapa team Adaro

Program CSR Adaro ada dibawah pantauan Garibaldi Thohir. Bagi saya beliau adalah sosok pemimpin yang melihat bisnis sebagai cara untuk berkontribusi nilai dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat (sosial, ekonomi, dan Lingkungan).

Ayah beliau, Teddy Thohir adalah co-owner dari Astra International Grup. Adik beliau, Erick Thohir merupakan presiden klub sepak bola Inter Milan. 3(tiga) laki-laki menggeluti 3(tiga) usaha yang berbeda. Untuk ukuran orang yang terlahir dari keluarga kaya, sungguh mereka adalah pribadi yang sangat mandiri.

Kedekatan Garibaldi Thohir dengan Kegiatan Sosial yang Kurang Populer

“Bahwa untuk melindungi, merawat dan membantu orang lain harus dilakukan dari diri sendiri kemudian ditularkan ke orang lain” jadi salah satu quote yang terus terngiang sampai saat ini. Cerita tentang pak Garibaldi Thohir tak berakhir di bagaimana beliau begitu peduli pada gerakan sosial seperti Clean Up Jakarta saja.

Salah satunya adalah Islamic Center di Tabalong! Berkat tulisannya simbok Venus, saya jadi tahu ada pusat kebudayaan Islam yang dikelola dengan baik dan tentu saja cantik. Bahkan lokasi ini sampai direkomendasikan sebagai destinasi wisata yang wajib di kunjungi saat ke Kalimantan, oleh Tripadvisor.

Dari ibu Okty juga saya mengetahui jika pak Garibaldi Thohir sangat menekankan; menanamkan; mengelola rasa atau jiwa sosialnya ke keluarga. Salah satunya adalah Bekantan Twins Project di Pulau Bakut. Area konservasi ini diinisiasi oleh kedua anak kembar pak Boy Thohir, Gabriella dan Giovanna Thohir. Usut punya usut sih ini bermula dari project sekolah, yang mana saudara Erick Thohir ini tak ingin putrinya Cuma membuat hal biasa tapi juga bagaimana bisa menjadi manfaat untuk kelangsungan hidup suatu habitat.

Lokasi yang digunakan untuk konservasi hewan endemik Kalimantan ini dulunya adalah kawasan bekas tambang Adaro Energy. Tak hanya memanfaatkan lokasi saja tapi juga bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup habitat lain dengan dibuatnya Bekantan Twins Project ini.

Saya jadi banyak berkaca , sejauh mana sudah melakukan hal yang bisa menularkan kebaikan untuk orang lain?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s