Memanggil Generasi Muda Bidang Kesehatan Melalui Nusantara Sehat

Selasa kemarin saya berkesempatan untuk menghadiri undangan mas Anjari untuk ngobrol dan sosialisasi mengenai Nusantara Sehat. Sebelumnya saya sudah pernah mengikuti sesi yang sama ketika Obsat beberapa waktu lalu bareng mbak Diah dan Ibu Nila Moeloek. Tapi bukan ke Obsat namanya kalau tidak sibuk sendiri dengan sesepuh 3A dilantai atas dan teman-teman lain ūüėÜ Makanya excited banget waktu dapat informasi dari mas Anjari mengenai acara ini.

Bareng kang maman, ibu Murty dari puskomdepkes dan mas anjari

Bareng kang maman, ibu Murty dari puskomdepkes dan mas anjari

Semua tau bahwa Indonesia adalah negara kepulauan yang sangat luas dan masih banyak lokasi yang tidak tertangkap peta maupun radar. Yang harus menempuh puluhan jam dari ibukota melalui perjalanan darat, laut, udara, kemudian darat lagi, laut lagi, udara lagi dstnya. Dengan jauhnya jarak dan sulitnya perjalanan menuju ke sana, wajar jika fasilitas yang tersedia dan disediakan sangat minim termasuk fasilitas kesehatan. Salah siapa? Tanggung jawab siapa?

Bicara kesehatan saya teringat akan satu kalimat. Men sana in corpore sano. Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Dengan tubuh yang sehat kemampuan untuk menjadi produktif akan meningkat dan akan mempengaruhi keseluruhan aktivitas. Ketika masyarakat sehat, maka jalan untuk melakukan peningkatan ekonomi, melakukan perubahan dan perbaikan akan terbuka lebar. Dan jika ditarik jauh ke depan, semuanya akan berujung di Indonesia yang lebih baik, Indonesia yang lebih sehat. Karena sehat adalah investasi masa depan.

Hal inilah yang dilakukan Nusantara Sehat bersama dengan Kementrian Kesehatan melalui Pusat Komunikasi Publik Kemenkes untuk meningkatkan kesehatan masyarakat di pelosok daerah. Mengirimkan generasi muda berlatar belakang pendidikan kesehatan untuk berangkat ke lokasi yang selama ini belum tersentuh untuk memberikan bantuan layanan kesehatan. Tidak main-main, mereka yang dikirimi ke daerah sebelumnya diberikan pembekalan mengenai banyak hal termasuk bagaimana menyelesaikan permasalahan yang akan timbul di sana.

Mirip Indonesia Mengajar ya? Betul, hanya saja bidangnya berbeda. Ketika Indonesia Mengajar fokus kepada bantuan penyebaran pendidikan, Nusantara Sehat fokus kepada bantuan layanan kesehatan. Saya mengesampingkan rumor/nyinyir/ berita negative bahwa semua program tersebut hanyalah kendaraan politik untuk satu kepentingan. Kenapa? Bagi saya, tidak peduli ini menjadi kendaraan politik atau tidak, selama program tersebut dijalankan dengan baik, terencana dengan benar dan bertanggungjawab, selama program ini memberikan manfaat bagi orang banyak, kenapa tidak kita dukung? Mungkin ini jalan yang harus dilakukan untuk bisa membantu masyarakat di pelosok daerah, mungkin kalau tidak dijadikan kendaraan politik, program ini malah tidak akan berjalan bahkan tidak terpikirkan sama sekali. Malah semakin tidak ada perubahan, malah tidak akan ada yang bergerak, malah tidak akan ada yang melek, malah tidak akan ada yang tau bahwa nun jauh di pelosok sana ada saudara kita yang masih sangat butuh perhatian. Dan harus diakui, kita ataupun pemerintah tidak bisa jalan sendiri.

Mengenal Lebih Dekat Nusantara Sehat

Nusantara Sehat pada awalnya adalah Pencerah Nusantara yang mempunyai tujuan meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan dan juga menjaga keberlangsungan pelayanan kesehatan, menggerakkan pemberdayaan masyarakat serta dapat memberikan pelayanan kesehatan yang terintegrasi.

Program Nusantara Sehat ini akan berlangsung hingga 2019. Dengan target pencapaian 44 Kabupaten di Daerah Tertinggal dan 120 puskesmas. Angkatan pertama sudah diberangkatkan sebanyak 143 orang yang dibagi per-team. 1 team berisi dokter, dokter gigi, perawat, bidan, tenaga kesehatan masyarakat, tenaga kesehatan lingkungan, tenaga ahli teknologi laboratorium medik, tenaga gizi, dan tenaga kefarmasian.

Selain membantu memberikan pelayanan kesehatan, teman-teman Nusantara Sehat juga mempunyai misi untuk merangkul semua semua aset/tenaga kesehatan di daerah, termasuk mantri dan dukun. Hal ini sebenarnya menjadi salah satu concern saya, karena dengan masa bakti 2 tahun tidak mungkin untuk bisa memberikan pelayanan kesehatan yang berkesinambungan jika tidak merangkul aset kesehatan yang ada di daerah tersebut.

Mengapa 2 tahun? karena selain team Nusantara Sehat merupakan sukarelawan, berdasarkan penelitian dibutuhkan waktu minimal 2 tahun untuk bisa mengubah pola / cara hidup suatu komunitas yang dalam hal ini adalah dalam hal kesehatan. Harapannya setelah team selesai bertugas, pelayanan kesehatan di daerah tersebut tetap berjalan sesuai dengan standar yang diteruskan atau dijalankan oleh masyarakat sekitar bersama dengan tenaga kesehatan daerah.

Bagaimana dengan masyarakat adat? Di sini pentingnya kerjasama antara masyarakat dan pemerintah. Pemerintah bisa melakukan pendekatan melalui pejabat daerah, sebagai perpanjangan tangan untuk kulonuwun. Secara kasat mata saja, tidak mudah untuk satu komunitas atau dalam hal ini masyarakat adat menerima kedatangan orang baru dilingkungannya. Apalagi yang datang adalah anak muda dan semacam merombak beberapa hal yang selama ini sudah berjalan di sana, bisa dipandang sebelah mata atau malah tidak diterima sama sekali kehadirannya. Kementrian kesehatan di daerah dalam hal ini juga ikut turun tangan membuka akses sehingga program bisa berjalan dan masyarakat adat tersebut bisa mendapatkan pelayanan kesehatan serta pengetahuan bagaimana cara membangun lingkungan yang sehat dan layak serta pemberdayaan masyarakat.

Kenapa anak muda dengan minimal umur 30 tahun? Memangnya pengetahuan mereka cukup? Memangnya mereka bisa? BISA! karena sebelum diterjunkan di daerah, team Nusantara Sehat sudah melalui berbagai macam seleksi ketat untuk memastikan bahwa mereka mampu dan memenuhi standar yang ditetapkan oleh Kementrian Kesehatan dan juga pembekalan selama 5 minggu. Dibutuhkan tenaga muda karena selain rute yang sangat menantang dan melelahkan, Indonesia perlu regenerasi. Disinilah salah satu tantangan atau tanggungjawab besar yang dipikul oleh team Nusantara Sehat. Bagaimana nanti setelah mereka bertugas, mereka bisa menurunkan/membagi semua pengetahuan yang mereka dapatkan untuk orang lain dan juga generasi selanjutnya. Selain itu, selama beberapa periode akan dilakukan evaluasi oleh team Nusantara Sehat di Jakarta, melalui report per-bulan yang dikirimkan oleh team. Jadi benar-benar dipantau, tidak sekedar dicemplungin begitu saja ke lokasi antah berantah tanpa report, evaluasi dan perbaikan/peningkatan lainnya.

Pahlawan. Mungkin itu julukan yang tepat bagi teman-teman Nusantara Sehat. Betul mereka dibayar oleh pemerintah atas sumbangsihnya mau terjun ke pelosok daerah, tapi lebih daripada itu, mereka sanggup menanggalkan semua fasilitas dan kesenangan yang diperoleh selama ini untuk berbaur, hidup bersama dan membantu masyakarat daerah tertinggal. Tidak semua orang bisa, tidak semua orang punya mental sekuat itu. Salut!

Ada satu kisah menarik ketika saya menghadiri acara ngobrol bareng blogger bersama Nusantara Sehat. Wawancara via phone yang dilakukan mas Anjari dengan salah satu team Nusantara Sehat yang saat ini sedang bertugas di Long Pahangai, Kutai Barat, Kalimantan Timur. Bagaimana Putri menceritakan pengalaman di sana dengan sangat antusias. Kalian keren sekali

Saya terharu ketika mbak Diah menginformasikan bahwa di angkatan pertama ada sekitar 12.000 orang yang mendaftar. Benar kata salah satu teman atau lebih tepat lagi sosok panutan saya, bahwa Indonesia itu masih punya banyak sekali orang baik, peduli, tulus, ikhlas dan tanpa pamrih. Walaupun ada juga yang mengundurkan diri setelah melalui beberapa proses tapi setidaknya niat awal mereka untuk mengikuti program ini harus diapresiasi.

Saya pribadi sangat ingin juga diterjunkan ke sana, ingin bersama-sama memberikan apa yang saya bisa berikan, membantu apapun yang saya bisa bantu tapi karena keterbatasan pengetahuan, kebisaan, umur dan lain sebagainya, yang bisa saya lakukan adalah bersama-sama mendukung program Nusantara Sehat, salah satunya melalui tulisan ini. Harapannya bisa mengetuk hati yang lain untuk ayuuk kita bareng-bareng mulai memikirkan orang lain, bagaimana bisa bermanfaat untuk orang lain dengan cara yang kita bisa, tidak lagi hanya fokus ke diri sendiri dan lingkungan terdekat. Kalau jangkauannya bisa diperluas, kenapa tidak.

Bagi yang ingin bergabung dengan Nusantara Sehat, informasi selangkapnya bisa dilihat di www.nusantarasehat.kemkes.go.id. Semua informasi termasuk kebutuhan tenaga kesehatan, cara pendaftaran lengkap tersaji di sana. Informasi lain juga bisa didapatkan di twitter @Nusantara_Sehat

Informasi yang saya terima dari mbak Diah, saat ini Nusantara Sehat masih kekurangan tenaga dokter muda. Mungkin diantara teman-teman punya kenalan, kerabat atau kolega seorang dokter yang mau menyumbangkan tenaga, waktu, ilmu untuk ikutan program Nusantara Sehat ini, silakan menghubungi kontak yang ada di website ya.

Dan ini lagu yang saya rasa sangat tepat buat kalian para pahlawan. One day, there will be a story that you can proudly share with everyone, that you’ve done something to help others more than you thought ¬†and you did it! if you can why others can not? .. Proud of all you, thank you for doin’ this¬†

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s