Menikmati Hutan Bakau di Taman Wisata Alam, Angke Kapuk

Dulu, hutan bakau buat saya adalah sederetan tanaman dipinggir pantai untuk menahan abrasi serta menahan gelombang dan menjadi pemandangan sehari-hari karena Sumbawa merupakan daerah dekat pantai jadi tidak ada istimewanya sama sekali. Bicara pantai, di Sumbawa ada yang jaraknya cuma 15 menit dari rumah tapi ada juga yang butuh waktu sekitar 30-45 menit. Lebih jauh lagi ada jajaran pantai yang indah banget, sepi, masih bersih, sunyi, tenang, arah mau ke Newmont.

Tidak pernah terpikir bahwa bakau atau mangrove jika ditanam di lokasi yang luas dan dikelola dengan baik bisa menjadi alternatif untuk menghabiskan akhir pekan terutama untuk kita yang berada di Jakarta dan memberi vitamin untuk mata, kepala, pundak, lutut, kaki 😆

Hutan Bakau

Hutan Bakau

Hijaunya menyenangkan laaafff

Hijaunya menyenangkan laaafff

Terletak dalam kompleks Perumahan Pantai Indah Kapuk (PIK) Jakarta Utara, ada kawasan seluas 99,82ha yang dikelola sebuah perusahaan swasta menjadi kawasan konservasi hutan bakau/mangrove. Dan jadilah Taman Wisata Alam, Angke Kapuk. Sebelumnya di lokasi tersebut memang merupakan kawasan konservasi bakau, namun karena tidak terurus dan banyak petambak liar yang datang kemudian dengan semena-mena menebang pohon-pohon bakau tersebut.

Untuk masuk ke ke kawasan ini pengunjung dikenakan biaya sebesar Rp 25.000. Ada akses jalan setapak untuk keliling-keliling. Selain itu juga bisa mengitari sungai hutan mangrove menggunakan kapal yang disewakan pihak pengelola. Karena areanya lumayan luas, jadi pastikan kaki siap untuk dibawa keliling-keliling ya 😆

Berasa di mana gtu ya :lol:

Berasa di mana gtu ya *kemudian malah kebayang harry potter 😆

foto untuk pre wedding? bissaa :lol:. informasi terakhir akan dikenakan biaya 1.000.000

foto untuk pre wedding? bissaa :lol:. informasi terakhir akan dikenakan biaya 1.000.000

foto seperti ini juga bisssaa :lol:

foto seperti ini juga bisssaa 😆

Kapal yang bisa disewa

Penyewaan kapal bisa dayung sendiri atau kapal yang pake motor. Kalau sewa kapal yang dayung sendiri jangan kawatir kecapean dayung terus gak sanggup balik karena ada petugas yang bakalan jemput

Di Taman Wisata Alam, Angke Kapuk ini juga terdapat penginapan yang bisa disewa. Ada beberapa lokasi dengan harga yang berbeda pastinya. Ada yang di darat, ada juga yang di tengah kolam bakau. Penginapan-penginapan tersebut dinamai layaknya nama bakau seperti Egretta dsbnya.

Ketika saya dan riwis kesana, lokasi ini belum terlalu ramai oleh muda-mudi sekitar angke (informasi dari mas di loket pembelian tiket) jadi bisa duduk dan menikmati keheningan ditengah hutan mangrove, ditemani suara burung, syahdu! Kalau beruntung bisa lihat bebek yang lagi berenang, kadal, biawak yang melintas dan binatang liar lain 😆

Kalau mau mengadakan acara, Taman Wisata Alam, Angke Kapuk juga menyediakan aula atau pendopo yang lumayan besar, 100-200 oran bisalah ditambah kalau lokasi outdoornya mau dipake akan bisa menampung orang lebih banyak lagi.

Letaknya di dekat pintu masuk

Letaknya di dekat pintu masuk

DI area tengah, malamnya bisa bikin api unggun

DI area tengah, malamnya bisa bikin api unggun

Ini lokasinya ditengah hutan bakau

Ini lokasinya ditengah hutan bakau

ini juga ditengah hutan bakau tapi di sisi yang berbeda

ini juga ditengah hutan bakau tapi di sisi yang berbeda

Kalau haus/lapar dan ingin buat air kecil/besar, di Taman Wisata Alam, Angke Kapuk juga ada kantin dan toilet. Cuma karena kemarin saya dan riwis tidak merasa haus atau lapar jadi tidak mampir ke kantinnya. Toiletnya juga lumayan bersih.

kantin

kantin

penunjuk arah

penunjuk arah

Lokasi pengamatan burung sebenarnya adalah menara pandang (kalau saya menyebutnya). Tapi karena anak tangganya kemarin tidak kokoh, saya akhirnya turun setelah lima langkah ke atas :lol:. Riwis sempat naik tapi gak sampai puncak, keder juga dia :lol:. Ada beberapa orang yang sempat naik sampai puncak dan ketawa-ketawa. Mungkin deg-degan juga kali ya 😆

Yang menyenangkan di tempat ini adalah kita diajak untuk bersama-sama melindungi bakau bahkan ikut menanam. Informasi terakhir, untuk menanam 1 pohon bakau kita dikenakan biaya 150.000 per orang. Bibit dan alat untuk menanam sudah disediakan oleh pengelola. Selain itu juga ada system penanaman nostalgia.

Penanaman nostalgia sebenarnya sama dengan penanaman biasa, hanya saja biayanya 500.000 perorang dan nantinya pada bakau yang sudah ditanami akan dituliskan nama si penanam jadi bisa melihat pertumbuhan si bakau yang kita tanam ketika berkunjung kembali. Biasanya hal ini dilakukan oleh company atau sekolah, jarang yang perorangan.

ff

Tapi sayang, sampah masih berserakan dimana-mana. Kurangnya tempat sampah, tidak ada petugas juga yang mengingatkan pengunjung ketika buang sampah sembarangan dan kurangnya signage untuk menjaga kebersihan dsbnya.

Over all tempat ini sangat menyenangkan untuk menghilang sejenak dari keriuhan ibukota dan menikmati suara alam serta hijaunya pohon bakau. Dasarnya saya kalau mengunjungi hal-hal yang beraroma hijau dan hutan pasti akan sangat bisa menikmati 😆 tinggal duduk, diam dan dengarkan.

Advertisements

2 thoughts on “Menikmati Hutan Bakau di Taman Wisata Alam, Angke Kapuk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s