Sahabat: Kami Bertemu Kembali

Friendship is unnecessary, like philosophy, like art…. It has no survival value; rather it is one of those things which give value to survival – C.S. Lewis

Lupa bagaimana mula kami bertemu, akhirnya memutuskan untuk tinggal bareng di rumah kontrakan di jogja beberapa tahun yang lalu. Awalnya kami ngontrak berempat di sekitaran terminal condong catur; saya, rina, inu dan pina adeknya inu. Sekitar 1-2 tahun kemudian kami pindah ke sekitaran minomartani bertiga, karena kontrakan sebelumnya harganya sudah naik dan rina menempati rumah di daerah seturan.

Suka duka tangis tawa ngambek marah kami lalui bersama. Dari sana saya mengenal beberapa teman lain; riki, rika, teja. Yang pada akhirnya mereka menjadi keluarga terdekat kami. Hidup jauh dari jauh menjadikan kami sangat dekat. Mereka mengajari saya arti kekeluargaan yang sebenarnya. mengajari saya bagaimana menghormati satu sama lain, mengesampingkan ego, menurunkan emosi, dan mengenal arti sayang dan tulus yang sesungguhnya.

ki-ka: rika, rina, pina, aku, teja

ki-ka: rika, rina, pina, saya, teja

Berjalannya waktu, inu pindah ke bandung mengikuti suaminya, pina kuliah di surabaya dan saya sendiri tetap di jogja. Awalnya lulus kuliah pengen langsung ke Jakarta tapi karena pada waktu itu tidak diijinkan mami, akhirnya saya menetap di jogja.

Sempat mengunjungi inu di bandung, sekalian nengok anaknya yang baru lahir tapi karena kesibukan yang sangat padat, kami kemabli terpisah. Dengan pina, sejak pindah ke surabaya, kami belum pernah bertemu lagi.

Sampai akhirnya beberapa bulan kemarin, inu ke jakarta karena harus menemani suaminya yang sedang mengambil sekolah Sekkau di Halim Perdana Kusuma. Moment yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, kami bisa bertemu kembali. Its been a years dan inu tidak berubah.Tetap inu yang saya kenal ratusan tahun yang lalu. Ceria, humble, penyayang dan cuek! :lol:.

Inu, saya dan dodi suami inu.

Inu, saya dan dodi suami inu. Dod, makanan yang gak ada di biak? | steak!| oke, mari kita ke holycow ^0^

Dengan pina, saya baru bertemu weekend kemarin. Liburan spontan yang tercetus karena tidak jadi ngabur ke vietnam! :lol:. Iya, karena weekend kemarin liburnya agak panjang (senin libur karena 17an) saya rencana ikut trip ke vietnam, tapi karena satu dan lain hal akhirnya memutuskan switch ke surabaya.

Dan sama. Tidak ada yang berubah. Adek (saya memangilnya) tetap menjadi adek yang ceria, cerewet, manja dan manutan :lol:. Bedanya adek sekarang sudah bekerja, madiri dan mature. Gak percaya rasanya melihat adek yang sekarang kalau mengingat dia yang dulu. Thats make me cry, happy!

dengan pina di bromo

dengan pina di bromo. harus banget bibirku monyong gtu yaa 😆

Ah iya, dengan teja saya sempat ketemu ketika berkunjung ke Pontianak 2 tahun lalu. Semacam bayar hutang untuk berkunjung ke rumah dan sungkem dengan orang tua teja.  Walaupun pertemuannya lumayan singkat, tapi cukup untuk mengobati rasa kangen dan nostalgia jaman di jogja dulu. Saya menginap di rumah teja, dan baru tau kalo nenek sudah meninggal. Saya bertemu nenek teja, ketika teja wisuda. Keluarga teja nginep di kontrakan, ya namanya juga kos cowok pastinya tidak nyaman kalau ketambahan keluarga :lol:. Penerimaan yang hangat dan tulus, layaknya ke anak sendiri. Iya, saya beruntung.

Kami adalah orang-orang dari out of nowhere yang dipertemukan di satu kota yang sama; Yogyakarta. Yang menjadikan kota tersebut punya tempat sendiri di hati saya, selain karena saya pernah kuliah di sana yang menjadikan saya sebagai pribadi yang sangat mandiri untuk hitungan anak ragil yang tidak pernah jauh dari orang tua, pertama kali punya pacar waktu kuliah, mengenal bahwa saya kalau salah ya akan dibilang salah, bukannya dimaklumi karena saya itu anak ragil dsbnya.

Research found, if a friendship last more than 7 years, it will last forever. Kalimat ini disampaikan diah di path dan benar banget! Saya lupa berapa lama tepatnya kami berteman hingga akhirnya ikatan itu menjadi sangat kuat. Yang jelas lagi-lagi saya sangat bersyukur bisa dipertemukan dengan mereka dan mereka dengan sabar mau menerima, mengerti dan memahami saya.

Advertisements

4 thoughts on “Sahabat: Kami Bertemu Kembali

  1. inu meyka says:

    Mbrebes mili baca ini dibandara…it will last forever dan kami akan selalu jadi kami yang sama…i luv u mamih #morethanwords

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s