Cara Mudah Untuk Menabung

Tulisan ini untuk menyambung tulisan yang sebelumnya sudah saya tulis di sini, bahwa tidak ada alasan untuk tidak menabung sekecil apapun penghasilan yang dimiliki. Sekitar saya banyak yang tidak punya tabungan karena masih berpikiran bahwa uang saku/penghasilan masih belum cukup memadai untuk menabung dan ini bikin saya sedih, padahal menabung tidak harus dalam jumlah besar. Mindset ini malah akan menghalangi untuk punya tabungan, kalau menurut saya.

Hello Kitty, galon mini, celengan COC

Ini celengan saya yang ada di ย kantor.. Semua koin dari celengan2 ini akan diberikan ke teman-teman Coin a Chance

Berdasarkan pengalaman, berikut beberapa cara mudah menabung ย yang bisa dilakukan agar mempunyai tabungan

  1. Mulailah dengan niat untuk berkomitmen dengan diri sendiri, karena menabung butuh konsistensi.
  2. Tentukan akan menabung perhari, perminggu, perbulan, per 2bulan dst.
  3. Menabung tidak perlu dalam jumlah besar, bisa 100, 200, 500, 1.000, 2.000, 5.000, 10,000, 20.000, 50.000 atau 100.000. Tapi jika bisa menyisihkan lebih besar dari itu, akan lebih baik lagi. Intinya jangan sampai memberatkan ataupun menyusahkan diri sendiri tapi konsisten
  4. Menabung tidak perlu di Bank apalagi kalau jumlahnya tidak besar bisa dimulai dengan menabung di celengen. CELENGAN? IYAP :). Setelah penuh baru pindahkan ke Bank.
  5. Namanya juga celengan, biasanya lebih gampang untuk dipake sekedar beli ketoprak atau es krim yang lewat, apakah itu boleh? YA BOLEH DONK kan intinya jangan menyusahkan dan memberatkan diri sendiri. TAPI DIGANTI sejumlah nominal yang digunakan ya, itu namanya bertanggungjawab dengan komitmen ๐Ÿ™‚
  6. UDAH. GTU AJA?? IYA GITU AJA ๐Ÿ˜†

Simple kan?

Saya sendiri punya celengan dari toples kaca, celengan Hello Kitty dan galon air minum mini. Toples saya taruh di kos, hello kitty dan galon air minum mini di kantor. Celengan itu isinya koin dan uang kertas yang ada di kantong. Karena komitmen saya adalah semua uang yang ada di kantong tidak boleh masuk dompet tapi langsung masuk celengan, berapapun jumlahnya dan kapanpun ada di kantong. BERAPAPUN? IYA :lol:. Pernah ada duit 150.000 di kantong, lupa kenapa bisa ada di sana ๐Ÿ˜† jadinya mau tidak mau masuk celengan. Berat? BANGEEET ๐Ÿ˜† tapi percayalah, seberat-beratnya menyisihkan uang saat ini, akan lebih berat lagi ketika hasil keringat kita pada akhirnya tidak bisa dinikmati atau digunakan ketika dibutuhkan karena sudah digunakan semua di awal dengan alasan tidak memungkinkan untuk menabung. Dan hal ini ย kalo dipanjangin larinya ke management keuangan.

Saya tidak pernah belajar management keuangan, cuma iseng trial dan error beberapa cara berdasarkan kemampuan, kebutuhan dan penerawangan ๐Ÿ˜† . Sudah menabung tapi sampe setahun kok jumlahnya segini-gini aja, udah punya pos tabungan plus keadaan darurat kok belum bisa dipake untuk beli rumah dstnya. Sampai akhirnya menemukan pola yang pas menurut saya dan sudah menetapkan beberapa pos tiap bulannya; pos untuk pengeluaran tetap perbulan (bayar kos, kirimin mami, tv kabel, pulsa) pos untuk tabungan, pos untuk investasi, pos keadaan darurat, dan pos untuk jajan sehari2 yang mana semuanya ini diluar duit yang masuk ke celengen. Caranya gimana? nanti akan saya beberkan di artikel berikutnya ย ๐Ÿ™‚

Oiya, satu hal yang belum masuk plan adalah pos untuk jalan-jalan. Selama ini, untuk jalan-jalan masih mengambil uang jajan yang disisakan (saya selalu memaksa diri untuk harus bersisa setiap bulan :D). Dikumpulkan sedikit demi sedikit, sampai akhinya terkumpul sejumlah biaya yang dibutuhkan. Tapi sepertinya saya sudah harus mulai membuka pos ini demi kemaslahatan kepala pundak lutut kaki :lol:.

Semoga tips dan pengalaman ini bermanfaat. Tidak perlu teori yang MAHA mbulet kalo akhirnya kamu tidak bisa menyisihkan uang untuk ditabung ๐Ÿ˜€ kalau bisa dilakukan dengan cara yang mudah, kenapa tidak mulai dari sekarang kan?

Kalau ada cara lain untuk menabung atau trik-trik mengantur pos keuangan, boleh share di komen yaaa

Advertisements

9 thoughts on “Cara Mudah Untuk Menabung

  1. mas stein says:

    kalo kata senior saya, jangan sisakan gaji anda. alias sudah diplot dari awal bulan berapa yang ditabung. kalo saya bikin dulu tabungan likuid buat jaga-jaga kondisi darurat, baru abis itu nabung di tempat yang susah cair, reksadana misalnya, atau beli sapi… ๐Ÿ˜†

    • nunik99 says:

      waaaah kok keren pakdhe…

      sik, tabungan likuid itu yang seperti apa?

      kalau dana terbatas, misal hanya bisa menyisihkan 20-50perbulan masukkan ke bank ato piye?

      secara tidak semua orang bisa menyisihkan untuk dimasukkan ke reksadana karena penghasilan yang benar2 terbatas *jadi serius *tapi penasaran :))

  2. mas stein says:

    saya punya beberapa rekening. satu buat nampung bayaran, satu buat tabungan likuid (alias tabungan biasa, yang bisa ditarik sewaktu2), satu buat beli reksadana. yang likuid itu biar kalo suatu saat ada keadaan darurat, sakit atau semacamnya, bisa langsung ambil. tapi harus dipisah dari tampungan gaji, biar gak gesak gesek trus abis, kebetulan tampungan gaji saya sekaligus yang buat belanja harian. tabungan kedua yang diniati untuk jangka panjang, diniati untuk jadi gede jadi cari yang susah diotak-atik, reksadana jadi salah satu alternatif karena relatif murah, sekali beli bisa dari mulai 100-200rb. ngomong-ngomong yang tabungan likuid tadi ndak usah gede2, pokoknya cukup buat rawat jalan atau beli tiket.

    • nunik99 says:

      waaahhini keren ik! aku juga melakukan hal yang sama mas, yang menyenangkan pos yang awalnya hanya 2 sekarang beranak pinak jadi lebih dari 2… tabungan yang awalnya hanya bisa kecil sekarang kecil plusplus..

      memang pada dasarnyaa pos2 keuangan itu saling dipisah biar ndak nyampur dan khilaf berkepanjangan yaa :))))

  3. mas stein says:

    kalo bisanya kecil, bisa pake tabunganku yang gak kena biaya administrasi. ART saya dulu buka tabungan itu. eh tapi kalo tabungan buat seneng-seneng saya juga punya celengan, dan dulu waktu mau liburan ditepok dapetnya lumayan…

  4. zulhaq says:

    kalo baca nabung nabungan gini, suka malu sendiri. konsisten sih, konsisten untuk gak pernah konsisten. hahaha.

    ish, pake bersambung segala.

    ((((DIBEBERKAN))))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s