Tidak Ada Alasan Untuk Tidak Menabung

Tulisan ini sebenarnya udah lama pengen ditulis, tapi selalu ada alasan untuk tidak langsung update yaa *ditabok ๐Ÿ˜†

Bermula dari obrolan dengan seorang teman

“mbak kamu bisa nabung gak si?”

“lah ya pasti bisa donk, umroh kemarin contohnya. perjuangan yang berat ๐Ÿ˜† “

“aku belum bisa nabung, ada aja kebutuhan atau pengeluaran tak terduga”

Mungkin teman saya ini masih menganggap kalau menabung itu adalah menyisihkan dana dalam jumlah yang besar, jadinya sampai sekarang dia belum bisa menabung sama sekali. Padahal tidak seperti itu ๐Ÿ™‚

Pernah terpikir bahwa dengan menyisihkan 1.000 perhari atau 100.000 perbulan, sudah termasuk kategori menabung?ย Dan pernah terpikir tidak bahwa cara menabung orang jaman dulu yang menyimpan uang di bawah bantal ternyata masih efektif untuk jaman sekarang?

gambar dari sini

gambar dari sini

Saya lahir dari keluarga yang berkecukupan. Semua kebutuhan pasti akan terpenuhi, hanya masalah waktu kapan akan dipenuhi mami :lol:. Kecuali kebutuhan untuk sekolah, detik itu juga dikabulkan :D. Jadinya kalau menginginkan sesuatu, terbiasa untuk membeli sendiri dengan menyisihkan uang belanja.

Lupa berapa duit saku ketika SMP dan SMA, tapi waktu SD duit belanja per hari itu 25rupiah, iya ini kalimat penyingkap usia ๐Ÿ˜† Ketika kuliah duit saku saya perbulan 300.000. Itu tahun 1999 sampai mulai kerja tahun 2006. Sedikit? IYA KALO DIINGAT-INGAT SEKARANG :lol:. Tapi karena tidak mungkin untuk minta uang selain untuk keperluan kuliah, jadinya menyisihkan uang saku perhari. Bisa 1000, 2000, atau 500 rupiah.. Kalo lagi hemat banyak, bisa tuh nyisihin sampe 50.000. Yanamanya anak muda yaaa, pengenlah punya tas lucu, baju keren, sepatu cantik gitu :lol:. Dan kebiasaan ini terbawa hingga sekarang, saya terbiasa untuk menyisihkan uang belanja perhari atau perdua hari atau perminggu.

Kenyataan bahwa penghasilan dan kebutuhan itu berbanding jauh harusnya diterima dengan lapang dada ๐Ÿ˜† jadi sebagai generasi bangsa yang cerdas harus pandai menyiasati. Dan menyisihkan dana 1.000 perhari atau 100.000 perbulan adalah siasat yang masuk akal untuk dilakukan. Tempat penyimpanan pun harus disiasati, menyimpan duit sedikit tidak perlu di bank dan tidak perlu di bawah bantal juga sik :lol:, coba pake toples bening atau apapun yang bening biar lebih kerasa sensasinya atau kalau mau ngasih kejutan ke diri bisa pake wadah yang tidak bening seperti celengan ayam atau celengan kaleng dll. Setelah penuh, baru deh dipindah ke Bank.

Kenapa saya bilang seperti itu? Bukannya seharusnya penghasilan menyesuaikan dengan kebutuhan? Betul, tapi sebagai manusia biasa yang selalu punya keinginan berlebih saya pikir masih sah-sah saja, asalkan dilakukan dengan cara yang benar. Tidak gali lobang tutup lobang setiap bulan alias bayar hutang sebelah sana untuk menutup hutang sebelah sini. Daripada ngutang lebih baik tidak usah dibeli atau tahan keinginan untuk membeli saat ini, karena akan menjerumuskan.

Ibu saya selalu mengajarkan bahwa kalau tidak mampu membeli sesuatu dengan cash, lebih baik tunggu sampai cash ada. Itu termasuk mencicil, semacam haram hukumnya ๐Ÿ˜† Jadi terbiasa untuk mengumpulkan cash dulu untuk bisa mendapatkan sesuatu, seberapa pun besarannya.

Saya punya beberapa celengan dan toples yang tersebar di kantor dan kos, tapi sayang karena lupa foto jadi gambarnya googling aja dulu ya, nanti setelah pulang mudik baru fotonya diganti :). ย Sekarang, setiap koin yang saya sisihkan akan dikasih ke Coin a Chance jadi yang akan saya pindahkan ke bank hanya uang kertas. Menabung dan berbagi disaat bersamaan, BISA!

Simple tapi memang tidak mudah karena butuh niat dan konsistensi untuk menyisihkan rupiah demi rupiah perhari atau perminggu sesuai waktu yang kita tentukan sendiri. Tapi percayalah setelah penuh dan dihitung, kamu akan merasa bangga dengan diri sendiri. Selain itu juga secara tidak langsung belajar untuk manage uang sendiri.

Jadi berapapun penghasilan atau uang saku yang kita miliki, setuju kan kalau tidak ada alasan untuk tidak menabung :). Semoga teman-teman yang lain juga mulai menyisihkan rupiah demi rupiah untuk masa depan lebih baik.

Advertisements

2 thoughts on “Tidak Ada Alasan Untuk Tidak Menabung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s