Alasan Kenapa Beli Buah di Pasar

Tinggal di kota besar mau tidak mau bikin ketergantungan untuk belanja sayur, buah dan keperluan lainnya di pasar modern. Dengan alasan lebih bersih, nyaman dan sekalian nge-mall. Seberapa dari ‘orang modern’ sekarang ini yang mau berbelanja di pasar tradisional yang bisa jadi becek? 😀 .. Padahal kalau ditelaah lagi, sudah banyak pasar tradisional yang sudah dibangun kembali dan diperbagus oleh pemerintah. Contoh paling dekat saya sekarang adalah Pasar Mayestik.

Ntah disadari atau tidak, Indonesia dianugerahi tanah yang subur dengan hasil bumi yang berlimpah sampai turah-turah. Namun seringkali memilih sayur atau buah impor karena dianggap lebih berkualitas, disamping itu juga karena pada produk impor tertera informasi nutrisi. Beda dengan produk lokal yang dikemasannya tidak dicantumkan apa-apa, hanya bermodalkan bungkusan biasa. Sehat? pasti, karena sebenarnya sehat atau tidak makanan tidak cuma bergantung dari informasi yang ada di kemasan.

Seorang teman menanyakan kenapa suka beli buah di pasar bukan di supermarket, jawaban adalah karena saya bisa mendapatkan semua buah yang dibutuhkan dengan harga murah di lokasi yang tidak jauh dari tempat saya berada. Pastinya sudah tau bahwa sangat bagus untuk mengkonsumsi buah setiap hari, sama halnya dengan sayur dan sudah menjadi gaya hidup masyarakat termasuk saya. Hal ini juga yang  diterapkan di kantor, setiap hari harus ada buah meskipun sekedar pisang atau semangka atau pepaya atau mangga. Lebih sering pisang sebenarnya 😆

....

….

Dari hasil baca-baca, saya baru tau kalo buah-buah dibawah ini adalah asli Indonesia:

  • Durian (raja buah). Banyak yang tidak tau kalau sebenarnya durian itu berasal dari Indonesia dan konon kabarnya durian monthong itu asalnya dari Kalimantan. Kirain dari Thailand 😆
  • Manggis. Kalau durian adalah rajanya buah, manggis itu ratunya yang awal ditemukan disekitaran Kalimantan dan Sunda. Konon juga manggis ini disukai oleh ratu Victoria.
  • Kedondong atau ibu saya menyebutnya gedondong 😆 . Pernah ditanam di Florida, tapi sepertinya tidak menarik perhatian masyarakat sana jadinya tidak terkenal dan tidak menyebar. Beda seperti durian yang sekarang variannya banyak tersebar di berbagai negara. Kedondong mah apa atuh dibandingkan durian *abaikan
  • Belimbing. Berbanggalah lae, karena belimbing berasal dari Maluku e (doh semoga ndak salah 😆 ). Sering disebut sebagai star fruit, coba aja dipotong :D.
  • Duku. Di Asia, buah ini ternyata banyak penggemarnya, bahkan dijadikan sebagai flora identitas Provinsi Sumatera Selatan.

Tapi tidak bisa dipungkiri bahwa ada buah yang tidak bisa tumbuh di Indonesia, sehingga di impor dari negara asal atau negara yang membudidayakan. Seperti Guava Crystal atau saya menyebutnya jambu batu. Terkadang disebut juga dengan jambu biji atau klutuk. Tapi kalau di daerah saya jambu klutuk itu adalah jambu batu tapi yang ukurannya lebih kecil.  Guava crystal ini ternyata buah asli Brazil, namun pendistribusiannya melalui Thailand baru masuk ke Indonesia.

Beda buah, beda juga manfaatnya. Kalau di kantor lebih sering pisang karena kaya serat, konon bisa memperbaiki mood, memperlancar proses metabolisme yang semua manfaat itu sangat dibutuhkan sama anak-anak kantor, termasuk saya -lagi-. Tidak perlu mewah yang penting manfaatnya :). Oiya sempat baca2 di sini ternyata Guava Crystal itu selain bisa mencegah kanker ternyata juga bisa bikin kulit mulus jika dikonsumsi teratur. Daunnya bisa jika rutin dikonsumsi (direbus) bisa untuk mencegah diabetes.

Balik ke alasan kenapa saya lebih suka beli buah di pasar karena lebih segar. Buah lokal tidak butuh waktu perjalanan yang sangat lama untuk bisa sampe di tempat kita beli, palingan beda 1-2 hari dari dipetik, dibersihkan dan dikemas. Berbeda dengan buah impor yang bisa jadi butuh lebih dari 1-2 hari untuk sampai di tempat kita membeli. Padahal makin lama buah dipasarkan sejak dipetik, kandungan nutrisinya semakin berkurang. Tapi memang ada kalanya buah lokal lebih cepat busuk karena ketika tanam dan pasca panen salah penanganan (pernah dikasih tau sama alm. bapak). Sehingga banyak yang bilang mutu buah Indonesia itu kurang bagus jika  dibandingkan dengan buah impor. Tapi percayalah dengan persaingan yang ketat, petani juga mulai meningkatkan mutu. Ini terbukti dengan penjual buah di mayestik yang jadi langganan kantor, makin kesini buah-buah yang dijual lebih seger dan manis.

Alasan lain yang mungkin agak melebar sedikit. Karena 2015 Indonesia menghadapi perdagangan bebas dan persaingan sudah dipastikan akan sangat ketat. Dengan membeli buah lokal, artinya kita membantu meningkatkan perekonomian petani dan membantu mereka agar tidak terpuruk. Jika ekonomi petani buah meningkat, sudah bisa dipastikan kualitas buah lokal akan bisa setara bahkan menyaingi buah impor dan taraf hidup masyarakat Indonesia perlahan juga akan meningkat, bonusnya masyarakat menengah ke bawah juga bisa menikmati buah dengan kualitas terbaik dengan harga terjangkau :).

Jadi biasanya beli buah dimana?

Advertisements

4 thoughts on “Alasan Kenapa Beli Buah di Pasar

  1. Windi Siregar says:

    Aku lebih milih beli di pasar tradisional mbak. Selain harganya lebih murah, aku kok lebih yakin kalo lebih segar, karena biasanya buah2 itu sehari abis dan besoknya diganti lagi dengan yang baru. Buah2an yg sering disantap di rumah tu pisang, pepaya, jeruk. Soalnya aku pernah kena omel dokternya Raffi, katanya, beli buah2an lokal aja, gausah yg interlokal. Lebih bagus. Begonoo, hihihihihi

    • nunik99 says:

      kalo soal seger dan murah aku setuju mot, itu alasan utama 😆 , kalo diganti tiap hari, di tempat biasa aku beli kadang sampe seminggu baru ganti ahahahaha ahahaha

      eh dokternya raffi bilang gtu? alasannya kenapa? kelbih murah ato karena apa mot?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s