Suntiang, Perkawinan Resto Padang dan Japanese Style

Suntiang

Suntiang

Awal tau soal restoran ini adalah ketika percakapan mengenai kue cubit green tea yang mendadak tinggi buzz-nya beberapa waktu yang lalu (baca: udah lama). Tau cari tau ternyata asalnya dari sebuah restoran padang; Suntiang. Dari path beredar lagi kemudian diedarkan lagi lagi dan lagi. Teman saya yang sudah pernah makan disana cerita kalau Suntiang adalah resto sushi tapi dari masakan padang. Nah. karena saya sebenarnya tidak terlalu suka masakan padang yang terlalu berempah, jadinya biasa aja gitu responnya 😆

Tapi weekend kemarin, ntah kenapa malahan pengen dan bela-belain menerjang padatnya parkiran Grand Indonesia di sabtu sore. Masuk ke parkiran sampe dapet parkir sekitar 1jam masa :|.

Anyway, suasana di resto ini didominasi dengan warna merah, hitam dan coklat. Pengaturannya juga simple tapi elegan, ada tiga row; kiri, kanan dan tengah. Di bagian tengah ada conveyer belt yang membawa berbagai macam sushi roll padang. Ketika sampai disana, Suntiang masih sepi hanya ada 6 meja yang terisi. Saya pikir, mungkin tidak banyak yang suka kalau makanan padang di-sushi-kan. Tapi ternyata saya salah, kurang dari 1 jam kemudian, resto ini rame 😆

interior dalam

interior dalam

Perkawinan masakan padang dan japanese style kalau saya menyebutnya :). Mengawali pesanan dengan memesan gyoza dua raso, yang terdiri dari rendang daging dan ayam balado yang disajikan dengan 3 jenis saos. Surprisingly enak loh 😆

Gyoza Duo raso ~ a mix of special japanese gyoza filled with shredded beef rendang and shicken balado

Gyoza Duo raso ~ a mix of special japanese gyoza filled with shredded beef rendang and shicken balado

Dari sekian banyak piring yang ada di conveyor belt, pilihan saya jatuh ke Chicken teriyaki, sambal, kyuri sushi roll. Jangan tertipu dengan sambalnya, ternyata tidak terlalu pedas mungkin karena cabe sudah mahal banget sekarang. Once again surprisingly enak 😀

Chicken teriyaki, sambal, kyuri sushi roll

Chicken teriyaki, sambal, kyuri sushi roll

Untuk minumnya saya memesan red suntiang. Campuran dari sirup apel, sirup jeruk, sirup strawberry dan buah delima (semoga ndak salah) kemudian di mix. Pas banget minum ini setelah makan makanan yang ‘sedikit’ berbumbu karena minuman ini seger banget dan tidak terlalu manis, padahal saya  lupa bilang kalo gulanya minta dikurangi 🙂

Red Suntiang

Red Suntiang

Terakhir yang tidak akan terlewatkan adalah kue cubit green tea 3/4 matang. Toppingnya messes soalnya harga beda jauh kalo pake kitkat 😆 . Lezat? iya tapi sedikit aneh, karena berasa seperti ada rasa tape gtu, tapi habis juga soalnya mahal 😆 . Kenapa ndak pesen yang 1/2 matang? aku takut sakit perut :lol:, tapi adonan yang tidak matang itu beneran enak, beda dengan rasa kalo beli di mayestik, so you have to try

kue cubit green tea topping messes

kue cubit green tea topping messes

Overall makanan di Suntiang ini patut untuk dicoba. Untuk makan berdua, kemarin habis sekitar 220anribu. Memang tidak murah tapi experience yang menyenangkan dan worth. Next kalau mau makan disini lagi sepertinya saya harus nyari sponsor 😆

Lokasi:

  • Grand Indonesia, Lantai 3A (samping Disc tara persis)
  • PIM 2

Enjoy!

Advertisements

19 thoughts on “Suntiang, Perkawinan Resto Padang dan Japanese Style

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s