Sudah Sepatutnya Saya bersyukur

..............

foto koleksi pribadi ~ diatas langit Indonesia ketika perjalanan ke Jeddah

Saya sepertinya masih butuh ditampar agar selalu bersyukur untuk semua yang yang sudah diberikan oleh Gusti Allah. Udah diturutin sebagian besar keinginan tapi kok masih aja merasa kurang terus,,, terus,,,, dan terus,,. Makin kesini sejak umroh saya dihadapkan dengan beberapa hal, menyadari bahwa saya masih sangat kurang untuk bersyukur.

Tapi disini saya bukan untuk cerita pengalaman ketika umroh, tapi pengalaman yang saya alami pagi tadi. Sebenarnya bukan pengalaman yang dialami si 😀 tapi sesuatu yang tertangkap oleh mata. Sejak dini hari tadi hujan turun deras tiada henti sampai sekitar jam 9 pagi ketika berangkat ke kantor. Saya melihat beberapa perempuan menggunakan payung yang berdiri di depan alfamart mampang menunggu kopaja. Di sisi lain saya melihat beberapa orang berdiri di samping separator busway mampang untuk menunggu kopaja ac. Ada yang menggunakan payung dan ada yang tidak dan mereka menyeruak masuk ketika kopaja tersebut tiba. 

Seketika hati saya nyesek. Walaupun keyko termasuk mobil tua nan rewel yang seringkali bikin saya ngedumel dan uring-uringan karena butuh biaya besar untuk ina itu, tapi setidaknya saya masih diberikan kemampuan untuk mengeluarkan biaya tersebut dan saya tidak perlu menunggu kopaja di pinggir jalan yang bisa membuat baju dan celana basah karena tempiasan air hujan, yang mana bisa bikin cranky sepanjang hari karena baju basah dan bisa masuk angin. Saya hanya perlu keluar kamar dan mengeluarkan keyko dari parkiran rumah kemudian menuju ke kantor. Kurang apalagi sih nik.

Hal kecil seperti diatas beberapa kali juga saya alami di tanah arab, akan ditulisan berikutnya ya. Dan saya yakin bahwa pasti ada sesuatu yang dimaksudkan Gusti Allah sehingga saya menjadi nyesek. Karena hal seperti ini adalah hal yang biasa terlihat ketika musim hujan, ‘begitulah beratnya mencari uang di ibukota, sampe hujan juga diterabas’ begitu pikiran saya saat itu.

Matur nuwun Gusti Allah untuk semua berkah yang diberikan. Makin kesini kok saya malu ya dengan Gusti Allah yang selalu mengingatkan hambanya yang tidak tau diri ini. Semoga saya bisa menjadi lebih lebih lebih bersyukur. AMIN

Sudahkah kamu bersyukur untuk hari ini?

Advertisements

8 thoughts on “Sudah Sepatutnya Saya bersyukur

  1. Natalia says:

    Suka dengan postingnya :3
    Iya kadang kita perlu banyak bersyukur dengan cara yang berbeda. Misalnya saya, gak ada mobil tapi bisa pakai taxi, daripada panas-panas atau hujan-hujan di jalan. Iya sih saya merasa boros bayarin taxi, tapi ya selama mampu, harus disyukuri ya.. Makasih Mbak remindernyaa ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s