Tips Ketika Resign ala nunik99

Terinspirasi dari beberapa teman yang kebetulan resign dalam waktu yang berdekatan dan nanya ke saya, apakah mereka perlu ngomong ke atasan dulu atau langsung via email aja.

Jadi begini adik-adik sekalian. Ketika kita resign bukan berarti hubungan silahturahmi akan berhenti sampai disana, karena itu akan menjadi rekam jejak yang bisa menjadi rekomendasi di kemudian hari, jadi sangat perlu untuk menjaga hubungan baik tersebut. Kenapa saya sangat mementingkan rekam jejak? Bok! lingkaran kehidupan ini sebenarnya hanya itu-itu saja, percayalah bisa jadi bos loe yang sekarang itu kenal sama bos loe yang dulu. Atau temen bos loe yang sekarang temenan sama temen loe. Atau bisa jadi temen anaknya bos loe yang lama itu temenan dengan anak temennya bos loe yang sekarang dsb dsbnya. Bayangkeun kalau rekomendasi kamu ndak bagus? Udah resign eh terus ditendang dari kantor yang baru, kan gak lucu. Atau hidup loe dibikin sengsara dengan tumpukan kerjaan atau kesalahan yang dicari-cari πŸ˜†

Tips berikut adalah yang saya terapkan ketika resign dan informasikan kepada beberapa teman yang resign. Dan hubungan saya dengan mas bos terdahulu baik-baik saja hingga sekarang. Kami masih rutin ngopi sebulan sekali untuk sekedar share mengenai hidup keadaan dan perkembangan di kantor masing-masing bahkan ngerumpi πŸ˜†

Apakah saya langsung email atau ngomong dulu ke mas bos?

Kalau adik-adik deket dengan mas bos, akan lebih baik jika diinformasikan secara verbal terlebih dahulu, baru setelah itu kirim email resmi. Dan kalau bisa pastikan beliau yang pertama kali tau. Hal ini adalah untuk menghargai hubungan yang sudah terjalin. Menghargai mas bos. Kesannya akan berbeda. Kedepan kalau ada apa-apa atau butuh bantuan atau malah mau ada kerjasama, penyampaiannya akan lebih enak.

Apakah yang harus saya katakan? Bilang kalo ndak suka dengan mas bos karena galak, bawel, menyebalkan?Β 

WOOYAJANGAAAN πŸ˜† Kalau saya, akan bilang apa adanya ke mas bos kenapa saya resign, TAPI dengan tidak menyakiti hati beliau, tidak perlu dengan alasan yang terlalu mengada-ada. Percayalah mas bos-mu itu pinter, karena kalo ndak pinter ya ndak akan jadi bos :lol:. Contoh alasan sejuta umat yang apa adanya yang biasa diutarakan adalah dengan mengatakan bahwa kamu mendapat opportunity yang lebih memicu adrenalin yang tidak didapatkan di tempat yang sekarang. Atau karena di perusahaan yang baru ditawarkan karier yang lebih jelas. Biasanya 2 hal diatas jadi basic ketika seseorang memutuskan untuk resign. Betul ndaaak? hihihihi

Kenapa bilang apa adanya? karena dengan begitu secara tidak langsung adik-adik membantu mas bos untuk mendapatkan insight dari calon mantan karyawan. Ini juga menjadi salah satu cara untuk menjaga hubungan baik kedepannya selain kamu bisa mendapat nilai tambah karena tidak berbohong.

Apakah saya harus mengatakan mengenai gaji yang ditawarkan olah kantor baru?

Nah kalo ini pilihan. Kalau saya, tidak akan mengutarakan alasan itu, kecuali ditanya. Karena menurut saya persoalan gaji itu terlalu personal untuk diutarakan. Lagian percayalah mas bos-mu sudah mengerti hal tersebut, kan dia pinter :D.Β Biasanya si ditanya :lol:. Dan kalau memang adik-adik adalah karyawan tauladan yang patut untuk dipertahankan, biasanya akan terjadi tawar-menawar harga.

Ngomong sama mas bos udah, sekarang apa yang mesti saya tulis di email?

Lagi-lagi demi menjaga rekam jejak yang baik, tulislah apa adanya tanpa terlalu banyak melebih-lebihkan. Bahwa dengan email tersebut kamu resmi mengundurkan diri dari kantor yang sekarang. Jangan lupa untuk berterima kasih untuk semua ilmu, pengalaman dan kesempatan yang sudah didapatkan selama bekerja disana. Jangan lupa juga untuk meminta maaf untuk khilaf dan kesalahan yang tidak disengaja maupun disengaja dan jangan lupa untuk mendoakan yang terbaik untuk kantor tersebut. Klise? Memang, tapi begitulah sebaiknya ketika mengirimkan email resmi.

Satu hal yang tidak banyak dilakukan oleh karyawan ketika resign adalah dengan membuka diri bahwa kamu akan siap membantu ketika dibutuhkan, hal ini bisa juga disampaikan ketika menulis email resmi. Karena terkadang, ada pekerjaan yang belum tuntas dan atau masih membutuhkan bantuan kita walaupun sudah sertijab dengan pengganti kita. Tidak ada ruginya kan.. Ini juga akan menjadi rekam jejak yang sangat bagus di kemudian hari untuk attitude yang sudah sangat jarang ditemui.

Sekian dan semoga bermanfaat…

Advertisements

5 thoughts on “Tips Ketika Resign ala nunik99

    • nunik99 says:

      lha kok gini πŸ˜† … belum adaa, nantik dikabarin kalo ada yaaa .. etapi kemarin start up-nya shafiq yang baru nyari GA, mau ndak? kalo mau ntar tak tanyain, masih butuh apa ndak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s