Menyusuri Setapak Menuju Air Terjun Cibeureum

Kalau sebelumnya saya menulis mengenai cara menuju ke Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dan Kebun Raya Cibodas beserta retribusinya, sekarang pengen nulis mengenai perjalanan menuju air terjun cibeureum.

Berangkat dari jakarta pagi2 dan sampai di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango jam 7an pagi banyak memberi keuntungan untuk saya dan riwis. Tidak macet di puncak, bisa nyetir dengan santai bahkan sempat mampir dulu di Masjid Atta’awun di puncak pass sebelum akhirnya sampai akhirnya nemu ucapan selamat datang. Pagi itu kami akan menuju air terjun cibeureum.

Air terjun cibeureum terletak di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Yang jaraknya 2,8 km dari titik berangkat. Kalau menurut bapak di loket retribusi, jalan santai bisa sekitar 1,5jam. Sebelumnya kamu akan menemukan ucapan selamat datang dan menapaki anak tangga sebelum akhirnya ketemu loket untuk membayar retribusi sebesar rp. 7000 perorang.

Kira-kira seperti ini ucapan selamat datang di Taman Nasional pict by @riuusa

Kira-kira seperti ini ucapan selamat datang di Taman Nasional
pict by @riuusa

Tangga menuju titik awal pendakian

Tangga menuju loket pembayaran retribusi

Sebelum masuk kesini harus bayar retribusi lagi

Sebelum masuk kesini harus bayar retribusi lagi

Akhirnya, mari trekking

Akhirnya, mari trekking

Selama perjalanan menuju air terjun, terlihat beberapa papan besi yang berisi informasi pun himbauan, yang sebaiknya dibaca dan ditaati untuk kebaikan bersama.

please read carefully

please read carefully

Mending jangan coba-coba dilanggar ya

Mending jangan coba-coba dilanggar ya

Macam-macam species yang ada di kawasan ini

Macam-macam species yang ada di kawasan ini

jkjk

hati-hati ya

jkjk

Rawa Gayonggong

Konon kalau beruntung, akan ketemu macan tutul/kumbang yang kebetulan lagi turun (((KALO BERUNTUNG))). Tapi kata penjaga disana, pun binatang itu turun tidak akan menyerang manusia karena kebutuhan makanan mereka terpenuhi dan jangan diganggu aja. Bok siapa juga yang iseng gangguin macan ya :|.

Track menuju beberapa tempat yang ada di kawasan Taman Nasional ini sudah dibuat sedemikian rupa sehingga memudahkan siapa saja yang menuju kesana. Selama perjalanan atau pas beristirahat, cobalah untuk tidak saling mengobrol. Nikmati suara alam dan makhluk hidup yang ada disana, its heaven!. 

Ketika kami kesana, sepertinya malam sebelumnya hujan jadi track licin. Walaupun sudah menggunakan sepatu untuk trekking dan jalan hati-hati, tetap saja saya kepleset :lol:.

Track berbatu yang sangat licin kalau musim hujan / setelah hujan

Track berbatu yang sangat licin kalau musim hujan / setelah hujan

Selain track berbatu, track seperti jembatan ini juga ada

Selain track berbatu, track seperti jembatan ini juga ada

Melewati Telaga Biru, yang kemarin warnanya hijau. Mungkin karena perubahan warna alga yang tumbuh di telaga tersebut

Informasi mengenai Telaga Biru

Informasi mengenai Telaga Biru

Telaga Biru yang ketika kami kesana berwarna hijau

Telaga Biru yang ketika kami kesana berwarna hijau

Kami sampai di air terjun cibeureum dalam waktu 1 jam, sedikit terburu-buru memang, namanya juga pemula. Pengen seneng-seneng sambil trekking tapi juga pengen cepet sampai :lol:. Disana sudah lumayan ramai, dan membuat saya sedikit tidak nyaman, karena tidak sesuai ekspektasi. Kirain disana tidak terlalu banyak orang karena udah berangkat pagi-pagi, jadi bisa menikmati suasana :lol:.

Dingiiin brrr

Dingiiin brrr

Kabutnya menyenangkan yaaa

Kabutnya menyenangkan yaaa

Dikawasan air terjun cibeureum ada 2 air terjun lagi yang saya lupa namanya. Intinya sama, air terjun :lol:. Kami tidak lama berada disana, karena terlalu ramai dan semua bale-bale disana sudah terisi jadi tidak bisa sekedar selonjoran. Setelah foto-foto, kami memutuskan untuk turun.

Untuk turun, kami membutuhkan waktu 1jam 25menit. Karena menuruni track batu dan licin itu butuh effort lebih agar tidak kepleset. Sedikit melelahkan tapi kami menikmati perjalanan. Walaupun agak terganggu dengan riuh beberapa rombongan yang akan naik, setidaknya ada banyak tawa karena melihat tingkah polah beberapa orang dalam rombongan tersebut.

Kami juga beruntung karena bertemu dengan sekumpulan primata; owa. Walopun saya tidak yakin bahwa itu owa, karena ekornya panjang. Bisa jadi itu adalah monyet ekor panjang. Tapi saya bersyukur bisa bertemu dengan mereka. Ntah mereka yang terbiasa dengan keberadaan manusia, kumpulan itu ada tepat diatas kami bercengkrama sambil makan, tidak merasa terganggu dengan keberadaan kami. Indahnya kebersamaan hihihihi

Kumpulan owa atau mungkin monyet ekor panjang

Kumpulan owa atau mungkin monyet ekor panjang (iya yang keliatan ekornya aja 😆 )

Beberapa tips ketika kamu mau naik ke air terjun cibeureum atau beberapa lokasi disana

  • Jangan takut untuk tersasar karena sepanjang perjalanan, petunjuk arah terpasang dan bisa langsung tertangkap oleh mata. Selain itu juga banyak orang yang naik turun, jadi jangan sungkan untuk bertanya. Tapi pastikan bahwa orang yang lewat tersebut kakinya napak ya 😆
  • Pastikan kamu menggunakan alas kaki yang proper. Bukan sandal jepit atau sepatu trepes genit yang biasa dipakai untuk jalan-jalan. Demi untuk menghidari keseleo atau luka berlebihan ketika terjatuh atau kepleset.
  • Jangan lupa untuk membawa balsem, incase kalau kamu keseleo bisa langsung urut sendiri ditempat.
  • Jangan takut untuk berbasah-basah ria di air terjun atau kebelet pipis karena disana tersedia kamar untuk ganti. Mungkin toilet, saya tidak begitu mengerti karena hanya melihat dari jauh.
  • Bawalah cemilan dan air minum, karena selama perjalanan tidak ada orang yang berjualan.
  • Jangan lupa untuk selalu membawa turun sampah sendiri. Karena masih melihat sampah bekas cemilan bertebaran di beberapa spot.
  • Ketika naik, akan ada track yang menanjak, kalau kamu pemula seperti kami jangan dipaksakan untuk naik terus tapi berhentilah untuk beristirahat sejenak.
  • Ketika naik dan turun di track yang basah, hindari untuk menginjak kayu/akar. Carilah bebatuan untuk ditapaki. Karena kayu lebih licin dan terbukti saya kepleset lucu pas nginjak kayu/akar tersebut 😆
  • Wisata air terjun cibeureum ini sangat proper untuk anak SD yang suka jalan jauh dan menanjak. Karena bisa berhenti dimana saja kalau capek. Hanya saja sedikit kesulitan kalau ingin buang air besar dan kecil.
Advertisements

2 thoughts on “Menyusuri Setapak Menuju Air Terjun Cibeureum

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s