[Sumbawa] Mengenal Kembali Tempat Saya Dibesarkan

Setelah 3 tahun tidak pulang, akhirnya saya kembali menapakkan kaki ke tanah tempat saya dibesarkan; Sumbawa Besar – NTB. Mendarat dengan sempurna menggunakan pesawat baling-baling wings air di Bandara Sultan M Kaharudin. Sebelumnya bandara ini bernama Brang Biji. Ntah sudah berapa lama nama bandaranya berubah. Pantesan waktu mau check in di path yang keluar terus Sultan M Kaharudin 😆

Bandara yang kecil mungil

Bandara yang kecil mungil

Pertama kali menggunakan pesawat baling-baling dan saya terkesan. Perjalanan singkat Denpasar – Lombok, Lombok – Sumbawa yang masing-masing menempuh waktu 30menit bisa membuat saya tertidur pulas. Mungkin lelah karena aktivitas sebelumnya selama 4 hari di Bali atau mungkin pilotnya bisa nyetir dengan sempurna. Good take off and landing capitan!

Wings Air Denpasar - Lombok, Lombok - Sumbawa

Wings Air Denpasar – Lombok, Lombok – Sumbawa

Sampai di bandara Sultan M Kaharudin, saya disuguhi dengan pemandangan ini, heaven!

Sampai di bandara Sultan M Kaharudin, saya disuguhi dengan pemandangan ini, heaven!

Sumbawa yang saya ingat 3 tahun lalu berbeda dengan Sumbawa yang saya datangi baru-baru ini. Lebih bersih, banyak bangunan baru, lebih rame. Ada berapa tempat makan yang kini berganti fungsi menjadi salon atau toko. Dan sudah sangat jarang ada angkot dan dokar. 

3 tahun lalu, angkot dan dokar sangat mudah ditemui, itulah alat transportasi yang saya gunakan kemana-mana. Tinggal nunggu depan gang, udah nemu. Tapi sekarang angkot sangat jarang sekali dan dokar lebih mudah ditemukan di pasar. Mereka sudah beralih ke ojek. Masyarakat Sumbawa urung menggunakan angkot karena rutenya terbatas, jauh berbeda dengan ojek yang bisa sampai manapun kita mau. Disamping itu uang muka motor dan cicilan yang murah menjadikan masyarakat Sumbawa cenderung untuk memiliki sepeda motor sendiri (Cerita om saya).

Mengelilingi Sumbawa menggunakan sepeda motor membawa ingatan saya kembali ke masa kecil. Masih lekat diingatan disaat teman-teman saya menggunakan sepeda motor (ketika SMA) berplat hitam kemana-mana, saya menggunakan sepeda motor plat merah dan bangga. Pokoknya kalo lihat cewek pake honda astra biru plat merah, itu pasti Nunik :lol:. Pernah ada cerita, kalau motor tersebut ditarik oleh kantor bapak (ntah alasannya apa), dan saya nangis sepanjang hari sampai sakit gara-gara gak mau motor itu diambil lagi sama kantor bapak. Mungkin karena tidak tega atau bagaimana, seminggu kemudian motor biru plat merah itu ada di halaman dan bisa saya gunakan seperti biasa hihihi. Kami tidak mempunya motor pribadi, lagi-lagi ntah kenapa tapi pada waktu itu tidak masalah selama ada si biru plat merah :D.

Penampakan gang rumah saya yang posisinya diujung banget.

Penampakan gang rumah saya yang posisinya diujung banget.

Jam 06.00 pagi saya bersama ponakan jalan-jalan melintasi rute yang sering saya lewati dulu. Kenapa jam 6 pagi karena belum ada polisi (gak punya sim motor) dan jalanan tidak rame jadi saya bebas untuk mengabadikan beberapa tempat, dan wajar kalo masih pada tutup :). Aaaah beberapa toko masih ada, which is umurnya lebih tua dari umur saya. Tampak depan yang sama membuat saya bertanya-tanya; pemilik toko tidak kepikiran untuk merombak tokonya setelah sekian lama kenapa?  apa karena kurang laku? tapi kalo kurang laku, masa iya masih bertahan sampai sekarang.

Sumbawa Grand Mall

Sumbawa Grand Mall, ini jamas saya kecil tidak ada. baru ada sekitaran tahun 2010-an (semoga tidak salah)

Pertokoan yang d sebrang itu tempat saya beli buku-buku, sepatu dan baju sekolah

Pertokoan yang d sebrang itu tempat saya beli buku-buku, sepatu dan baju sekolah

Jalan utama di Sumbawa. Depan kantor Bupati

Jalan utama di Sumbawa. Depan kantor Bupati

Menghabiskan waktu di SD ini - SDN 2 Sumbawa Besar

Menghabiskan waktu di SD ini – SDN 2 Sumbawa Besar

Hotel ini juga sudah ada dari aku kecil.

Hotel ini juga sudah ada dari aku kecil. Kalo ndak salah ini hotel pertama di Sumbawa (kalo ndak salah)

Setelah itu saya sempatkan untuk ke pasar berburu makanan sering saya makan. Ada kalimat seperti ini “Ingin mengetahui bagaimana kebudayaan suatu daerah? Kunjungilah pasar tradisionalnya” . Dan di pasar ini saya kembali belajar mengenal Sumbawa, tempat saya dibesarkan.

Dangeh. terbuat dari kelapa yang dibakar dan didalamnya ada gula merah

Dangeh. terbuat dari kelapa yang dibakar dan didalamnya ada gula merah

Gecok. Bahan dasarnya babat tapi ada juga yang menggunakan daging sapi. Biasanya dimakan dengan ketan kuning

Gecok. Bahan dasarnya babat tapi ada juga yang menggunakan daging sapi. Biasanya dimakan dengan ketan kuning

Baso Gesang. Jagung rebus pakai kelapa + gula pasir. Ini dulu makanan wajib setiap minggu pagi

Baso Gesang. Jagung rebus pakai kelapa + gula pasir. Ini dulu makanan wajib setiap minggu pagi

Sambusak. Semacam pastel tapi isinya kecambah rebus. DImakan pakai kuah sambal. Dan yang fenomenal itu yang ada di kampung depan SD 2 Sumbawa

Sambusak. Semacam pastel tapi isinya kecambah rebus. Dimakan pakai kuah sambal. Dan yang fenomenal itu yang ada di kampung depan SD 2 Sumbawa

Buah Juwet. Biasanya buahnya itu besar-besar tapi pada waktu saya ke pasar buah juwet yang besar-besar tidak ada. yang manis adalah buah yang sedikit lembek

Buah Juwet. Biasanya buahnya itu besar-besar tapi pada waktu saya ke pasar buah juwet yang besar-besar tidak ada. yang manis adalah buah yang sedikit lembek

Sayangnya saya tidak menemukan satu jajanan yang pengen banget saya pamerin tunjukkan. Namanya Kue Janda Berenang. Saya belum menemukan jawaban kenapa dinamakan Janda Berenang. Informasi yang saya dapatkan; Janda itu merupakan kiasan untuk menggambarkan kue yang cantik (janda digambarkan sebagai individu yang cantik & menarik (?)). Berenang karena ada kacang hijau didalamnya. Kue ini sudah ada sejak tahun 1970-an dan sangat banyak ditemukan kalau bulan puasa. Pernah lihat Kue Brongko? Nah bentuknya seperti itu, dibungkus pakai daun pisang. Bahan dasarnya tepung maizena & pewarna makanan warna pink & kacang hijau yang dihaluskan.

Saya juga sempat mengabadikan pasar yang umurnya lebih tua dari saya. Namanya Pasar Seketeng. Pasar ini banyak berubah. Lebih besar namun dalamnya sempit karena padat pedagang, tapi sayang perluasan pasar ini mengakibatkan lokasi dibagian paling dalam jadi sepi karena pedagang banyak yang pindah ke depan. Foto-foto yang saya ambil ini sebagian besar yang di bagian luar.

Ini di bagian dalam

Ini di bagian dalam

Bagian dalam

Bagian dalam

Di bagian luar

Di bagian luar

di bagian luar

di bagian luar

Lihat di belakang ibu-ibu yang jualan ikan itu, tempat sampah :|

Lihat di belakang ibu-ibu yang jualan ikan itu, tempat sampah 😐

Masih banyak perempuan Sumbawa yang menggunakan bedak dingin. Ada yang terbuat dari beras, ada juga yang tidak. kalau kata ibu ini biar tidak terbakar sinar matahari

Masih banyak perempuan Sumbawa yang menggunakan bedak dingin. Ada yang terbuat dari beras, ada juga yang tidak. kalau kata ibu ini biar tidak terbakar sinar matahari

Dokar

Dokar

Sekian cerita singkat mengenai Sumbawa. Tahun depan ketika saya pulang lagi, pengen mengunjungi tempat-tempat seperti Rumah Loka, Masjid Agung, Labuhan Poto Tano dan beberapa pantai. Anyway, jarak rumah saya dari pantai tidak lebih dari 15 menit, tapi pemandangannya biasa buat saya. Malah cenderung kotor, padahal sudah banyak warung dan saung-saung disana. Tapi jangan salah, Sumbawa menyimpan banyak sekali pantai-pantai yang cantik. Nanti saya kasih tau kalau pas pulang lagi ya :).

Ah iya, satu hal yang harus diketahui. Sumbawa berbeda dengan Lombok dalam hal oleh-oleh. Atau setidaknya itu yang saya ketahui. Di Lombok kita bisa dengan mudah menemukan kain khas lombok, kaos, souvenir dsbnya, kalau di Sumbawa? Tidak ada :D. Sumbawa mempunyai songket yang harganya sekitaran 1jt-an. Layaknya songket pada umumnnya, kainnya berat dan warnanya gonjreng (Sumbawa khas dengan warna-warna terang). Kata ibu saya semua perempuan Sumbawa harus punya songket sendiri karena menandakan identitas. Saya punya songket warnanya orange, tapi lagi-lagi saya lupa untuk foto hihihi. Belinya dimana? Ibu saya bilang dari pengrajinnya langsung di desa mana gtu. Tapi tidak tau bagaimana menghubungi kembali karena orangnya itu ndak punya telp. Lupa juga nanya bagaimana kok bisa ketemu dengan pengrajinnya. Nanti saya tanyakan lagi ya 🙂

*semua foto diambil menggunakan Samsung Galaxy K Zoom

Advertisements

22 thoughts on “[Sumbawa] Mengenal Kembali Tempat Saya Dibesarkan

  1. Natalia says:

    Aku ke Lombok belum pernah, apalagi Sumbawa. Kalau nanti ada foto-foto pantai cantiknya, mau lihat ya mbak! 😀 Btw Sumbawa itu di pulau sebelah mana, kayaknya aku harus cek lagi di peta xD

  2. jensen99 says:

    Perkembangan suatu kota kecil mudah dilihat dari sudah berapa banyak mall yang berdiri dan franchise apa saja yg sudah masuk ya.. 😀
    Ini postingan menarik, cuma kurang foto rumahmu sendiri nik.. :mrgreen:

    • nunik99 says:

      Nah aku lupa menyebutkan hal ini juga mas, karena fokusnya ke pasar :lol:. anyway setuju dan baru nyadar kalo di sumbawa belum ada alfamart & indomaret…

      rumah saya? ndak di foto hahahahha

    • nunik99 says:

      eh yuuk tahun depan jeng,, aku pengen explore beberapa tempat soalnya,,, ayook sana nabung,, penginapan sama makan ntar aku yang tanggung deh,, kamu prepare dana untuk tiket pp sama transportnya,, sepertinya kita akan rental mobil *ini ajakan serius

  3. fadlun says:

    Pasarnya mirip di bima dan itu sembusak sama buah juwet..kalau aku ke bima kudu makan itu he he…mau dech ke sumbawa nanti.ada om juga tinggal di sana.ntb selalu ngangeni ya mba

  4. kazuka says:

    Ngliat foto2 yang anda post ini membuat aor mata saya jatuh,, Klo boleh tau anda lulusan angkatan berapa di sdn 2 sumbawa??,,

    • nunik99 says:

      gara2 ditanya ini jadi ngitung mundur dah :lol:.. kalo gak salah aku lulus sd tahun 93 deh, kalo gak salah yaa soalnya ngitung mundur dari masuk kuliah tahun 99 *dijelasin 😆

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s