Rendang VS Yoghurt

Sebenarnya judul dan isi tulisan korelasinya hanya sedikit, tapi ya udahlah yaaa πŸ˜†

Semua berawal ketika saya melihat tweet dari @sisogi

1

Ntah kenapa sekelebat saya malah kepikiran rendang. Karena yang tersimpan di kepala saya itu sisogi = rendang πŸ˜† *salim. Iya soalnya waktu Socmedfest 2013 di fX, beliau jualan rendang dan itu yang tersimpan di memori.

Β 1

Bicara rendang itu juga ada alasannya. Sudah beberapa bulan ini makan siang di kantor selalu disediakan. Bukan katering tapi beli lauk di beberapa warteg langganan atau warung penyet atau warung padang atau warung sate atau tempat langganan lainnya. Terkadang kalo pas yang masuk kantor sedikit, bisa beli makanan yang agak mahal biar totalannya gak terlalu mahal :lol:. Jadinya kalo ada temen atau kenala atau siapa aja jualan lauk pastinya disamber πŸ˜†

Yang mengatur menu adalah saya. Seminggu dua minggu pertama makan siang berjalan lancar bahkan sampai sebulan. Setelah lebih dari sebulan, mulailah kebingungan melanda. Pun menu di rolling dan di combine tapi tetap saja itu bukan pekerjaan mudah.

Seketika saya menjura ke perempuan-perempuan yang memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga. Sedikit banyak saya mengetahui rasanya menjadi ibu rumah tangga, walaupun dengan kondisi yang berbeda. Mereka punya keluarga beneran, mengurus anak dan suaminya; saya mengurus anak dan suami orang ,,,, dikantor :3. Tapi saya tidak menyangka bakalan serumit ini.

Saya cuma memastikan kebutuhan kantor itu terpenuhi beserta printilannya dan memastikan orang kantor makan siang dengan menu yang saya suka cukup aja udah puyeng dan kadang kehabisan ide terus diserahin ke pak hadi hihihihi. Apalagi mereka, para ibu rumah tangga. Mengurusi rumah, anak, suami beserta printilannya. They can run a whole package perfectly, beautiful!. Pun punya mbak yang bantu-bantu di rumah tapi mereka tetap leader yang memastikan bahwa semuanya berjalan dengan baik. Belum lagi mereka masih bisa punya kegiatan sampingan, masih bisa hang out dengan teman-temannya dengan keadaan keluarga yang terurus dengan baik. Owsom!

Beberapa teman perempuan saya ada yang memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga, walaupun sebelumnya mereka sudah memiliki karir yang cukup baik di pekerjaan mereka. Salut!

Saya selalu mengatakan kepada kakak perempuan saya yang nomer dua, bahwa menjadi ibu rumah tangga itu bukan pekerjaan memalukan, itu pekerjaan terberat di dunia dengan tanggung jawab yang sangat besar. Gajinya langsung dari Allah. Tapi dengan begini saya jadi bisa sedikit lebih memahami semua kesulitan, keribetan dll dll.

Bagaimana mereka harus berpura2 sehat untuk keluarganya padahal mungkin sedang tidak enak badan, bagaimana mereka harus pura2 happy padahal mungkin mood lagi hancur, bagaimana mereka harus menyenangkan keluarga mereka padahal mungkin mereka sendiri sedang sedih, bagaimana mereka harus kuat padahal mungkin mereka rapuh, bagaimana mereka harus mengerjakan itu padahal ini juga minta dikerjakan, bagaimana mereka harus kompromi mengenai hal-hal yang mungkin tidak mereka suka atau tidak sesuai dll dll.

Dear para perempuan-perempuan hebat yang memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga, semoga selalu diberi kesehatan, kekuatan. Terima kasih untuk semua pelajaran dan inspirasi yang diberikan. Semoga kelak saya bisa mengikuti jejak kalian, untuk menjadi perempuan hebat untuk keluarga saya dan bermanfaat untuk banyak orang πŸ™‚

Have a great Friday everyone!

Advertisements

6 thoughts on “Rendang VS Yoghurt

  1. Kimi says:

    Errr… Anu, Mbak, habis baca ini aku membayangkan kerepotan ibu rumah tangga. Kemudian, aku menjadi… takut. Tapi, tetap kepingin jadi ibu rumah tangga dan tetap bekerja juga. Tapi, jodohnya belum ada. Aku harus bagaimana dong? *kemudian dikeplak karena komen curcol*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s