Semarang Heritage; Obyek Wisata yang Belum Tergarap Maksimal

Semarang memiliki obyek wisata yang beragam. Namun sayang belum didukung dengan moda transportasi memadai, setidaknya itu yang saya rasakan selama 3 hari berada disana, pilihannya adalah menggunakan kendaraan pribadi atau taksi. Tidak ramah -mungkin- untuk para backpacker tapi Semarang merupakan kota yang  pantas untuk di explore dengan biaya yang -mungkin- sedikit tinggi..

Beberapa obyek wisata yang saya datangi ini mungkin bisa menjadi referensi kamu ketika berada di Semarang. Semua bermula dari Best Western Star Hotel, Jln MT Haryono tempat saya menginap.

Klenteng Sam Poo Kong

Dikenal juga dengan nama Gedung Batu, Sam Poo Kong merupakan tempat peribadatan umat Tri Darma terbesar di Semarang. Keberadaan Sam Poo kong tidak bisa dipisahkan dari kisah pelayaran admiral Cina muslim bernama Laksmana Cheng Ho. Sangat terlihat dengan adanya patung Laksmana Cheng Ho setinggi 10,7 m, yang kabarnya merupakan patung tertinggi di Asia Tenggara. Patung ini yang kemudian menjadi latar wajib bagi setiap pengunjung ketika berfoto termasuk saya

Plaza utama (halaman) - Gerbang kemakmuran (?) dan Laksamana Cheng Ho

Plaza utama (halaman) – Gerbang kemakmuran (?) dan Laksamana Cheng Ho


Kompleks klenteng Sam Poo Kong terbagi menjadi dua: Plaza Utama (halaman) dan Bangunan Klenteng. Plaza utama ditujukan untuk pengunjung yang sekedar menikmati keindahan klenteng, sedangkan Bangunan klenteng ditujukan untuk mereka yang ingin berdoa atau melakukanTjiam Shi (ritual untuk membaca peruntungan).

Kompleks klenteng

Kompleks klenteng

Didominasi oleh warna merah, arsitektur Sam Poo Kong memang mempunyai magnet yang sangat kuat untuk menarik pengunjung lokal maupun asing. Saya sendiri dibuat terpana, berasa ada di dalam scene film kolosal euy

6

belum ke Sam Poo Kong kalo ga ada foto berlatar patung Laksamana Cheng Ho, SAH!

belum ke Sam Poo Kong kalo ga ada foto berlatar patung Laksamana Cheng Ho, SAH!

Tips: Klenteng Sam Poo Kong dibuka hingga jam 9.00 malam, kalau tidak mau berpasan-panasan dan mau ambil foto dengan suasana berbeda, sore menjelang malam adalah waktu yang pas.

  • Tiket masuk Plaza utama (halaman): 3.000
  • Tiket masuk kompleks bangunan klenteng: 20.000; 35.000 jika menggunakan guide
  • Biaya taksi dari hotel (jln MT Haryono) : 30.000

Pagoda Avalokitesvara

Dari Klenteng Sam Poo Kong, kami menempuh jarak sekitar 45 menit menuju Pagoda Avalokitesvara. Tepatnya di depan Markas Kodam Diponegoro. Avalokitesvara tercatat sebagai Pagoda tertinggi di Indonesia dengan tinggi mencapai 45 meter. Lagi-lagi saya memutuskan menggunakan taksi karena kendala minimnya angkutan umum.

pagoda avalokitesvara

pagoda avalokitesvara

Sebelum menapaki anak tangga menuju pagoda, disebelah kanan ada patung Sidharta Gautama yang sedang duduk dibawah pohon bodhisattva. Banyak pita merah bergelantungan pada ranting pohon bodhi menggelitik keingintahuan saya. Ternyata pita-pita tersebut berisi doa dan harapan agar dikabulkan Sang Maha Pencipta, setidaknya begitu penjelasan dari mas penjaga vihara.

Banyak orang yang menyebut pagoda ini sebagai pagoda Kwan Im, karena begitu tiba di pintu utama kita akan disambut oleh patung dewi kwan im yang sedang tersenyum.

pagoda3

Tepat di dalam pagoda terdapat patung Bodhisattva Avalokitesvara. Di depan patung inilah biasanya pengunjung melakukan Tjiam Shi. Dengan cara menggoyangkan beberapa batang bambu yang sudah diberi tanda hingga salah satunya jatuh. Bingung? Jangan khawatir, disana ada mas-mas penjaga yang akan membantu.

Bodhisattva Avalokitesvara

Bodhisattva Avalokitesvara

Pagoda Avalokitesvara  terdiri atas tujuh tingkat. Tiap tingkat memiliki empat buah patung Dewi Kwan Im yang menghadap ke empat penjuru.

Patung Dewi yang membawa bunga dan teratai bisa digunakan pengunjung untuk berdoa agar dimudahkan mendapatkan jodoh.

Patung Dewi yang membawa bunga dan teratai bisa digunakan pengunjung untuk berdoa agar dimudahkan mendapatkan jodoh.

Patung Dewi dengan membawa anak perempuan, ditujukan bagi pengunjung yang berkeinginan memiliki anak perempuan.

Patung Dewi dengan membawa anak perempuan, ditujukan bagi pengunjung yang berkeinginan memiliki anak perempuan.

Patung Dewi yang membawa anak laki-laki, digunakan pengunjung berdoa agar mendapatkan anak laki-laki.

Patung Dewi yang membawa anak laki-laki, digunakan pengunjung berdoa agar mendapatkan anak laki-laki.

Patung penjaga Dewi Kwan Im digunakan pengunjung untuk memohon panjang umur.

Patung penjaga Dewi Kwan Im digunakan pengunjung untuk memohon panjang umur.

Keberadaan kami di Pagoda Avalokitesvara memang sedikit diburu waktu karena ada taksi yang menunggu. Takutnya argo-nya kemahalan 😆 Sehingga tidak sempat untuk berkeliling kompleks, kabarnya ada Patung Budha tidur disana. Satu dari tiga patung Budha tidur yang ada di Indonesia. Seandainya saja kami bisa dengan mudah menemukan angkot atau setidaknya informasinya, pastinya bisa lebih puas dan santai berkeliling kompleks pagoda

  • Karcis masuk: –
  • Taksi ke hotel (jln MT. Haryono) : 120.000   😦

Kota Lama

Waktu menunjukkan pukul 1 siang, perjalanan kami lanjutkan ke Little Netherland. Setidaknya begitu kebanyakan orang menyebut Kota Lama.  Bangunan-bangunan kuno masih gagah berdiri, menyimpan segudang cerita yang tidak akan habis untuk diceritakan. Kanal-kanal air di sekitar Kota Lama yang hingga saat ini keberadaannya masih bisa dilihat, walapun tidak terawat :(. Saya baru tau kalau cikal bakal ibukota Jawa Tengah bermula disini.

Bangunan yang wajib dikunjungi saat berada di Kota Lama tidak lain adalah Gereja Blenduk yang umurnya lebih dari seperempat abad dan masih digunakan sebagai tempat ibadah. Sayang ketika saya kesana Gereja tersebut tutup, mungkin karena hari jumat mungkin karena hal lain, ntahlah. Lagi-lagi saya penasaran kenapa disebut Gereja Blenduk. Memiliki atap berbentuk kubah berwarna merah bata yang terbuat dari perunggu serta dua menara kembar di depannya. Masyarakat pribumi yang kesulitan mengucapkan nama dalam bahasa Belanda pun akhirnya menyebutnya blenduk (dirangkum dari beberapa sumber)

Tampak depan gereja blenduk

Tampak depan gereja blenduk

Kota Lama mempunyai agenda kegiatan yang diadakan di minggu kedua setiap bulannya ‘Koka Kola’ demikian kegiatan ini disebut. Singkatan dari Komunitas Klitikan Antik Kota Lama. Bazaar barang – barang antik nan jadul. Mulai dari setrika yang pake arang, telepon rumah yang diputer-puter, alat makan, mesin ketik, cincin dll dll.

aneka barang jadul

aneka barang jadul

Berbeda dengan Klenteng Sam Poo Kong dan Pagoda Avalokitesvara, akses ke Kota Lama sangat ramah dengan angkutan kota. Cukup dengan 3000 – 5000 kita sudah sampai di kompleks Kota Lama. Sempatkan untuk mengelilingi keseluruhan kompleks ya, karena bangunan-bangunan lama-nya sangat indah untuk dinikmati. Buat foto-foto? BISSA BANGET 🙂

  •  Tiket masuk: –
  • Angkot: 3.000

Lumpia Mba Lien

Jika masih ada waktu sekitar 1-2jam, sempatkan untuk menikmati Lumpia Semarang. Konon, belum ke Semarang kalau belum menikmati Lumpia. Saya memilih Lumpia Mba Lien, selain karena lokasinya yang sangat dekat dengan Kota Lama (15-20menit berjalan kaki. IYA jalan kaki sambil digodain sama mas-mas tukang becak 😐 ) dan kabarnya Lumpia Mba Lien ini merupakan Lumpia paling enak di Semarang (walopun akhirnya itu tergantung selera juga).

1

Bermodal 10.000 untuk Lumpia biasa, 11.000 untuk Lumpia ayam dan 12.000 untuk Lumpia udang, akhirnya saya men-sah-kan diri jadi anak semarang *lah :lol:. Lumpianya besar, isinya padet banget. Pesen satu aja udah kenyang

lalapannya sangar :lol:

lalapannya sangar 😆

Sisakan ruang di perut kamu untuk mencoba Bistik Lidah ala Toko Oen yang jaraknya hanya selemparan sempak badan. Toko kue legendaris yang saat ini juga mempunyai cabang di Malang. Memasuki bagian dalam Toko Oen berasa terlempar ke jaman oma-opa belanda. Toko Oen masih mempertahankan bangunannya yang merupakan peninggalan Belanda ditambah lagi dengan interior yang serba kuno dan vintage.

2014-09-19 16.43

Selain Bistik Lidah, yang harus dicoba adalah Es krim. Karena Oen terkenal dengan roti dan es krim yang diolah sendiri. Saya memutuskan untuk mencoba es krim rhum raisin.

1

Cukup 7 jam saja untuk menikmati obyek wisata ‘sejarah’ di Semarang. Bagi saya ini Semarang yang ingin saya kenang, ini Semarang yang ingin saya ceritakan kepada teman-teman, sanak saudara dan anak cucu saya kelak. Semoga ketika saya kembali ke Semarang dan ingin explore beberapa tempat lain, angkutan umum bisa dengan mudah saya dapatkan, setidaknya informasi yang kami dapatkan tidak simpang siur 😀 karena saya sudah punya list beberapa tempat yang ingin saya kunjungi. Apa saja? LAHACIAK! ^^

Advertisements

6 thoughts on “Semarang Heritage; Obyek Wisata yang Belum Tergarap Maksimal

  1. nurhaqf says:

    ngga kontak aku sih mbak Nunik. aku anter pake mobilku bisa murah meriah *buka jasa sewa mobil*

    oya, kalo ngga salah Toko Oen Malang ngga ada hubungannya sama Toko Oen Semarang lho

    -Iyan Ferdian-

    • nunik99 says:

      Eh iya mas iyan, nyuwun sewu.. Kemarin itu maksud hati mandiri 😄😄😄

      Wooogh beda yaaa? Sik coba tak cek2 besok yaa, maturnuwun sudah diingatkan 🙏🙏🙏

  2. Gatoloco Mbelgedes says:

    Warisan sejarah di kota Semarang perlu dilestarikan. Indonesia memiliki potensi pariwisata yang luar biasa, namun sayang belum banyak yang digarap serius. Harus ada kerja sama yang baik dari semua pihak. Pemerintah jangan hanya mengurusi dirinya sendiri, bangsa ini butuh perubahan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s