Kapan Terakhir ke Dapur?

Pertanyaan tidak penting yang terlintas beberapa hari yang lalu ketika melihat onggokan sayur di kulkas kantor. Sejak mengubah pola makan, saya selalu masak untuk makan siang, masaknya di dapur kantor. Apa saja yang sudah pernah saya masak bisa dilihat disini. Iya, memang sengaja saya pisahkan di tumblr, biar keren aja gtu *abaikan.

1ini salah satu dari sekian ribu masakan saya

Yang dimasak juga yang simple-simple aja, bermodalkan bawang putih, bawang merah, lada dan sedikit penyedap rasa. Untuk sayurnya juga beli di babang tukang sayur deket kantor. Tapi sejak makan siang disediakan kantor, intensitas memasak jadi sangat berkurang. Ya walaupun saya juga yang menyiapkan menu makanan perhari, tapi kok jadi males masak lagi ya hihihi. Kebetulan di beberapa warung yang menjadi langganan, masakannya bisa rikues untuk dikurangi garam/penyedap rasa & dikurangi minyaknya untuk sayur yang ditumis.ย 

Berkegiatan di dapur saya tidak melulu untuk masak sayur, ketika bulan puasa kemarin setiap hari saya iseng bikin takjil untuk anak kantor. Takjilnya beragam, dari kolak, sup buah, es blewah dll dll. Masih menganut azas yang simple-simple aja, karena sebenarnya saya ini bukan tukang masak handal. Tidak jarang juga takjilnya sambil di-experimen-kan (ditambahin ina inu, dicampurcampur ini itu), hasilnya? Rata-rata bilang enak sik & habis. Ntah karena laper karena puasa atau takut kalo bilang ga enak, ga bakalan dimasakin lagi ๐Ÿ˜†

Dengan intensitas masak yang berkurang bukan berarti saya ga bolak balik dapur, secara itu akses satu-satunya menuju garasi lewat belakang :lol:. Masih iseng-iseng bikin puding, tumis2, bikin pecel, bikin kolak/burjo dll. Kesibukan sehari-hari dikantor yang bisa dibilang biasa-biasa saja ini tidak jarang bikin otak berasap, tidak tenang, gelisah; saya butuh meditasi untuk menenangkan dan menyeimbangkan diri atau kegiatan yang membuat saya melupakan sejenak semua rasa dan fokus di satu hal saja. Dan saya menemukan hal tersebut ketika saya masak. Ada yang bilang meditasi ada yang bilang pengalihan. Apapun sebutannya, yang jelas bisa membuat mood saya membaik setelah melakukannya. Apalagi kalau masakannya disukai awas aja kalo gak suka. ๐Ÿ˜†

Untuk tipikal orang seperti saya yang jarang masak, kegiatan memasak itu menjadi satu moment tersendiri. Lain halnya dengan orang-orang yang rutin memasak setiap hari, ke dapur untuk masak atau bikin sesuatu adalah hal yang sangat biasa. Satu saat nanti, ketika saya menjadi seorang istri, kegiatan rutin memasak bisa jadi saya lakukan. Apakah nanti akan sama ‘rasanya’? Kita lihat saja nanti. Jadi kapan terakhir kamu ke dapur?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s