Karena Perlindungan Kesehatan Bukan Semata Tugas Pemerintah

Sebelumnya saya sudah tsurhat sedikit mengenai alasan mengikuti workshop #sahabatJKN, jadi?

Secara singkat, JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) adalah Jaminan kesehatan yang diselenggarakan oleh BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) agar masyarakat indonesia terlindungi dalam system untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, bermutu dan terjangkau. Dengan cara membayar premi kesehatan (iuran tiap bulan) dan program ini harus diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia  dari yang tidak mampu sampai yang mampu, tanpa kecuali.

jkn

Gotong royong dan Portabilitas adalah 2 dari 9 prinsip JKN yang menarik perhatian saya. Kenapa? Begini ceritanya

2019 adalah batas terakhir seluruh masyarakat Indonesia menjadi peserta BPJS dan masyarakat Indonesia secara keseluruhan berhak mendapatkan jaminan kesehatan (Universal Health Care) baik yang mampu ataupun tidak mampu termasuk warga negara asing yang bekerja/menetap di Indonesia minimal 6 bulan. Dimana masyarakat yang mampu diwajibkan membayar iuran tiap bulan dengan nominal yang sangat terjangkau. Bagaimana dengan masyarakat yang tidak mampu? Apakah mereka wajib membayar premi? Disini peran serta masyarakat yang mampu. Dana yang mereka setor tiap buat bisa dipakai untuk menalangi kebutuhan dana dari masyarakat yang tidak mampu, karena ga setiap saat kita sakit kan? Semoga tidak. Semacam subsidi silang gtu.

Ada pertanyaan lucu tapi menurut saya ini point dari gotong royong, ditanyakan oleh mba ani: gimana kalo misal 5 tahun sejak terdaftar menjadi anggota BPJS dan ga pernah sakit, apakah uang yang tiap bulan disetor itu bisa diambil? NAH INI. Jawabannya adalah tidak bisa, karena dana tersebut dipakai untuk menalangi biaya dari saudara kita yang tidak mampu dan membutuhkan pertolongan (sakit). Karena perlindungan kesehatan bukan semata tugas pemerintah, namun tugas bersama kita sebagai masyarakat Indonesia.

Bagaimana kalau saya pindah ke daerah lain atau ketika sedang ada di daerah lain dan jatuh sakit, apakah kartu JKN saya bisa digunakan? BISA, inilah point utama dari portabilitas (portable = bisa dibawa/digunakan dimana saja selama masih berada dalam wilayah NKRI).

Berikut adalah besaran premi/iuran yang harus dibayarkan

  • 25.500 per bulan untuk mendapatkan pelayanan di ruang perawatan rumah sakit kelas III
  • 42.500 per bulan untuk mendapatkan pelayanan di ruang perawatan rumah sakit kelas II
  • 59.500 per bulan untuk mendapatkan pelayanan di ruang perawatan rumah sakit kelas I

Sedikit sedikit menjadi bukit, sambil mendayung minum air. Dengan nominal yang disebutkan diatas, rasanya tidaklah terlalu memberatkan kita untuk membayarkan premi/iuran sebagai jaminan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan ketika sakit. Disamping itu juga bisa sambil membantu saudara kita yang tidak mampu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak sehingga tidak akan ada lagi tagline “orang miskin dilarang sakit”, sehingga tidak akan ada lagi yang ditolak untuk berobat ke puskesmas atau rumah sakit, karena azas membantu itu selayaknya tidak memberatkan kita juga. Bukan begitu bukan? 🙂

Hampir semua penyakit dijamin untuk mendapatkan pelayanan dan akomodasi kamar termasuk HIV/AIDS. Sedangkan untuk gangguang psikologi seperti Bipolar danlainnya yang tidak tertera dalam ketetapan BPJS bisa konsultasi dengan menggunakan fasilitas JKN karena memang salah satu manfaat JKN juga mencakup konsultasi (untuk hal ini semoga saya tidak salah mengambil kesimpulan dari materi yang diberikan, sebaiknya ditanyakan kembali ke BPJS). Dengan kondisi tertentu dan rujukan dari Faskes (fasilitas kesehatan) yang ditetapkan BPJS, peserta bisa juga mendapatkan fasilitas ambulans.

Sedangkan penyakit yang tidak termasuk di fasilitas JKN adalah:

  • Pelayanan kesehatan di Faskes (fasilitas kesehatan) yang tidak bekerjasama dengan BPJS kecuali darurat. INI PENTING!
  •  estetik (kecantikan/estetik)
  • Infertilitas (mendapatkan keturunan/kesuburan)
  • Narkoba atau penyakit yang timbul dari kesengajaan, seperti bunuh diri/menyiksa diri  *__*

Untuk mendaftar menjadi peserta BPJS bisa dilakukan dengan 2 cara:

1. Pendaftaran Offline

jkn

Jangan lupa untuk mempersiapkan:

  • Foto copy KTP
  • Foto copy KK
  • Pas foto ukuran 3×4 (2 lembar)

Tips pendaftaran offline: Sepagi mungkin ambil antrian, karena mesin nomor antrian sudah buka sejak jam 05.00.

2. Pendaftaran Online

Pendaftaran online dilakukan melalui website BPJS disini . Nanti bakalan ketemu form isian yang seperti dibawah ini

BPJS KESEHATAN

Setelah berhasil mendaftar, bayar ke Bank berdasarkan No Rekening Virtual yang didapatkan. Selanjutnya bisa mencetak e-ID BPJS yang fungsinya sama seperti ID yang dicetak di Kantor BPJS Kesehatan sesuai tempat tinggal.

1

BPJS memang mengarahkan untuk melakukan pendaftaran secara online, untuk menghindari antrian yang mengular naga panjangnya bukan kepalang menjalar jalar selalu kian kemari *abaikan. Tapi harus sabar ya kalau websitenya down, karena program ini baru berjalan beberapa bulan dan mereka melakukan perbaikan terus, percayalah. Itulah kenapa kemarin itu kami semua diajak untuk mengunjungi kantor cabang utama jakarta pusat. Untuk melihat langsung bagaimana keadaan yang sesungguhnya.

Untuk mendapatkan informasi lain yang lebih detil bisa langsung berkunjung ke www.bpjs-kesehatan.go.id atau bisa melalui Pusat Layanan Informasi BPJS Kesehatan (24 Jam) : (021) 500400

Mari menjaga kesehatan dengan mengatur pola makan dan pola hidup sehat. Kesehatan merupakan investasi yang sangat mahal harganya tapi bukan berarti kita tidak bisa merencanakan untuk mendapatkan jaminan pelayanan kesehatan dengan dana yang terjangkau. Hak seluruh masyarakat Indonesia adalah untuk mendapatkan jaminan perlindungan kesehatan dan Pemerintah sudah memberikan hak tersebut kepada kita seluruh masyarakat Indonesia melalui program BPJS berupa Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Segeralah memanfaatkannya

Salam Indonesia Sehat!

Advertisements

2 thoughts on “Karena Perlindungan Kesehatan Bukan Semata Tugas Pemerintah

  1. baim says:

    Sy mau tanya… knp Uang setoran slm menjdi peserta bpjs bila psrta bpjs tdk prnh sakit Dan dan tdk bisa d ambil lgi alias Hangus…😧

    • nunik99 says:

      hai baim, terima kasih sudah mampir ya

      sebenarnya di tulisan itu sudah jelas, bahwa dana yang perbulanyang kita setorkan tersebut dipakai untuk menalangi biaya dari saudara kita yang tidak mampu dan membutuhkan pertolongan (sakit). itu sebabnya bpjs menganut azas gotong royong. selain itu juga, bpjs bukan seperti asuransi pada umumnya yang dalam jangka waktu tertentu jika kita tidak mengalami sakit, uangnya bisa diambil.

      semoga bisa membedakan yaaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s