Ngasih Barang Lungsuran, pantes?

Nah mengenai ini sebenarnya udah lama jadi dilema buat saya sendiri. Punya barang-barang yang sudah pernah dipakai kemudian tidak dipakai lagi, dikemanakan? Disumbangkan ke orang2 tidak mampu atau korban bencana alam? Kasih keluarga? Kasih teman? Garage sale?

Kebetulan lagi beberes lemari dan mengasilkan 3 tas penuh barang-barang yang sepertinya tidak akan dipakai lagi. Pernah kepikiran untuk bikin garage sale sendiri tapi kok ndak tega ya? Soalnya itu kan barang yang sudah pernah dipake. Iya bener pastinya sudah dicuci bersih dan disetrika dan wangi, dan teman-teman saya juga banyak yang garage sale barang-barangnya, tapi tetep gimana gtu ya. Pantes?

Dikasih keluarga? Sejak merantau ke jogja kemudian loncat ke jakarta biasanya barang-barang yang sudah tidak terpakai lagi saya kasih ke bapak kos. Terus dikemanain, itu saya ndak tau terserah bapaknya aja. Kalo barang-barang yang ada di sumbawa biasanya di kasih ke keluarga di desa atau ke panti asuhan.

Kasih ke temen? Nah ini. Terkadang saya masih dilema, apalagi kalo yang dikasih itu temen deket. Rasanya gimana gtu, ndak pantes aja. Kecuali kalo mereka yang minta ya, itu beda lagi, dengan senang hati di kasih :lol:. Tapi kalo ngasih ke temen itu lho, pantes?

Bedanya apa dengan dikasih ke panti asuhan atau keluarga atau orang-orang tidak mampu atau via bapak kos? *mbulet

Advertisements

7 thoughts on “Ngasih Barang Lungsuran, pantes?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s