Jalan-jalan ke Museum Danar Hadi, Solo

Beberapa waktu yang lalu sempat mampir ke Museum Danar Hadi bareng Agnes Marlita & Putry Amelinda. Pas sampe sana ternyata ada nikahan, kirain ga bisa masuk, ternyata bisa! ^^

Satu area Museum Danar Hadi itu ada 4 gedung (semoga ga salah). Ada Gerai Danar Hadi, Museum, Café & semacam gedung serbaguna (yang digunakan untuk nikahan –tadi-)

Museum Danar Hadi ada di  Jl. Slamet Riyadi 261 Solo, buka dari jam 09.00 – 17.00. Untuk masuk kesana, harus beli tiket masuk, per orangnya 30.000. Belinya di Gerai Danar Hadi (kasir). Di museum sudah ada guide yang siap nganterin keliling2 museum. Menurut wikipedia, museum ini di dirikan tahun 2008, tapi kata mas guidenya museum ini ada dari tahun 2010#yaksip.

Didalam museum kita tidak boleh menyentuh kain-kain batik yang ada, biar ga kotor & rusak karena batik-batik tersebut umurnya sudah tua jadi gampang rusak. Boleh juga foto-foto asalkan tidak menggunakan blitz, yeay! 🙂

Oiya mas guidenya bilang kalo owner batik danar hadi sempat ada di museum tapi hanya sebentar, semacam sidak kali ya *soktau :lol:. Berharap bisa ketemu tapi ternyata beliaunya pergi *sedih

Museum Danar Hadi terdiri dari 11 ruangan, yang setiap ruangan berisi koleksi yang berbeda-beda. Pertama kali masuk itu ruangan yang isinya batik-batik yang dilukis sama orang luar negeri sehingga batik itu dinamakan dengan nama pelukisnya. Diceritakan juga sejarah batik-batik yang ada. Motif-motif batik sesuai acara, mana yang boleh dipakai perempuan, mana yang tidak, mana motif yang diperuntukkan untuk raja, permaisuri, selir dsbnya.

Semua batik yang ada disana adalah koleksi pribadi dan jumlahnya sekitaran 11.000an tapi yang ada di museum hanya ada sekitar 5.000an. Ada yang pemberian dari teman beliau, ada juga yang dikumpulin sendiri.

Pemilik Batik Danar Hadi adalah sepasang suami istri; Santoso Doellah & Danarsih. Nama Danar Hadi sendiri diambil dari nama Ibu Danarsih dan Hadi Prijono (mertua santoso doellah). Danar Hadi hingga sekarang masih di kelola oleh generasi pertama karena beliau-beliau tersebut masih sehat wal-afiat 🙂

Di ruangan bagian dalam adalah tempat batik danar hadi di produksi, karena kami datangnya hari minggu dan mereka libur, jadi ga bisa lihat langsung proses pembuatannya. Disarankan berkunjung hari senin-jumat, sabtu juga gpp hanya saja hari sabtu, pabrik (istilah mas guidenya) hanya beroperasi sampe jam 12an siang.

Ternganga lihat semua koleksi batik disana, keren banget! Apalagi setiap koleksi ada penjelasannya. Misal Batik Karaton Surakarta à batik ini sudah di kenal sejak abad ke 17, saat sudah diciptakannya canting tulis dsbnya. Ga ada di pelajaran sejarah kan??..  Surga banget ada disana,  mengetahui sejarah batik itu bikin makin cinta sama indonesia *abaikan yang bobrok-bobrok 😀

Kalau pas jalan-jalan ke solo atau ke jogja, Museum Danar Hadi bisa jadi destinasi kamu selain ke alun-alun, srabi notosuman dan pasar klewer :). Oiya di jogja ternyata juga ada Museum Batik, sempat sekilas baca dimana gtu, nanti kalau sudah kesana, bakal diceritain yaa.

Ah iyaaa, disalah satu dinding museum ada foto-foto waktu ibu danarsih masih muda, keren euy.. Semacam socialite dijamannya 😆 etapi beneraan. Tapi sayang kemarin ga di foto, saking excitednya sama semuamua yang ada disana.

photo (5)Santoso Doellah & Danarsih

photo (3)

photo (4)Yang merah itu hansel & gretel yang bawahnya snow white

photo (6)

photo (7)

photo (8)

photo (9)

photo (14)Koleksi WAH – nya

photo (10)

photo (11)

photo (13) photo (12)Batik tulisnya mas guntur soekarno putra

photo (15)seolah-olah putri solo 😆

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s