Menikmati Jamu Layaknya di Rumah Sendiri

Pertama kali kesini diajak sama irene dua hari yang lalu, karena harus mendiskusikan sesuatu sehubungan dengan Social Media Festival 2013. Iya, kami salah satu panitia, malah promosi :lol:.  Kata irene tempatnya cozy, sepi, internetnya kenceng, dan ada jamu. Iya, jamu. Biasanya beli di mbok-mbok yang lewat depan kantor. Pun ada biasanya di jual di warung-warung seperti burjo yang ada di jogja.

Dan bener, tempatnya sesuai seperti yang digambarkan Irene, menyenangkan sekali. Jamu2 yang disuguhkan beneran jamu2 tradisional. Ada untuk anak2, jamu khusus wanita & pria, wedang jahe, ketan hitam yang kesemuanya disuguhkan dengan piring & gelas jaman jadul. Beneran kaya minum jamu di rumah budhe saya di salah satu desa di kulonprogo, jawa tengah, padahal ini di Jakarta lho.

Pertama yang saya pesan adalah jamu galian singset :lol:. Bukan karena pengen singset ya, tapi ntah kenapa pengen pesan itu :lol:. Saya bukan orang yang susah minum jamu dalam bentuk apapun, tapi ga segampang itu juga. Dari kecil memang sudah terbiasa minum jamu bubuk yang di seduh air panas atau jamu godok yang pahitnya mirip dengan pahitnya daun papaya, tapi terkadang perlu baca doa dulu biar tidak tersedak atau muntah hahahaha.

Selain menu-menu tradisional, disana juga ada salad, roti bakar, nasi goreng, pisang goreng, tofu dll. Kemarin saya nyoba tuna salad, pacarnya Irene nyobain nasi gorengnya, Irene nyoba tofu lada hitam crispy. Saladnya kelihatannya aja sedikit, ternyata bikin kenyang banget, tapi sayang tuna-nya agak asin *nunikgasukaasin :(. Oiya, buat kamu yang ga bisa makan pedas, sebelum pesan nasi goreng, jangan lupa nanya ke mas2nya ya. Soalnya kemarin nasi goreng yang dipesan eugene ternyata pedes pake banget :D.

Tofu lada hitam-nya yang bikin saya akhirnya balik lagi keesokan harinya :lol:. Bareng riuusa, minum wedang jahe & nyobain pisang goreng keju & selai caramel. Enyaaaakkk!! . Tapi kemarin malam, ada 4 perempuan yang sepertinya sahabatan ngumpul-ngumpul bareng suami-suaminya, jadi agak ribut, karena tempatnya memang kecil.  Cuma malah  seru,  bisa ndengerin mereka ngengosip 😆

Pemilik Suwe Ora Jamu ini sepertinya sangat suka dengan hal-hal berbau-bau jadul. Terlihat dari ornament yang ada di caffee ini. Sofa-sofanya di lapisin sama batik, jadi beneran mirip di rumah. Oiya kalo ke toilet yang ada di lantai atas, jangan kaget ya kalau di dalamnya ada poster Soekarno & Cermin antic segede gaban :lol:.

Kalau kamu suka jamu atau lagi kangen bubur ketan hitam masakan ibu dirumah,  ini patut untuk di coba, buka sampe jam 12 malam lho 🙂

Alamat lengkapnya :

Suwe Ora Jamu : Jalan Petogogan 1 No. 28 Jakarta Selatan.

1Suasana di Suwe Ora Jamu

2Ornamen di depan toilet, di dalam toilet dan di bawah tangga

Advertisements

8 thoughts on “Menikmati Jamu Layaknya di Rumah Sendiri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s