#Ariah

Pertama kali nonton Drama Musikal Kolosal ya kemarin itu. #Ariah, sebuah pertunjukan dalam rangkah HUT DKI Jakarta yang ke 486.

#Ariah menceritakan sejarah pemberontakan petani di Tambun, Bekasi.  Perjuangan seorang perempuan betawi dalam memperjuangkan hak – hak dan martabat rakyat dari penindasan Belanda.

CAM00546lighting & tata panggungnya keren kan 😉

Disetiap cerita, tidaklah pas kalau tidak ada intrik-intrik percintaan. Ada 3 lelaki yang memperebutkan #Ariah : Oey  Tambah Sia, Juki dan Tuan Mandor. #Ariah adalah perempuan biasa yang akhirnya jatuh cinta dengan dengan Juki, pemuda yang menolongnya ketika digoda oleh para centeng iseng.

Semua pihak dibelakang #Ariah memang keren banget. Sempat seolah-olah terbawa ke suasana jaman #Ariah. Bermain dengan teman2nya, berjuang melawan Belanda, mengalami saat2 jatuh cinta. Bisa membayangkan perasaan emak emper (ibu #Ariah) yang dilema karena anaknya dilamar Tuan Mandor. Membayangkan Istri Tuan Mandor yang mulai mencium gelagat suami-nya yang ingin memperistri #Ariah dll dll.

Panggung, tata cahaya sedemikian rupa sehingga bikin saya terpaku menganga 😆 . Orkestra-nya juga keren, selalu suka semua hasil karya jay subiakto & Erwin Gutawa.

Untuk persiapan yang katanya hanya 5 Bulan, #Ariah ini sempurna dan menghibur. Walopun alur ceritanya yang agak2 kentang menurut saya & suaranya bang Juki yang rada fals, tapi Big Applaus, keren banget!

Penataan tempat duduk penonton juga keren. Ada lesehan & kursi. Gagasan pementasa #Ariah kabarnya adalah ide Jokowi dan benar2 mencerminkan kepribadian beliau juga yang merakyat. Pesta rakyat, yang benar2 pesta rakyat. Bahwa rakyat ekonomi bawah juga bisa menyaksikan pertunjukan yang biasanya disaksikan oleh orang2 berduit lebih.

Saya termasuk orang yang beruntung, ga bayar untuk bisa nonton. Karena diah menang kuis. Ternyata tiket kami itu beneran harganya 2.000 . Dari beberapa berita di media yang saya baca, ada 15ribu tiket yang disediakan.  Sekitar 5ribu tiket yang yang dijual murah bahkan dibagi gratis. foto2 ariah yang lain bisa dlihat disini

Hal lain yang bikin #Ariah ini sempurna adalah panitianya yang ramah banget, jadi dari awal masuk sampe keluar, penonton dibuat merasa nyaman. Beda dengan panitia/security kalo acara konser musik yang mostly pada galak2, sombong & arogan *yakalik .. Beberapakali salah satu panitia menghimbau penonton untuk tidak merokok dan menjaga kebersihan untuk jakarta lebih baik :). Intonasi dan cara dia menyampaikan himbauan itu menyenangkan ^^

Sampe kelar nonton, euphoria-nya masih kerasa.. Ini beneran pesta rakyat yang belum pernah ada, suasananya, auranya, gilak!

Ga pengen bahas perbandingan dgn Matah Ati yang katanya lebiih keren, soalnya belum pernah nonton juga 😆 . Tapi secara kasat mata aja udah keliahatan. Matah Ati persiapannya 2,5tahun, sedangkan #Ariah 5 bulan.

Sekiyan dan iya, saya ga bisa langsung nulis. Butuh waktu untuk mengumpulkan mood menulis hihihihi

maket-panggung-ariahPanggung berukuran 72 x 48 meter, dibuat tiga level ketinggian sampe  3,7 meter dan 10 meter. Tiga level panggung itu merupakan sebuah simbol Monas yang terdiri dari cawan, tugu dan emas. Beberapa bidang panggung pun akan dibuat miring dengan sudut 15, 20, dan 35 derajat yang memiliki arti dari Monas dan pembangunan Kota Jakarta. sumber dari sini

photo dari kamera handphone LG L7II, without filter

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s