Saya orang Sumbawa walaupun tidak bisa bahasa Sumbawa

Kalau dibilang orang Sumbawa, sebenarnya masih agak2 ragu juga soalnya saya lahir di mataram hanya saja ditahun yang sama dengan tahun kelahiran, saya dan keluarga pindah ke Sumbawa.

Mami orang Sumbawa & Bapak jawa. Tapi mami ga juga murni Sumbawa karena ibunya (nenek saya) mempunyai darah bugis. Kalo diingat2 belum pernah juga kita ke bugis, ga tau kenapa, cuma untuk beberapa tradisi dan pantangan adat bugis masih diikutin.

Baru ngerasa banget punya darah bugis itu pas kakak saya yang kedua nikah, dengan segala peralatan tempur (beras 7 warna, telur rebus, wajah & seluruh tangan pengantin dibalurin beras yang ditumbuk trs dicampur air  dll dll) plus sandro (sebutan untuk pemangku adat) … Kakak2 saya juga ga ada yang nujuh bulanan, kata ibu saya kalo ga sesuai adat takutnya ntar anaknya cacat, tapi kalo diselenggarakan sama keluarga suami, itu boleh.

 Cerita? pasti punya, saya ceritain satu aja ya hehehe. Adiknya mami yang ngasih tau. Jadi, jaman dahulu kala, nenek moyang saya itu beneran seorang pelaut, ketika melaut kapalnya dihempas badai dan ditolong sama ikan kerapu raksasa. Sebagai ucapan terima kasih, moyang berikrar bahwa anak cucunya tidak akan ada yang makan ikan kerapu. Dan benar aja, sampai sekarang semua keluarga dari ibu saya tidak ada yang makan ikan kerapu, tapi ga tau apakah ada pernah iseng nyoba , soalnya tante (adik mami) ataupun keluarga lain juga ga pernah cerita apa2. Setiap ada ikan, pasti bakalan saya tanya dulu itu kerapu atau tidak hehehehe.

Adat Sumbawa juga punya kemiripan dengan adat bugis, ini karena dulu banget beberapa wilayah di Sumbawa ditinggali sama etnis bugis walopun kabarnya bukan mayoritas tapi dari adat yang ada sepertinya etnis Sumbawa mengadopsi kebudayaan bugis (please correct me if am wrong) ..

Yang paling kelihatan itu baju adatnya, namanya ‘baju bodo’ , yang atasannya itu warna2 cerah mentereng tembus pandang.

baju bodocontoh baju bodo,, foto dari sini

Balik ke topik bahasa sumbawa. Dirumah, mami pake bahasa Indonesia, ketika ada keluarga mami datang, mereka menggunakan bahasa indonesia ketika ngobrol dengan saya dan kakak2 saya, disekolah juga seperti itu, menggunakan bahasa Indonesia. Pernah beberapa kali saya menggunakan bahasa Sumbawa, tapi selalu disuruh berhenti sama teman2, katanya ‘kamu ga cocok bahasa Sumbawa, soalnya medok banget’ , padahal bahasa jawa saya juga bisa dibilang jarang dipake pada waktu itu. Murni bahasa Indonesia. Mami dan keluarga yang lain juga tidak pernah mempersoalkan hal ini, dan jadilah menggunakan bahasa indonesia dengan medok 😀

Kebawa sampai akhirnya saya kuliah dijogja, malah lebih fasih bahasa jawa hahahaha. Tidak bisa bahasa Sumbawa bukan berarti tidak mengerti artinya, saya ngerti artinya tapi jangan bicara cepat2 *sama aja donk ya 😐 .. Tapi kadang sedih juga, ketika ada teman yang kebetulan dari daratan yang sama menggunakan bahasa Sumbawa, saya hanya bisa menjawab dengan bahasa Indonesia. Gimana ya, ngerti bahasa tapi ketika mau diucap itu seperti susah padahal udah diujung *mbulet.

Demikian sekelumit cerita kenapa saya yang orang Sumbawa tapi tidak bisa bahasa Sumbawa, tapi saya bangga jadi orang Sumbawa, daerah kecil yang jika dibandingkan dengan jogja/Jakarta sangat jauh berbeda, tapi di daerah tersebut saya diajari banyak hal, yang membentuk saya seperti sekarang ini,,, dasar arti ketulusan, kejujuran, mencintai, attitude dan semuanya. Tidak ada rasa malu sedikitpun untuk mengakui, iya memang benar saya berasal dari kota kecil / desa 😀

Advertisements

3 thoughts on “Saya orang Sumbawa walaupun tidak bisa bahasa Sumbawa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s