Nobar Rectoverso bareng @MuterFilm

Saya tau buku rectoverso itu sudah lama banget, tapi ga niat untuk membaca, karena saya lebih suka buku dengan cerita tunggal, masih sulit buat saya paham jika dalam satu buku ada beberapa cerita yang berbeda walaupun jika ditarik benang merahnya, akan mengarah ke satu kesimpulan yang sama.

Nonton film ini, selain karena diajak teman2 @MuterFilm, juga dari beberapa referensi teman yang sudah nonton, mereka bilang “kamu harus nonton nik, filmnya simple tapi dikemas dengan keren banget” . Dan bener aja, dari 5 cerita berbeda yang diangkat, saya tidak merasa kesulitan untuk menangkap maknanya.

Cerita yang diangkat adalah bagian dari kehidupan sehari2, sangat simple tapi justru ini yang bikin menarik, karena jadi seperti berkaca tanpa paksaan, dikritik tanpa digurui, tertampar tanpa merasa sakit hati (ini kalo saya)

Malaikat juga tahu : Abang (lukman sardi) , seorang penderita autism, yang mencintai Leia (Prisia nasution), perempuan yang kos dirumahnya & satu2nya orang yang bisa memahami abang. Cara lukman sardi, membawakan peran “abang” , sampai membawa saya bisa merasakan bagaimana besarnya cinta tulus abang kepada Leia dan betapa abang sangat terpuruk ketika mengetahui Leai sudah tidak kos disana lagi karena menjalin hubungan dengan Hans adik abang yang sekolah diluar negeri dan sekarang bekerja diindonesia. *iya disini saya nangis ^^

Curhat buat sahabat : Scene ini membuat saya senyum2 sendiri, karena saya pernah ada di posisi regie (indra birowo) yang mencintai Amanda (acha septriasa), sahabatnya baiknya, namun Amanda tidak menyadari hal itu. Dan juga pernah ada diposisi amanda. Berada diposisi regie, membuat saya serba salah, disatu sisi saya ingin menjadi lebih dari sekedar sahabat tapi tidak juga ingin merusak persahabatan. Berada di posisi Amanda, membuat posisi saya kuat, karena saya bisa berkeluh kesah kepada sahabat saya, minta dukungannya, selalu ada ketika saya membutuhkan bantuan/teman dan benar aja sahabat saya ternyata diam2 menyukai saya. Hal ini saya ketahui setelah 10 tahun

 Cicak di dinding : Adalah taja (yama carlos) seorang pelukis muda berbakat yang secara tidak sengaja bertemu saras (sophia latjuba) yang umurnya jauh lebih tua dan lebih berpengalaman.  Taja mencintai saras tapi tidak dengan saras. Tanpa sebab saras menghilang dan mereka dipertemukan kembali dipameran lukisan yang diselenggarakan Taja. Namun situasi sudah berbeda, saras yang mempunyai tato cicak menikah dengan sahabat taja, yang sudah dianggap seperti saudara sendiri oleh taja.

Yang bikin ngakak adalah, taja menghadiahi sahabatnya dengan lukisan cicak, dan diletakkan di kamar tidur utama. Kebayang ga sih, saras dan suaminya melakukan hubungan suami istri diruangan yang ada lukisan taja yang segede gaban 😆

Firasat : senja (asmirandah) mengikuti klub firasat dengan harapan bisa membantunya untuk menanggulangi firasat2 aneh yang selama ini menghantuinya, namun hal tersebut tidak juga membantunya. Oleh panca (dwi sasono ) yang merupaka ketua club tersebut, asmirandah diminta untuk menerima semuanya, jangan ditentang. Usaha panca untuk membantu senja pun tidak berhasil, dan ternyata semua firasat yang selama ini menghantui senja, benar terjadi ,,, pada diri senja

Hanya Isyarat : “aku mencintaimu tanpa mengetahui apa warna matamu” .. cerita mengenai Al (Amanda) yang menyukai salah satu dari orang sahabatnya.. Al merupakan pribadi yang sangat tertutup, namun al sangat dicintai oleh 4 sahabatnya yang kesemuanya laki2. Suka sama pengemasan cerita ini, dimana seorang perempuan sudah cukup hanya dengan memandang  dari jauh punggung laki2 yang dicintainya, sesekali bertemu tatap. Hingga akhirnya Al mengentahui warna mata dari laki2 itu, coklat.

Kebayang kalo saya yang jadi Al, apa saya bisa? *kayanya ndak 😐

Bolak balik kelima cerita ini diolah, diblender dan akhirnya menuju muara yang sama, yaitu : cinta yang tidak terucap.. Ada yang merasa nyaman dengan kalimat tersebut, namun ada juga yang tidak yang semuanya mempunyai konsekwensi, tergantung dari kita mau pilih yang mana. Dan pada akhirnya kita harus menerima apapun keputusan yang sudah kita ambil dengan segala konsekwensi baik/buruknya, karena akan menjadikan segala sesuatunya jadi lebih baik

Banyak lesson juga di film ini, jadi mendingan pada nonton deh,,

Makasih banyak buat @tirtadarmantio & @gatiarhanatuS dari @MuterFilm yang udah ngajakin nobar… sayang kemarin harus buru2 balik jadi ga sempat foto2 sama acha 🙂

Advertisements

6 thoughts on “Nobar Rectoverso bareng @MuterFilm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s