Perubahan itu dimulai dengan langkah kecil

Membaca tulisan dari mba ainun   ” Toilet sekolah, sudah higienis? ”  , mengingatkan saya ketika masih bersekolah di SD. Benar sekali apa yang di tulis mba ai. Di sekolah saya dulu, toilet guru lebih bersih dari toilet siswa dan hanya dipakai oleh para guru, yang lebih mengenaskan lagi yang piket membersihkan toilet guru adalah siswanya sendiri dan itu minimal 2 kali seminggu, sedangkan toilet siswa seminggu sekali juga udah bagus dibersihkan sama pihak sekolah. Pun bersih banget kalau mau ada peninjauan/kunjungan dari pihak tertentu, mendadak CLING dan WANGI deh semua toilet dan lagi2 siswa yang harus berjibaku.

Saya masih beruntung karena mami saya menjadi salah satu guru di sekolah tersebut, jadi punya previllage untuk menggunakan toilet guru dan bebas dari piket membersihkan toilet guru. Tapi karena pada waktu itu saya masih SD jadinya tidak mengerti bahwa hal tersebut adalah sesuatu yang seharusnya tidak terjadi :|.

Tidak bisa membayangkan jika murid sekolah yang mau tidak mau harus menggunakan toilet yang tidak layak pakai (kotor dan bau), karena memang toilet sekolahnya seperti itu keadaannya. Tidak sedikit yang menahan pipis bahkan buang air besar, bayangkan jika setiap hari hal tersebut dilakukan, sangat ga bagus untuk kesehatan. Saya sendiri pernah mengalami hal ini di SMP, sampe2 karena rumah saya jauh sebisa mungkin saya mengurangi untuk mengkonsumsi air putih selama jam sekolah 😐 .

Dan tidak mau juga membayangkan ketika hal tersebut terjadi pada ponakan saya yang baru mau masuk sekolah, gimana ketika dia harus mengalami hal yang sama seperti saya di sekolah dulu, gimana kalo dia jadi sakit, gimana kalau dia harus masuk RS karena hal ini dll dll 😦 ..

Sekolah haruslah menjadi tempat yang nyaman untuk siswa mendapatkan ilmu pengetahuan, dari segi keamanan, kelengkapan keperluan belajar, kantin, guru yang potensial dan mengayomi, serta toilet yang bersih, semuanya harus jadi satu kesatuan, menurut saya.

Dulu saya sekolah di sumbawa besar yang notabene adalah kota kecil, lumayan jauh perkembangannya dari Lombok yang merupakan ibukota provinsi. Miris rasanya mengetahui masih saja ada toilet yang masih tidak layak untuk digunakan, di jaman sekarang yang seharusnya semua pihak sudah semakin aware dengan hal ini.

Namun untuk mewujudkan hal tersebut pastinya setiap sekolah mempunyai alasan/keterbatasan/hambatan tersendiri dan saya yakin semua sekolah menginginkan toiletnya nyaman, bersih, higienis dan tidaklah perlu menuding siapa yang harusnya apa.

Senang sekali ketika mengetahui ada program untuk mewujudkan 1.000 toilet sekolah higienis, setidaknya ada yang  memberikan solusi nyata.

Kalau nemu/mengetahui sekolah yang menurut kita toiletnya tidak layak karena kondisi yang buruk, bisa mengirimkan foto, alamat sekolah, dan pastinya alasan kenapa sekolah tersebut yang harus dipilih untuk diperbaiki toiletnya ke : toilethigienisdomestos@gmail.com atau bisa langsung ke Gerakan Toilet Higienis. As simple as that.

Perubahan itu dimulai dengan langkah kecil & solusi nyata tanpa perlu banyak kata-kata, yuuk dukung!

Senyum Anak 1they smile are heaven 

gambar dari sini

Advertisements

2 thoughts on “Perubahan itu dimulai dengan langkah kecil

  1. Ainun says:

    Aaaaaah…..terharu aku bacanya! makasiiih jeng, soal toilet sekolah ini selalu menjadi kecemasanku apalagi aku punya anak. Semoga kita makin sadar pentingnya toilet higienis kalo bangsa ini mau cerdas! :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s