Sedang ingin merindumu

Beberapa hari ini terlibat obrolan yang cukup serius dengan saudara perempuan saya. Setelah mengakhiri obrolan dengan kata2 “semoga bakalan baik2 aja” , saya terdiam di depan laptop.
Kami 4 bersaudara yang kesemuanya perempuan, dengan seorang ibu yang sangat luar biasa hebatnya. Kepergian bapak 13 tahun yang lalu, mau tidak mau membuat kami harus bisa menyelesaikan semua masalah dan mengambil keputusan tanpa pertimbangan seorang lelaki, pemimpin keluarga yang sekarang posisinya digantikan oleh ibu kami.
Kepergian bapak 13 tahun yang lalu, mau tidak mau membuat kami 4 perempuan sedarah sebisa mungkin menyelesaikan permasalahan yang timbul dengan tidak melibatkan ibu kami. Beliau sudah cukup banyak menanggung beban, sebisa mungkin kami tidak menambah beban menjadi lebih banyak lagi.
Dan bukan hidup namanya kalau tidak ada masalah yang terjadi, baik itu masalah yang berat atau masalah sepele dan setiap masalah pasti ada jalan keluarnya.
Tapi hari ini, anak ragilmu pengen dipeluk ayahnya. Menyiksa diri dengan berimajinasi, seolah2 hal itu terjadi, disini, saat ini. Kalo kangen, bawaannya pasti nangis, tapi aku memilih untuk merindukanmu dan membiarkan air mata ini terus mengalir.

Advertisements

2 thoughts on “Sedang ingin merindumu

  1. naussea says:

    ah mbak, ceritanya sedih nian uy, saya juga ditinggal bapak saya 17 tahun yang lalu, hanya dibesarkan oleh seorang ibu, sendirian.

    semoga senantisa mereka yg kita cintai yg telah pergi selau diberikan tempat yang layak disana -amin 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s