Arti Sebuah Rasa

Semua bermula dari pertemanan biasa, namun menjadi tidak biasa ketika “hati” berbicara. Dan “kita tidak pernah tau arti kehadiran seseorang, sebelum kita kehilangan dirinya”.

Berada dalam posisi baru saja berpisah dengan pasangan yang sudah menjalani hubungan “pacaran” selama 2 tahun adalah tidak mudah bagi seorang anisa. Tidak mudah, bukan berarti tidak bisa dijalani, becauseu she’s realized, this is live.
Hadirnya seorang “kamu” adalah hal yang biasa, namun menjadi tidak biasa ketika kamu hadir disaat aku membutuhkan ritual2 “perhatian” yang dulu pernah diberikan oleh sang mantan pacar, dan kamu memenuhi kebutuhan itu.
Belum mengerti bahwa sebenarnya rasa itu sudah bersemayam di hati, sejak pertama kali kita terlibat di ritme yang sama. Sama-sama kepikiran untuk ke kantor bareng, makan siang bareng, makan malam bareng, bahkan pulang kantor bareng. Sama-sama ngasih kabar ketika baru bangun tidur dan sebelum tidur.
Sampai, pada akhirnya “perpisahan” itu terjadi. Kamu memutuskan untuk resign dari kantor, karena mempunyai rencana merintis karir sendiri. Tidak jauh, kota tujuanmu hanya +- 1 jam dari Jakarta, jika menggunakan burung besi.
Tapi, dari sanalah kesadaran “arti rasa” itu hadir. Air mata ini tumpah, ketika burung besi bertolak menuju kota tujuanmu, dan membawamu pergi dari sisiku.

 

 

*terinspirasi dari kisah seorang teman

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s