Selalu ada cerita dari setiap mantan

Putus hubungan dengan seseorang yang pernah kita daulat sebagai pacar tidak melulu menyisakan cerita sedih, maksudnya tidak selamanya putus itu menyedihkan. Pun sedih, palingan hanya beberapa saat, karena seringnya bareng trus tidak bareng lagi dan itu wajar. Tidak selamanya juga putus itu menyebalkan -menurut saya-,  apalagi kalo udah punya cadangan *eh — SKIP 😆

Adalah hukum alam, disetiap pertemuan akan ada perpisahan. Ada jadian kalo ndak jodoh kemungkinan putus ditengah jalan, karena tidak baik jika dilanjutkan, cocok? 😀

Saya pernah mengalami fase yang setelah putus tidak mau berhubungan lagi dalam bentuk apapun. Segala sesuatu yang berhubungan dengan dia, saya musnahkan. Karena saya marah, saya benci, saya dikecewakan hingga terlontarlah keputusan putus itu. Tidak ada hal baik -sedikitpun- tentang dia yang mau saya kenang, yang ada hanyalah sederetan hal2 buruk yang muter2 di kepala.

Tapi itu dulu, semakin kesini saya semakin bisa melihat sisi baik dari buruknya  perpisahan/putus, tidak hanya “aku benci sama dia” atau “oo mantanku itu? Udahlah ndak usah bahas apa lagi”. Mungkin temen-temen ada juga yang mengalami dan akhirnya menyadari, pernah pacaran dengan si A bikin saya tambah sabar ternyata atau kalo ga ada si B kmrn itu mungkin aku tidak bisa jadi seperti sekarang dan sederetan hal-hal baik lainnya yang jika saja kita mau sedikit melihat, perpisahan itu tidak selalu menyebalkan/menyedihkan.

Mungkin kalau saya boleh bilang, intinya adalah tergantung kita mau melihat sesuatu itu dari satu sisi, dua sisi atau banyak sisi. Saya sendiri percaya disetiap kejadian baik atau buruk pasti ada hal-hal yang bisa diambil untuk dijadikan pembelajaran hidup. Dan satu pelajaran hidup -lagi- yang saya dapatkan, manusia adalah makhluk sosial yang tidak mungkin hidup sendiri, suatu saat pasti membutuhkan bantuan, tidak terkecuali dari musuh atau dalam hal ini adalah mantan yang mungkin pernah kita benci. Jadi tidak ada salahnya tetap menjalin tali silahturahmi dan menganggap kejadian yang lalu, sudahlah berlalu, pun kalau masih ada yang mengganjal kenapa tidak diselesaikan saja dengan cara adat *hlaah

*diposting juga di ngerumpi.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s