Sekelebat memory

Beberapa kali menulis mengenai memori atau masa lalu bukan berarti saya selalu hidup dalam masa lalu. Semua indah dengan berbagai macam cerita berbeda, termasuk yang satu ini.

Di bbm kakak angkatan waktu kuliah (abang96) dua hari yang lalu dan dikirimi sebuah foto. Foto yang salah satunya adalah mantan pacar saya waktu kuliah #uhhuk.  Pertama kali ketemu di bulan-bulan pertama saya resmi menjadi mahasiswa informatika angkatan 99, universitas islam Yogyakarta. Lupa bagaimana kejadian awalnya sampai akhirnya kita memutuskan untuk menjalin satu hubungan pacaran. Sempat putus sekali, kemudian diminta untuk kembali lagi dengan cara yang sangat romantis *menerawang

Di penerimaan mahasiswa baru fakultas, saya menjadi salah satu mc. Di hari terakhir kegiatan, tiba-tiba melihat rombongan kakak angkatan 96 yang menggunakan jas almamater. Adalah pemandangan biasa karena di hari terakhir biasanya senior2 dari beberapa jurusan Teknik Industri ikut meramaikan. Yang menjadi tidak biasa adalah, informatika 96 merupakan angkatan  yang bisa dibilang paling disegani ketika itu, karena ketua Mapala Unisi diketuai oleh salah seorang dari mereka dan beberapa orang merupakan dedengkot Mapala yang bisa dibilang disegani oleh jurusan. Dia ada diantara rombongan itu, ujung mata saya mengkap kehadirannya dibaris paling belakang. “pesona itu masih saja sama” batin saya . Sebelumnya memang kami mulai dekat -lagi- tapi saya tidak menyangka akan ada kejutan di atas panggung MC. Ada seorang maba (mahasiswa baru-cowo) yang maju ke arah saya membawa kalung  papan nama bertuliskan “would you be my baby again nunik rahmawati?” sambil nunjuk2 dia yang sedang berjalan menuju ke arah saya dengan membawa setangkai mawar putih yang memang bunga kesukaan saya.

Di lapangan depan kampus lama Teknik industri mendadak riuh, heboh dengan suara2 yang bisa dibayangkan sendiri 😆 .. sempat terdiam beberapa saat, Dia tepat dihadapan saya dengan senyumnya yang khas. Saya tau dibalik senyum itu ada kegelisahan tersendiri. Tapi saya membuat semua orang dilapangan hari itu kecewa karena saya tidak menjawab iya atau tidak, hanya menjawab terima kasih dengan senyum yang sedikit dipaksakan karena menahan air mata haru 😆 . Ntah darimana terbersit ide untuk membalas semuanya dengan cara yang tak kalah surprise dalam keadaan kaki saya yang gemetar. Dia berbalik, kembali berjalan kearah rombongan temna2nyadan disambut dengan tepukan punggung oleh mereka, disaat itulah dengan mike masih ditangan saya bilang “mas yodi, I love you”.

Kenangan itu masih terekam jelas diingatan. Dan sekarang, kita dengan jalan hidup masing-masing. Dia sudah bahagia dengan keluarga kecilnya di lampung. Masih ada satu keinginan saya, suatu saat bisa bertemu kembali dan mengucapkan permintaan maaf atas pemutusan sepihak melalui telp tahun 2003 lalu. Tidak akan membela diri dengan bersikeras bahwa saya adalah pihak yang benar, semua sudah berlalu. Kenangan di masa kemarin menjadi pelajaran berharga buat saya.

Advertisements

2 thoughts on “Sekelebat memory

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s