percakapan singkat

Beberapa waktu yang lalu saya melihat avatar bbm dari seorang sahabat. Teman masa kuliah dulu. Kaget campur senang jadi satu, mhh pengen ngamuk juga sih sebenarnya, nikah bulan mei kok saya baru tau kemarin itu hihihi.. Tapi itu bukan masalah besar, teriring doa tulus semoga pernikahannya langgeng terus dan menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warrahmah.. Kebahagiaan lo itu yang utama qi .

Seneng banget waktu bbm-an, sahabat saya bilang kalau sedang nemenin istri tercinta setrika baju “ni lg nemenin dia setrika.. kasian se abregg” ,, “mudah2an jadi ibadah walopun Cuma nemenin”..  hebat lo qi, salut gw .. Mau turun tangan melakukan hal-hal kecil seperti itu, pun hanya nemenin tapi meaning a lot buat istri lo, yakin lah 🙂

Sampe pada pertanyaan “Lu gimana kabarnya..rencana kapan niy” .. #makjleb nyahahaha.. Selalu mati gaya kalo ada yang melontarkan pertanyaan seperti itu, dan menjawab dengan jawaban “hehehehe doain aja yah, semoga cepat ketemu sama jodohnya”.. Bingung mau jawab bagaimana, karena memang seperti itu keadaannya, mungkin memang belum saatnya dipertemukan dengan sang jodoh..

“Insya Allah, Tuhan akan ngasih saat lo butuh, bukan ingin”

“semua yang ada hanya kuasaNYA dan buka pintu hati lo buat tamu yang datang”

Penggalan kata-kata yang membuat saya tertegun sejenak.. Tuhan akan ngasih saat lo butuh bukan ingin.. Masih belum bisa mencerna arti yang sebenarnya dari kata2 itu, tapi akhirnya membuat saya kembali bertanya kepada diri sendiri “sebenarnya saya ini butuh apa ingin ya?” .. Kalo ditanya , saya pasti akan menjawab “pastinya saya butuh, diumur yang seperti sekarang ini apalagi yang saya butuhkan selain pendamping?” .. Tapi perbedaan antara butuh dan ingin itu sangat tipis sekali -menurut saya-..

Mengambil hikmah dari semuanya, menurut saya mungkin saya butuh, tapi menurut Sang Pemilik Alam Semesta mungkin saya masih belum butuh.. Masih disuruh lebih bersabar lagi, menata diri menjadi lebih baik lagi, memantaskan diri lagi untuk menyambut saat-saat itu.. Saat dimana, akhirnya saya sudah pantas untuk menerima kehadiran sang belahan jiwa

Yang menurut saya, saya sudah buka hati lebar-lebar dari kapan tau juga bagi siapa saja yang ingin mencoba mengenal saya lebih jauh dan bersama-sama menjalani indahnya karunia hidup yang sudah diberikan.. Tapi mungkin menurut Sang Pemilik Hati , saya belum seberapa tulus membuka pintu itu..

Hanyalah DIA yang mengetahui dengan persis satu persatu umatNYA. Saya percaya akan kuasaMU , yakin saat itu akan tiba.. Terima kasih telah untuk percakapan singkat ini, membuat saya lebih berkaca diri lagi, bersabar dan ikhlas menjalani semuanya.

Advertisements

2 thoughts on “percakapan singkat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s