jogja,, sekarang

Bicara jogja semacam bicara mengenai cinta, tidak akan pernah ada habisnya.. Tadi pagi ketika saya sedang bercanda dengan teman2 di salah satu jejaring sosial saya menemukan percakapan ini

Jogjanya yang ngangenin, bukan orangnya,,,

Buat saya jogja bukan sekedar kota tujuan wisata, sempat numpang hidup selama lebih kurang 10 tahun menjadikan saya semacam punya ikatan bathin dengan kota itu.. Tidak semua sudut, karena memang selama lebih kurang 10 tahun disana, belum semua tempat sempat saya singgahi, tapi setidaknya ada sudut-sudut yang mempunyai kenangan tersendiri yang tidak jarang buat saya senyam senyum sendiri ketika melewatinya atau sekedar menginjakkan kaki disana.

Dulu ketika pertama kali hijrah di Jakarta, hampir setiap minggu saya balik ke jogja. Alih-alih dengan alasan, teman2 saya dijogja semua hihihi .. Sempat bertanya kepada diri sendiri, untuk apa sebagian besar gaji dipakai pp jkt-yk-jkt? Apa benar karena di Jakarta tidak mempunyai teman? .. Pertanyaan bodoh yang sebenarnya saya sendiri sudah tau jawabannya πŸ˜†Β  ..

Adalah benar 2 tahun yang lalu saya bolak balik jkt-yk-jkt karena saya merindukan seseorang.. Seseorang yang mengisi hari2 saya, seseorang yang mendukung hijrahnya saya ke jkt demi kemajuan saya.. Itu 2 tahun yang lalu..

Ketika menemukan percakapan diatas, saya kembali bertanya kepada diri saya sendiri β€œuntuk apa kamu kembali ke jogja, masih karena merindu seseorang??” .. Hal ini sempat membuat saya tersenyum kecil, mengingat kapan terakhir kali saya pulang untuk β€œdia” .. 2 tahun yang lalu , tidaklah sama dengan setahun belakangan.. Saya pulang ke jogja karena saya merindukan jogja lengkap dengan aroma dan kuliner khasnya, karena saya merindukan kakak perempuan saya disana, karena saya mempunyai urusan dengan teman2 dibarak99, karena sekalian dari semarang makanya mampir ke jogja, karena pernikahan sahabat saya, karena ada acara buka puasa bareng teman2 inf99, karena ada acara di lawu – itu sekarang..

Tidak ada dia?? siapa bilang, dia selalu ada.. Menjadikan dia bukan sebagai tujuan utama, bukan berarti tali silahturahmi tidak lagi menjadi yang utama, yes? .. Waktu terus berjalan dan banyak memberikan perubahan, seperti halnya saya yang sekarang memposisikanmu sejajar dengan teman2 yang lain..

aaaah jogja selalu saja ada hal-hal yang bisa membuat saya kembali tersenyum.. semacam ada magnet “ngangenin” .. Menyenangkan sekali ketika saya sudah bisa memperlakukanmu layaknya teman biasa dan fokus dengan masa depan saya di jakarta πŸ™‚

*gambar dari sini

Advertisements

6 thoughts on “jogja,, sekarang

  1. warm says:

    ..Adalah benar 2 tahun yang lalu saya bolak balik jkt-yk-jkt karena saya merindukan seseorang…

    sungguh bertentangan dengan quote satunya nan jauh di atas itu, yg pake cetak tebel, sudahlah itulah kenangan namanya tante *eh

    *mindik2 mlipir*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s