cerita pagi ini..

Barusan dititipin beli gorengan sama teman kantor, kebetulan pas saya keluar kantor juga beli sesuatu. Semenjak hijrah ke Jakarta, tukang gorengannya sudah jualan, yang berarti sudah 2tahun lebih dia melakoni pekerjaan itu. Sembari menunggu pisang goreng pesanan saya di goreng, saya sempat ngobrol2 sama bapak penjual gorengannya.

“jam berapa mulai jualan bang, jam segini udah goreng lagi”

“jam 5 neng saya dari rumah, sampe sini jam 5 lebih seprapat.. Jam 6an lah mulai goreng, soalnya banyak yang cari gorengan pagi2”

“terus jualannya sampe jam berapa?”

“sampe ashar aja neng”

“penghasilan rata2 sehari berapa bang, kalo saya boleh tau?”

“rata2 500rb neng, yaaa untung bersihnya 100rb an lah”

“lumayan jauh ya bang selisihnya”

“iya neng, saya ndak ambil untung banyak.. bahan baku sekarang sudah mahal.. molen ini aja, bikinnya pake susu.. pisang kepoknya saya cari yang bagus dan itu harganya mahal, tempe & tahunya juga saya pilih yang bagus.. saya ndak mau asal jualan neng, bisa aja ambil untung lebih dari itu, tapi kalau pembeli ndak datang2 lagi kan saya yang rugi.. Lagian saya juga ndak mau makan gorengan kalo ndak enak.. Pisang molen ini pernah saya bikin ndak pake susu, tapi kurang laris, sejak saya tambahin susu penjualannya lumayan makanya harganya serebu (baca : seribu), tuh pisang juga sama harganya, serebu”

Saya akui memang gorengan bapak ini enak, potongannya besar dan agak tebal (untuk tempenya) dan memang cepat habisnya, mesti sabar nungguin digoreng lagi.. Salut saya sama penjual gorengan ini, bisa mempertahankan mutu dari produk yang dijual.. bisa memposisikan diri sebagai pembeli (saya juga ndak mau makan gorengan kalo ndak enak ) , tidak hanya mencari keuntungan belaka.. Mau meningkatkan kualitas produk..

Memang, setiap pedagang itu mencari keuntungan, tapi  tidak semua pedagang yang menjual produk dengan harga tinggi mengambil keuntungan besar dari produk yang dijualnya.. bisa jadi mahal karena bahan baku untuk pembuatannya menggunakan bahan dengan kualitas yang baik sehingga mau tidak mau harga yang dijualpun tinggi. Tapi bicara harga kalo menurut saya adalah bicara selera. Sama halnya dengan produk baju yang saya pasarkan, rata2 teman saya bilang “mahal ya nun” .. saya akui memang mahal, tapi kalau dilihat dari bahan baku yang digunakan, kualitas jahitan, motif dan kombinasi bahan yang tidak ditemui ditempat lain dan tidak diproduksi secara massal saya rasa “mahal” itu worth it.

Saya juga pernah ngobrol dengan ibu kos yang dulunya jualan kue kering. Ibu cerita kalo kue yang dijual itu memang agak mahal karena bahan baku seperti terigu , mentega dan bahan lain menggunakan bahan kualitas baik, tidak menggunakan bahan yang biasa.. ada yang harganya lebih murah tapi jarang dipesan orang, mungkin rasanya berbeda, begitu kata ibu..

Buat bapak penjual gorengan, saya yakin suatu saat akan terbuka jalan yang lebih baik untuk bapak mengembangkan usaha gorengan ini.. Ntah kenapa, tapi feeling saya bilang bapak penjual gorengan ini suatu saat akan mempunyai beberapa rombong gorengan di beberapa tempat  dengan beberapa pegawai.  Amin amin amin

 

Gambar dari sini

Advertisements

2 thoughts on “cerita pagi ini..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s