wanita dari masa lalu

Duduk menyesap coffe tiramisu dengan sesekali mengunyah garlic bread yang sengaja kamu pesan sesaat sebelum aku tiba di lokasi yang telah disepakati.. menyalakan sebatang rokok yang katamu adalah rokok import untuk kemudian menyodorkan kepadaku “coba deh, ini enak banget”.. kamu masih tetap sama, sentuhan itu, tatapan itu, senyuman itu masih seperti 10tahun yang lalu.. memperlakukan aku seperti permaisurimu, mengetahui makanan kesukaanku, selalu membelikan berbagai macam rokok import untuk aku coba..

udah berapa lama ya dek kita ga ketemu

mmhh sekiyan tahunlah hehehe

mas kangen,,

Aku wanitamu  beberapa tahun yang lalu, menjalani sebuah hubungan terlarang dengan sangat sadar untuk beberapa waktu.. Tidak berharap lebih dari hubungan itu, cinta ini teramat dalam sehingga aku tidak pernah menuntut apapun darimu, pun untuk memenuhi permintaanmu untuk menerima lamaran nikah siri.. Kebahagiaanmu adalah yang utama *aah naifnya aku pada waktu itu 😀 ..  bukan seperti itu cinta yang aku harapkan. Sadar sedari awal hubungan ini tak akan berujung, sadar sedari awal adalah kesalahan besar memberikan jiwa dan raga untuk seorang kamu.. “aku menginginkan anak dari kamu” itu kata2 yang sudah terlalu sering kamu utarakan, dan sesering itu pula aku menolaknya.. bukan seperti itu cinta yang aku mau sayang..

Sampai detik ini dimatamu aku adalah seorang wanita mandiri yang cenderung cuek.. bisa mengatasi semua masalah sendiri, tidak bergantung kepada orang lain, termasuk untuk tidak bergantung padamu.

Aah sayang seandainya kamu tau perjuangan untuk menghilangkan sosokmu dari hidupku.. seandainya kamu tau, betapa sering jemari ini berusaha untuk kembali menghubungimu dengan menelan kata2ku sendiri ketika memutuskan untuk pergi menjauh.. seandainya kamu tau betapa ingin aku membalas semua sms dan tlp darimu..  seandainya kamu tau, betapa aku sangat ingin ditemukan olehmu..

Hati ini belum sepenuhnya bisa lepas dari sosok kamu lelaki yang harus aku abaikan demi kebaikan banyak pihak ..  selalu terbayang sosok dua wanita yang sudah terlebih dahulu mengisi hari2mu, bagaimana mereka nantinya?? Istri dan anakmu..

Sekarang kita disini di satu ruangan terbuka, bertemu kembali.. kamu dengan permintaan yang sama dan aku dengan jawaban yang sama 🙂 .. saling menyadari bahwa jarak tidak menyurutkan semua rasa yang ada dari dulu hingga sekarang.. Namun sudah ada tembok pemisah diantara kita, Tembok kokoh yang aku bangun dengan susah payah, dari cucuran air mata, tidak akan begitu saja aku hancurkan hanya karena cinta yang teramat sangat..

Ini aku yang sekarang sayang, wanita dari masa lalumu dan akan selalu seperti itu tidak lebih dan tidak kurang..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s