#NikahanEndi – akad

Banyak yang mengira kalau pernikahan sahabat saya ini hanya HOAX hihihi bukannya apa2, mungkin lebih karena kami2 ini adalah satu komunitas yang sangat suka bercanda.. Jarang serius semacam sudah jadi cap bagi beberapa kami, hingga saatnya serius masih aja ada yang menganggap kalau hal itu bercanda *semacam kutukan 😆

Jujur saya tidak sumbang apa2 di pernikahan endi.. bukannya tidak mau, tapi yang bersangkutan sendiri yang tidak mau direpotin oleh kami sahabatnya.. Beberapa kali menawarkan diri untuk menghandle ketersediaan undangan dan souvenir tapi endi keukeuh ndak mau, mungkin ini juga yang jadi alasan kabar pernikahan ini tidak saya ketahui dari jauh2 hari.. trauma dipaksa menerima ide ini mungkin hihihi.. “aku ndak butuh kado ato apapun mak, aku hany butuh doa dari kalian” selalu kata2 itu yang terlontar jika saya dan kawan2 lain bertanya “apa yang bisa kita bantu wak atau kau butuh apa” ..

Kamis malam saya dijemput oleh mempelai pria, yang sekalian menjemput salah satu sahabat dari jogja.. Dijemput untuk menginap dirumahnya, malam jelang pernikahan.. Sungguh satu kehormatan untuk seorang saya yang hanya seorang teman tapi disuruh tidur di kamar atas, sendiri.. Kamar yang seharusnya lebih layak ditempati oleh keluarga2 endi yang jauh2 datang dari padang dan jogja.. sempat meminta untuk tidur bareng keluarga lain di ruang tengah, tapi ibu endi tidak mengijinkan.. yaa hal2 kecil yang selalu bikin saya terharu jika berada ditengah2 keluarga endi.

Kami tidur sekitar jam 1an, sebelumnya pasti ngobrol2 dulu, ritual wajob dilakukan kalo saya , endi, mukri ngumpul lagi .. seputar keluarga, kerjaan, bisnis sampe hal2 ndak penting, tapi menjadi penting karena hal2 tidak penting itulah yang mempersatukan kami selama lebih kurang 11tahun ini.

Jam 8 pagi semua keluarga sudah siap, dengan segala kehebohannya.. Dari antri kamar mandi, dandan plus persiapan2 lainnya.. jam 8.30 keluarga mempelai pria siap untuk menyambangi rumah mempelai wanita, yang seru itu endi di arak menuju rumah lina diiringi Marawis.. sungguh ritual budaya yang bikin saya merinding.. Berjalan di gang kecil, menjadikan suara rebana dan nyanyian2 islam menjadi lebih berasa.. sepanjang perjalanan pengantin pria menunduk, ntar terharu ntah malu hihihihi.. saya ikut dibelakang sambil membawa salah satu seserahan, mukri di depan bawa umbul2 yang dari semlm dikerjakan oleh para tetangga.

Sampai dirumah lina (mempelai wanita) rombongan disambut dengan sumringah oleh keluarga lina.. saya dan mukri pun dipersilahkan masuk ke ruang tempat akad nikah akan berlangsung.. Ruangan kecil yang harusnya hanya dipenuhi oleh keluarga besar kedua mempelai, tapi kami diminta untuk menyaksaikan saat2 sakral itu *lagi2 terharu *harusnya daim ada seruangan bersama kami :X-[:

Ini adalah pernikahan paling seruuu plus paling singkat yang pernah saya hadiri.. serunya itu karena saya bisa ngikuti dari awal berangkat hingga akhir prosesi.. singkatnya itu dari awal sambutan, khutbah nikah sampe pengucapan ijab kabul berasa cepet banget.. sampe saya sempat terpekik kaget , tiba2 udah SAH!! Aja hahahahaha tapi tetap dalam suasana yang khusuk.. ndak usah ditanya air mata waya berderai apa ndak  yaah, hal2 seperti ini memang gampang memicu aliran air mata huhehehehe

ALHAMDULILLAH, selamat ya wak,, semoga jadi keluarga sakinah mawaddah warrohmah.. saya tau perjalanan yang kalian tempuh ini tidak mudah, tapi kalian berhasil melewati semua rintangan dan saya bangga *nangis terharu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s