sentilan keras itu,,,

Beberapa hari yang lalu, malem2 dapet tlp dari mami di Sumbawa, tidak seperti biasa menanyakan kabar dll dll.. beliau langsung nembak dengan mengingatkan untuk berhati2 dalam bersikap dan berkata-kata. “perbaiki sikapmu nak, jangan kasar2 jika berbicara dengan siapa saja” . Beberapa hari kemudian juga bbm dari kakak yang dicibubur, yang mengkonfirmasikan mengenai sesuatu, dan memberikan nasihat untuk merubah sifat buruk dalam diri saya.

Seorang saya adalah pribadi yang keras, ceplas-ceplos, nyablak bahkan kasar, egois, ingin menang sendiri, sangat tidak suka dikritik dan disalahkan. Apa yang saya lakukan adalah benar, keinginan saya harus didengarkan dan didahulukan. Sedikit orang yang bisa mengerti saya dengan pribadi yang sangat tidak baik ini, tidak terkecuali keluarga saya. Temen-teman yang bertahan, mereka adalah orang-orang yang bisa benar-benar sabar dan mengalah.

Hari demi hari kehidupan menempa saya. Memberikan tamparan-tamparan keras, menjatuhkan saya dengan keras lagi dan lagi. Membuat saya lebih mengerti bahwa sifat seperti itu adalah sangat tidak layak untuk dipelihara. Sedikit demi sedikit mulai berubah. Lebih sabar dalam banyak hal, lebih bisa berkompromi bahwa tidak semua yang saya lakukan itu benar, lebih bisa menerima bahwa kritikan pedas itu harus saya terima demi kebaikan saya, lebih bisa mengalah, lebih bisa mengolah sifat dan perilaku kasar saya.

Belum seberapa memang, tapi saya sudah berubah. Saya bukan lagi si ragil dengan semua sifat buruk di atas. Anakmu ini mencoba untuk berubah mami, mendengarkan dan menjalankan semua nasehatmu walaupun ketika diingatkan masih saja menjawab dengan nada tinggi. Adekmu berusaha untuk menjadi pribadi yang tidak kasar lagi mba, walaupun mungkin prinsip yang adek pegang belum bisa diterima. Si ragil ini bukan lagi anak manja yang harus dibenarkan lagi semua perilakunya, sudah sangat bisa untuk dikritik atau diingatkan saat itu juga jika melakukan kesalahan.  Mengakui jika beberapa kali ketika dikritik selalu membenarkan diri terlebih dahulu and yes, my family know me very well.. seberapapun saya mengelak atau membela diri.

Anakmu ini belum bisa menjadi seperti apa yang mami inginkan, adek akui itu mi. Adekmu ini masih dengan pribadi kasar mba, adek sadar itu.. but im trying to change my self day by day.

Tidak,, saya tidak marah, sedih?? Pasti .. tapi dengan sentilan keras ini, lebih mengingatkan saya kalau perubahan itu belumlah cukup. Masih banyak yang harus “diperhalus lagi” .. dan I’ll proved to my family kalau saya bisa menjadi pribadi yang tidak sekeras dan seBar2 saya yang dulu ketika masih dekat dengan mami.. tidak lain yang  mereka lakukan adalah karena sayang, dan saya bersyukur masih diingatkan mengenai hal ini.. once again, my family know me very well… and Thank You God, saya dilahirkan dari perut seorang ibu yang sangat  menyayangi anaknya dengan caranya sendiri, punya saudara yang sangat care dengan saya walaupun tidak setiap saat bisa bertemu.

Temen-teman saya juga masih menggap saya galak 😐 #Bukti itu nunikkkkk buktiiiiiii *mingkem

Terus ingatkan anakmu ini mi, i’ll change ,, jangan lelah untuk mengingatkan adekmu ini mba, ‘ll do everything that you said.. and for all my friend thank you, all of you are give from heaven… AND GOD, THANK YOU

Sekali lagi Alam, terima kasih untuk berkahmu yang sangat luar biasa ini,,, I’ve been Blessed

gambar dari sini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s