5 tahun yang lalu #gempajogja

Sekilas baca notifikasi yang masuk ke email mengenai artikel 27 mei kala itu , 5 tahun yang lalu.. Hanya dengan membaca sekilas mengenai judul artikel itu, membawa ingatan saya ke hari tepat peristiwa itu terjadi.

Gempa terjadi sekitar jam 6 pagi, saya sedang siap-siap mau berangkat senam aerobic, yang kala masih kuliah masih rutin saya lakukan, seminggu 3kali. Dikamar mandi sedang sikatan, dan terasalah goncangan itu. Goncangan yang lumayan besar menurut saya. Genteng sudah berjatuhan, saya teriak memanggil kakak saya yang kebetulan kamarnya bersebelahan “mba gempa!!” . setelah melihat kakak saya yang masih setengah sadar karena mendadak terbangun keluar kamar, saya lari ke atas. (kamar kos saya ada dibawah). Memanggil 2sahabat saya yang kebetulan kakak beradik, yang juga berada satu kos, tapi kamarnya diatas. Kami semua berkumpul dihalaman, terlihat sekali wajah2 pias dari teman2 kos.

Setelah keadaan sedikit tenang saya dengan kakak dan kedua sahabat saya, mengungsi ke rumah teman kakak saya yang ada di km. 8 jln kaliurang. Karena teman kakak saya hanya berdua dengan kakak laki2nya dan kami semua ketakutan sekali. Hanya berbekal baju ganti seadanya dan membawa dokumen & barang2 berharga lainnya. Sempat beredar gosip bahwa akan terjadi tsunami. Perjalanan dari gejayan yang biasanya ditempuh kurang dari 15menit berubah menjadi  1jam lebih. Jalanan sudah tumpah ruah penduduk jogja yang sama2 ingin menyelamatkan diri. Traffic light sudah tidak dihiraukan lagi. Sangat kacau, semua panic.

Tidak ada sinyal hingga beberapa hari, yang berfungsi hanya telp rumah. Meminjam tlp mba enoy (teman kakak saya) , 2 sahabat saya menghubungi orang tuanya di sampit, mengabarkan bahwa mereka baik2 saja. Begitu juga saya dan kakak saya, menghubungi keluarga disumbawa, Alhamdulillah keluarga di Sumbawa tidak panik “kalo ada apa2 dijogja, kalian ke Jakarta ya nak tempat mbakmu” itu kata2 dari mami yang cukup menenangkan hati. Jangan tanya kenapa mami saya tidak panic, beliau sudah percaya kalo anaknya mengerti apa yang harus dilakukan, ya begitulah mami saya. Tapi saya tau dari lubuk hatinya beliau sangat kawatir. Bandara Adisucipto pada waktu itu, terjadi kerusakan yang cukup parah, dan penerbangan dialihkan melalui solo. Sudah tidak terpikirkan lagi menggunakan kereta jika memang kami semua harus keluar dari jogja.

setelah keadaan sudah memungkinkan, kami kembali ke kos tapi tidak tidur dikamar masing2, karena ada informasi bahwa aka nada gempa susulan. Kami semua yang kembali ke kos tidur diparkiran, beralaskan tikar dan bedcover. Ketika menempelkan kepala di bantal, masih terdengah gemuruh dibawah tanah. Pun ketika kembali ke kamar dihari setelahnya, gemuruh itu masih beberapa kali terdengar. Sempat over kawatir, sampai2 suara mobil pun dianggap suara gemuruh hihihihi.

Bantul dan sekitarnya adalah daerah paling parah, karena merupakan aliran gempa. Tidak bisa diungkapkan bagaimana perihnya mendengar berita adanya korban dan rumah2 yang hancur. Mereka saudara-saudara kami. Bantuan datang dari sana sini, bahkan tidak sedikit yang mengantar sendiri ke lokasi ke jadian. Namun yang bikin sedih dan marah adalah, beberapa dari mereka menyebutnya “wisata bantul”. Ntah itu bercanda atao apapun, dimana hati nurani mereka pada saat itu? Niat baik mereka, seketika hancur dimata saya dan beberapa relawan lain ketika mendengar kata2 itu beberapa kali terucap dari mereka. Bantul tidak  butuh bantuan dari orang2 dengan perilaku seperti itu. Terlepas dari “niat” yang mereka bilang ikhlas, tapi sadarkah kalian bagaimana jika hal itu sampai ditelinga mereka yang tertimpa musibah?.

Seperti yang tertulis juga di artikel ini, bukan bermaksud untuk mengorek luka lama, tapi lebih ke mengingat solidnya semua orang  turun tangan untuk membantu. Merapi yang saat itu juga sedang “batuk-batuk” , ditambah lagi dengan goncangan gempa. Sungguh merupakan kebesaran illahi, dan kita semua kecil dihadapannya.

Jogjaku , semoga selalu tetap nyaman.

Advertisements

4 thoughts on “5 tahun yang lalu #gempajogja

    • nyanyian munchkin says:

      hihihi saling paniknya ya mas, duh saya kalo mbayangin lagi masih bergidik dan ketawa , diantara kepanikan ada beberapa cerita lucu ,, aah semoga semua musibah bisa kita ambil hikmahnya ya mas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s