teman??? #EdisiNgomel

Dan kecewa itu teramat sangat, dimana kamu ketika saya membutuhkan sedikit saja bantuan? Pernahkan terpikir , senyummu saja sudah merupakan support yang luar biasa untuk saya?.. tidak akan memaksa untuk ikut terlibat , yang saya butuhkan hanya kepedulian -as a friend, good friend-. Pernahkah berpikir untuk menanyakan bagaimana  persiapan acaranya? Tidak usahlah memikirkan keadaan saya, karena disetiap kegiatan, capek itu adalah biasa.

Kembali melontarkan pertanyaan bodoh “kenapa orang lain yang mengkhawatirkan keadaan saya, kenapa orang lain yang mengingatkan saya untuk jgn lupa makan dan istirahat, kenapa orang lain yang bisa deg2an menjelang hari H kegiatan”.. tidak membutuhkan kehadiran, kecanggihan teknologi sangat dapat mewakili semuanya.

Seperti  itukah pertemanan yang kamu jalani bersama saya sekian tahun, bahkan lebih lama dari mereka yang peduli ?? Dimana hati nurani kamu??.. betul saya berlebihan, tapi berlebihankah ketika temanmu sangat membutuhkan pundakmu sekedar untuk bersandar. Teman yang saya sangat tau jadwal kegiatannya tapi tidak bisa meluangkan waktunya tidak lebih dari 5menit dari sekian menit sibuknya jadwal yang ada.

oooh mungkin harus saya jelaskan -lagi- kalau ini adalah kegiatan besar pertama yang saya lakukan dengan teman-teman, memang tidak saya lakukan sendiri tapi saya ini GUGUP.. kenapa?? karena ada tanggung jawab yang saya pikul, untuk pertama kali.. berlebihankah teman??

jadwal yang padat atau hanya tameng untuk menyembunyikan semua kepengecutanmu?? GOD,,,, saya berlebihan -lagi-?? betul,  “maaf” karena saya sangat tau “sibukmu” itu. tidak usahlah menanyakan saya tau darimana, tidak pula membutuhkan pembelaan dirimu.

just one question : pernahkan saya meminta tolong sesuatu yang terlalu berlebihan?? atau kita bikin simple saja, seberapa banyak saya pernah meminta bantuanmu?? atau gampangnya, pernah saya meminta bantuanmu sebelumnya?? .. ini bukan masalah ikhlas atau tidak ikhlas ketika saya yang Alhamdulillah selalu ada ketika kamu membutuhkan bantuan dan saya meminta balasan untuk bantuan yang saya berikan, tidak sedangkal itu. tapi lebih dari itu..

SEKARANG siapa yang berlebihan dalam hal ini, saya atau kamu “teman??”

*mungkin saya yang menuntut terlalu banyak dari kamu teman. mungkin saya ini manja. mungkin saya betul berlebihan. mungkin saya yang salah beranggapan bahwa teman akan selalu ada jika saya butuh bantuan. mungkin saya tidak mau mengerti keadaan kamu. mungkin saya yang tidak mengerti arti pertemanan sebenar.. dan suatu saat akan ada jawaban dari “mungkin” itu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s