sepenggal cerita lama

Awalnya memang ndak mau ditulis Cuma kok ini mendadak dari winamp sayup terdengar lagu “cinta kita by Reza” . Lagu ini memang ndak ada hubungannya dengan apa yang mau saya ceritakan, Cuma menjadi pemicu tangan menuju mouse dan mengarahkan untuk membuka microsoft word *ahlesyan 😆

Di Kantor hari ini ada syuting dari transtv, bukan hal yang baru karena memang  sudah sering diliput oleh beberapa media televisi. Tapi  yang buat saya sempat tertegun adalah salah satu dari team dari transtv yang meliput. Novieta Putri namanya. Ga sempat ngobrol lama dengan mba putri karena saya nyapa ketika mba putri mau pulang, Liputan udah kelar. Mba putri sempat lupa tapi langsung inget ketika saya nyebut satu nama hihihihi.

Saya pertama kali tau mba putri ketika saya masih di jogja. Mba putri itu salah satu penyiar radio swaragama & sudah sering juga dengar suaranya di radio. Pertama ketemu kalo ndak salah tahun 2004 pada waktu saya melamar jadi penyiar disana. Ketemunya juga waktu interview. Setelah melalui beberapa tahapan, hasilnya saya ndak keterima jadi penyiar disana hihihihi tapi bukan berarti saya ndak menghasilkan apa-apa. Saya jadi kenal baik dengan salah satu penyiar disana namanya komang yudha (eerr kalo ndak salah waktu itu mas komang bukan penyiar deh tapi MD / PD gtu) . Lupa gimana ceritanya kita bisa berteman baik. Sempat beberapa kali main ke studio, waktu itu studio masih di perpustakaan UGM Lt. 4. Pernah juga diajak nonton final world cup di hotel Santika (kalo ndak salah). Karena kesibukan saya skripsi dan sibuk dengan pacar masing-masing, kita sempat lost kontak selama beberapa tahun.

Satu waktu, iseng aja Tanya kabar, ndak nyangka setelah beberapa tahun ternyata nomer  hpnya masih sama. Saling sms-an lagi, akhirnya ketemuan di resto piring putih daerah condong catur (kayanya itu resto sekarang dah ndak ada). Ngobrol biasa, saling bertukar cerita, ketawa ketiwi. Singkat cerita kami akhirnya memutuskan untuk menjalin satu hubungan yang serius dengan mengesampingkan perbedaan agama.

Buat saya mas komang adalah orang yang sangat baik sekali, sangat menghormati agama yang saya yakini, sangat sayang sama saya, mau ngelakuin apa saja untuk kebahagiaan saya, sabar dengan sifat saya yang pada waktu itu masih sangat gampang emotional, egois, mau mengerti saya, romantis. Saya jadi tau bagaimana suasana kerja di radio, kenal baik dengan beberapa penyiar lain.. Tipe lelaki idaman -sungguh-, saya nyaman disamping mas komang -sangat-. Terlepas dari kekurangan yang ada, karena buat saya justru kekurangan mas komang yang buat saya banyak belajar, bagaimana menjadikan kekurangan itu sebagai kelebihan seseorang dan sedikit demi sedikit merubah kebiasaan buruk saya tanpa paksaan karena mas komang tidak pernah memaksa saya merubah apapun “kalaupun kamu berubah, aku mau kamu berubah karena kesadaran sendiri. Aku hanya bisa mengingatkan” *mendadak mbrebes mili.

Teman: Kok mau-maunya too pacaran sama komang, ndak ada bagus-bagusnya kalo dilihat. Apasih yang kamu lihat?? .. Saya: saya melihat sesuatu yang tidak pernah kalian lihat dari dalam diri seorang komang yudha

Tapi ada satu saat yang membuat saya berpikir ulang mengenai hubungan ini “beda agama”. Dari awal perbedaan itu sudah terlihat jelas namun tertutupi dengan rasa tidak mau kehilangan. Yaa pada waktu itu saya ndak mau kehilangan mas komang, tapi tembok penghalang kami sangat tebal dan tinggi dan tidak baik untuk diteruskan karena tidak akan ada endingnya. Adalah hal yang tidak mungkin untuk meninggalkan agama saya begitu juga mas komang. Dan saya harus realistis

Memang saya yang mengakhiri hubungan, karena harus membangun masa depan saya dengan sesuatu yang jelas dan mengenai agama adalah hal baku yang tidak bisa diganggu gugat.  Begitu juga dengan mas komang . Sangat sia-sia kalau hubungan ini diteruskan. Kesalahan terbesar saya adalah ketika memutuskan untuk menjalin hubungan karena ini awal dari semuanya. But what done is done. Setidaknya banyak hikmah yang bisa diambil dari hal ini.

Mas komang membenci saya hingga sekarang, itu wajar karena memang pada waktu itu cara saya melepaskan diri adalah tidak benar, cara yang menurut saya benar pada waktu itu, setelah saya koreksi  ternyata salah, aaah seandainya mas komang mau melihat dari sisi lain pasti tau kenapa ini saya lakukan,  tapi semua sudah terjadi dan waktu tidak bisa berulang. Saya jelek dimata mas komang, sampai keluar kata2 yang sangat tidak pantas terlontar (dalam bentuk tulisan, disalah satu jejaring sosial) dari seseorang yang pernah hadir di hari-hari saya, apa saya marah?? Ndak,  saya hanya kaget & kecewa -sangat- . Setelah sekian lama hubungan telah berakhir, ternyata kebencian itu masih amat sangat *tersenyum sedih.

Sangat berharap bisa ketemu lagi dengan suasana yang berbeda, tanpa dendam, tanpa benci  meminta maaf secara langsung. Tidak akan bicara benar dan salah, karena kalau dibahas tidak akan pernah ada habisnya. Sekarang memang tidak mungkin, tapi saya yakin suatu saat ini akan terjadi & tali silahturahmi akan terjalin kembali.

Doaku untuk kamu beib, semoga bahagia dengan hidup yang dijalani sekarang. Lancar semua yang dilakukan, baik itu di kantor atau dimanapun.

Dan jika perbedaan itu ternyata tidak bisa disatukan, hanya bisa memohon kepada pemilik nafas agar perbedaan tersebut membawa keberkahan untuk masih-masing pihak.

 

Gambar dari sini

Advertisements

2 thoughts on “sepenggal cerita lama

  1. Gunawan (@Oomgun) says:

    dulu loyang sekarang besi, dulu sayang sekarang masih 😀
    Manifestasi cinta itu aneh ya? dia bisa berwujud apa saja. Marah, sayang, benci, rindu bahkan dendam. Ketika ekspetasi cinta tak tercapai, tsunami asmara akan datang… cieee.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s