kenapa ga naik kereta ekonomi aja

Tadi pagi sempet nyamber tweetnya mba angie yang notabene adalah kekasih hati dari mas boby yang pengen banget ke jogja. Akhirnya terjadilah pembicaraan kami secara diam-diam sehingga tidak diketahui khalayak ramai *apaseeehh 😆

Dari pembicaraan itu tersebutlah kereta bisnis karena, saya akhir-akhir ini kalo PP Jakarta-jogja-jakarta selalu pake kereta bisnis. Semacam memberikan opsi ke mba angie mana tau mau bareng naek kereta sama saya hihihi. Kenapa ndak pake kereta eksekutif?? Pertanyaan bagus – saya kalau kejogja itu selalu jumat malam sepulang kerja, karena badan saya yang lumayan berisi ini tidak tahan dengan dinginnya ac kereta eksekutip makanya saya memilih kereta bisnis. Kenapa ndak pake pesawat aja?? Pertanyaan bagus lagi nih – berdasarkan pengalaman  saya yang tidak pandai mencari tiket murah, harga tiket pesawat untuk weekend itu ‘buat saya’ mahal banget dengan penghasilan saya yang Alhamdulillah cukuplah untuk bisa makan, nabung & menyiapkan dana darurat (padahal baru mulai juga hihihi). Kecuali kalau urgent banget, bisa jadi pilihan akan jatuh ke pesawat , itu juga masih dilihat lagi seberapa urgent keperluan saya dijogja *mbulet 😆

Bicara mahal, kenapa ndak pake kereta ekonomi aja?? Toh hampir sama dengan kereta bisnis dengan harga tiket yang jauh lebih murah. Badan juga sama, remuk redam karena duduk +- 10jam. Yak, ini pertanyaan yang sangat bagus sekali. Baiklaaah mari dijabarkan – saya sudah pernah naik kereta ekonomi beberapa kali. Memang tidak jauh berbeda dengan kereta bisnis. Kalau high season, penumpang yang beli tiket berdiri juga banyak atau bayar diatas kereta alias nembak diatas, dengan kata lain mereka duduk dilantai kereta yang dingin dengan hanya beralaskan selembar koran. Tapi buat saya jauh berbeda, bukan dari segi harga tiket ya. Tapi lebih ke penumpang yang menaiki kereta ekonomi,  yang kita tau sendiri adalah kebanyakan kalangan masyarakat bawah yang tidak menutup kemungkinan juga kalangan menengah ke atas “who knows” 🙂 . Sangat miris memang menyaksikan pemandangan dimana penumpang yang kehabisan tiket kursi, harus membeli tiket berdiri yang harganya sama. Kalau kata teman saya – mba mau tau bagaimana Indonesia?? Naik kereta ekonomi biar tau hehehe.

Balik lagi ke pertanyaan kenapa ga pake kereta ekonomi aja?? Kalau ditanyakan ke saya jawabannya adalah waktu. Perbedaan waktu sampai ke jogja sangat signifikan, bedanya bisa sampai 2-3 jam bahkan pernah sampai 4 jam dari sampainya kereta bisnis dari Jakarta ke jogja. Dengan perbedaan waktu berangkat yang hanya 1 jam. Kereta bisnis kalau ndak salah berangkat jam 8 malam, kereta ekonomi berangkat jam 9 malam –kalau ndak salah-. Biasanya kalau ke jogja sekitar jam 8-9 pagi saya sudah ada planning. Dengan perkiraan waktu kalau naik kereta bisnis, sampai jogja sekitar jam 6 / 6.30 pagi, itu berarti saya msh ada waktu untuk istirahat sebentar sebelum menjalankan planning yang sudah saya susun sejak dari Jakarta. Jadi waktu akan banyak terbuang kalau naik kereta ekonomi dan mood pasti akan jelek karena planning jadi mundur semua atau bahkan kacau hanya dengan perbedaan waktu 2-3 jam itu hehehe.

Tapi itu kembali lagi ke pilihan masing-masing person. Tulisan diatas kan menceritakan “kalo saya” hihihi *dihajar masa

Salam Gaje!

Gambar dari sini

Advertisements

One thought on “kenapa ga naik kereta ekonomi aja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s