tentang saya, sekarang

Ketika berbagipun tidak menyelesaikan masalah, maka kunyah, telan dan nikmati all that pain – seperti itu kurang lebih kata2 yang pernah saya kicaukan di lapak burung biru beberapa hari yang lalu.

Terkesan sombong atau sok gimana gtu kelihatannya. Bukan, saya mempunyai keluarga tempat saya bisa berbagi suka duka, saya juga mempunyai teman2 yang Alhamdulillah sangat menyayangi saya *setidaknya itu yang saya rasakan. Tapi seperti yang pernah saya nyanyikan disini, ada hal yang tidak bisa saya bagi kepada siapapun setidaknya untuk sementara ini.

Ada apa to sebenarnya? Ada masalah apa?  Susah untuk menjelaskan secara rinci. Intinya something wrong with me. Semacam ketidakpuasan akan sesuatu, kecewa terhadap sesuatu yang saya tidak punya kuasa untuk mendobrak semua itu, harapan yang tidak sesuai keinginan. Hal2 seperti itu yang jujur selama ini saya berusaha pendam, berusaha nrimo ikhlas, saya redam namun akhirnya meledak juga.

Sensitive –sangat- itu saya sebulan ini. Cepat tersinggung, emosi cepat tersulut, semua2 salah dimata saya, banyak menangis (ntah yang ditangisi apa). Kembali masuk ke dalam gua, hal yang sudah saya tinggalkan sekian lama. Awalnya memang do nothing tepatnya don’t know what should I have to do, hanya diam diam diam. Ga mau diganggu oleh siapapun.

Tapi akhirnya saya sadar, saya tidak boleh seperti ini. I have to fixed this. Karena yang bisa menyelesaikan permasalahan yang ada hanya saya sendiri.

Introspeksi diri – itu langkah awal yang saya lakukan. Selama ini saya merasa apa yang saya lakukan adalah benar, tapi pada kenyataannya tidak. Masih banyak kesalahan2 yang saya lakukan. Dan saya harus memperbaiki semua. Semacam berdialog dengan diri sendiri. Menggali lebih dalam apa sih sebenarnya yang saya punya. Mensupport diri sendiri c’mon wake up girl, kenapa saya bisa mensupport orang lain tapi tidak bisa Ke diri sendiri.

Memaafkan diri sendiri – itu langkah kedua yang saya lakukan. Sangat tidak mudah karena saya membenci diri saya sendiri, tidak bisa melakukan apa2. Kalaupun bisa hasilnya yaa gitu2 aja. Lebih mudah untuk saya memaafkan kesalahan orang lain dengan tulus. Saya harus melakukan ini karena jika saya tidak memaafkan diri saya, saya tidak akan bisa sampai pada keinginan saya untuk memperbaiki semua kesalahan untuk meningkatkan kualitas hidup saya.

Komitmen – itu langkah ketiga. Saya berkomitmen dengan diri sendiri, okey enough semua ketidakjelasan ini. Ayo cari akar penyebabnya, ayo perbaiki satu persatu, ayo tingkatkan pola berfikir, ayo pelan2 dicari jalan keluar dari semua kesalahan yang ada, ayo mulai tentukan tujuan kedepan mau seperti apa.

Semuanya berat dan sangat tidak mudah tapi saya harus lakukan ini dan saya yakin saya bisa.

Dan seminggu ini terjadi pergolakan bathin dalam diri saya sendiri, karena untuk mencapai suatu kualitas hidup atau peningkatan dalam hidup saya harus ada yang dikorbankan. Mungkin bagi orang lain ini terlalu extrim atau bahkan terlalu muluk2, tapi tidak buat saya. Ini harus saya lakukan kalau saya mau masalah ini selesai dan menjadi lebih baik.

Saya memutuskan untuk banyak memangkas waktu bermain saya. Itu termasuk waktu saya untuk jalan2, shopping, nonton, berkumpul dengan teman2, berinteraksi dengan teman2 di dunia nyata bahkan dunia maya. Kenapa?? Ndak segitunya lagii…betul seperti itu, tapi kelemahan saya adalah pembagian waktu,  focus akan sesuatu dan moody. Saya gampang dipengaruhi apalagi yang namanya kumpul2, wooogh nomer satu saya yang meluuuuu. Aaahh terllu berlebihan – mungkin bagi beberapa orang mikir seperti itu, tapi buat saya teman adalah keluarga, adalah anugerah yang tidak tergantikan. Bisa diterima ditengah2 lingkungan mereka, disayang, diperhatikan adalah gift from heaven. Sebisa mungkin saya meluangkan waktu untuk bertemu mereka. Bertatap muka, cerita, haha hihi adalah mood booster buat saya.

Namun sekarang Saya sedang berusaha untuk bisa focus pada apa yang saya hadapi sekarang dengan cara saya sendiri kalau saya tidak mau hidup saya hancur atau stuck. This is not good dan tidak boleh terjadi.

Setidaknya untuk sementara ini, sampai saya bisa settle dengan semua. Banyak yang harus saya lakukan, saya pelajari dengan sungguh2 terutama sisi spiritual saya. Karena apapun itu sumber dan ujungnya adalah DIA. Semacam memasukkan diri ke dalam pesantren kehidupan. Saya harus memperbaiki diri saya sendiri sebelum memulai langkah kedepan.

*********

Tanpa saya sadari sama sekali –alhamdulillah-, saya mulai menemukan titik terang dari sebagian besar permasalahan yang saya hadapi sekarang dan saya tidak mau menyia2kan hal ini sedetikpun. Mendapatkan pencerahan sekaligus jalan untuk saya mewujudkan keinginan –peningkatan kualitas hidup- saya ingin berubah.

Sedikit demi sedikit mulai terpola step by step yang harus saya lakukan. Terlihat instan mungkin karena pada intinya semua permasalahan berkumpul di satu titik, saya baru menyadari hal ini. Bukan brain wash, hanya dibantu dibuka mata hati saya, ini lhooo permasalahan kamu sebenarnya, ndak banyak, Cuma ini. Konsep akan mulai dibicarakan dalam waktu dekat dan untuk itu saya harus menyiapkan semua terutama mental, mental bahwa bisa jadi akan nada benturan yang lebih besar lagi dan saya tidak boleh jatuh, harus bisa tetep berdiri sebesar/sekeras apapun benturan yang terjadi.

********

Dedicate untuk orang2 yang sangat sayang sama saya, sangat mencintai saya, sangat memperhatikan saya. Saya menyayangi kalian semua –sangat-. Bisa dibilang menghilang tapi tidak menghilang juga, sesekali saya berusaha mencari tau apa kabar terbaru, dengan cara saya sendiri tentunya. Bisa jadi apa yang saya lakukan ini bisa membuat hubungan persaudaraan yang ada menjadi sedikit renggang & saya akan ambil resiko itu. Walaupun jujur tidak ada maksud untuk itu, saya tidak ingin ditinggalkan maafkan atas ke-egois-an ini, hanya saja saya membutuhkan waktu.

Saya baik-baik saja. Kalaupun akan tidak baik, itu harus saya lewati sebagai proses menjadi benar-benar baik. Ada pelajaran baru lagi yang saya dapat dari kejadian ini. Saya sangat bersyukur diberikan ujian hidup. Seperti yang sering saya koar2kan melalui mulut besar saya hidup ini kejam sodara2 its true dan saya sedang berusaha melibas semua kekejaman ini dengan kebaikan.

Advertisements

12 thoughts on “tentang saya, sekarang

  1. Yohanes Hans says:

    Baru baca tulisan ini. Hmmm…. kenapa saya seperti merasakan sesuatu dalam tulisn ini. I Feel You…. 🙂

    konon katanya… ketika kita terlahir dan menjalani hidup sebagai seorang anak manusia, garis kita sudah ditetapkan oleh Sang Maha Tinggi dengan segala alur kehidupannya.

    dan konon katanya kehidupan itu sendiri memiliki ‘roh’ yang juga memperhatikan perjalanan hidup kita dan bahkan apa yang kita rasakan didalamnya

    semua kerinduan hati, cita, harapan dan impian, semuanya konon menimbulkan getaran yg dirasakan oleh sang ‘roh’ kehidupan itu sendiri

    bahkan ketika kita merasakan kepedihan pun, konon ‘roh’ kehidupan itu merasakannya juga

    kesedihan, kekecewaan, kemarahan dan keputus-asaan, semuanya dirasakan oleh ‘roh’ kehidupan

    dan konon katanya…. dengan menyediakan waktu bagi diri kita untuk merenung, hening dan men-damaikan hati, pikiran dan raga kita, serta menyerahkan semua yg kita rasakan kepada Sang Maha Tinggi dan kepada ‘roh’ kehidupan itu sendiri, semua kesedihan, kekecewaan, kemarahan dan keputus-asaan yg kita rasakan akan dihapuskan dan menggantinya dengan sebuah rahmat yang sedang menghampiri kita, asal kita sabar dan iklas dalam menantinya

    dan ternyata yang dimaksudkan dengan ‘telah digariskan’ hidup kita adalah bahwa kita diberi kebebasan dan kekuasaan utk memutuskan, memilih dan menjalani kehidupan kita. dan semua itu diberikan kepada kita oleh Sang Maha Tinggi untuk kebaikan kita hamba NYA

    selama ini… saya juga merasakan semua kesedihan, kekecewaan, kemarahan dan keputus-asaan. itulah sebabnya saya bisa bicara seperti ini sekarang.

    dan saya tetap masih teringat dengan sorot mata seorang Nunik Rahmawati ketika pertama kali bertemu dengannya.

    There Is Something Special About You Dear….. dan sepertinya dalam keheninganlah kamu nanti akan menemukannya 🙂 🙂 🙂

    With Love – Your ‘Virtual’ Friend 😛 😛 😛

  2. nyanyian munchkin says:

    aaaaaaaaaahhhh suhu *make me crying

    terima kasih banyak ya suhu, suhu benar, dalam keheningan saya mendapatkan jawaban & jalan keluar dari masalah yang saya hadapi.

    satu persatu suhu, yang membuat langkah saya semakin terpola dan mantab.

    *peluuuuukkkkkkkkkk

  3. Ajeng Lembayung says:

    meh! ternyataa.. memang ada apa2nya.. [-(
    sudah menemukan kembali dirimu?
    senangnyaa.. *peluuukpeluuuk*

    sekarang sepertinya giliran daku yang lagi mencari keheningan.. terlalu tumpah ruah dalam keramaian.. terseret linimasa yang galau. 😀
    memang sepertinya sudah harus mengheningkan cipta,, udah mulai jalan siih dari kemarin.. 😛

    Sampai dirimu sembuh total – jiwa dan raga- *halah* nanti tetap kutunggu yaaaa..

    istirahat.. makan teratur.. #selfnotejuga

    *menunggu janji kentjan denganmu* 😀

    *ciyum-ciyum*

    • nyanyian munchkin says:

      sudaaaaaaaaaaaah sayangkuwh, meskipun masih terseok2 tapi sudah bisa tegak hihihi

      wooogh kamu kenapaaaaaaaaaaa??

      wahihihihii siaaapp….insya allah february saya sudah ready *berasa semacam barang yg akan dipasarkan 😆

  4. venus says:

    seperti mas yo, aku juga pengen bilang ‘i feel you’. terlalu banyak kejadian dalam rentang waktu yang dekat, seringkali membuat otak dan hati kita gak muat menampung semuanya sekaligus. agak sulit mencerna dan mengolah semua data yang kita terima, kemudian bereaksi dan merespon semuanya dengan cara ‘normal’.

    beberapa kali aku ngalamin itu. kalo bener2 gak kuat, dan berbagi pun gak akan banyak menolong, sebaiknya memang memilih jalan yang paling nyaman buat diri sendiri, ya? ini juga untuk menghindari kemungkinan buruk yang lain: memperparah kerusakan (baca: hubungan baik dengan orang2 di sekitar kita). oh yes i feel you.

    sekarang udah baikan? syukurlah. *hugs*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s