untuk seorang warm

11 tahun yang lalu seorang gadis muda belia yang mulai beranjak dewasa, yang berasal dari sebuah kota kecil di Indonesia bagian timur menapakkan kakinya di kota pelajar. Bukan untuk pertama kali sebenarnya karena waktu di sekolah dasar si gadis  sering pulang ke kota itu bersama keluarganya, yaaa ayahnya berasal dari kota itu, kulonprogo tepatnya.

11 tahun yang lalu gadis muda itu masih gamang, masih tidak tau jurusan apa yang dipilihnya untuk meneruskan pendidikannya, alasannya? untuk pembelaan diri,  tepat seminggu sebelum ujian EBTANAS ayah gadis itu meninggal dunia. Bukan alasan seharusnya, tapi itulah yang terjadi. Disatu sisi gadis itu ingin mewujudkan cita2 sang ayah yang sangat ingin gadis kecilnya mengambil jurusan kedokteran dengan kemampuannya yang pas2an, disatu sisi gadis  itu tidak bisa konsentrasi untuk hal apapun karena meninggalnya sang ayah, pun untuk mengerjakan soal-soal ujian, berpikir  atau melakukan apapun.

Dengan berbekal kemampuan seadanya, si gadis mengikuti tes kedokteran  di sebuah universitas di solo, hasilnya? TIDAK LULUS. Shock?? Sudah pasti. Shock karena setiap berhadapan dengan semua soal ujian itu, pikiran si gadis blank, tidak tau harus menjawab apa, hanya asal lingkarin A, B, C atau D. Shock karena tidak bisa mewujudkan keinginan sang ayah. Akhirnya diputuskan untuk mengikuti tes lagi disebuah universitas swasta di kota pelajar itu mengambil jurusan teknik sipil dan informatika. Kenapa teknik sipil, karena itulah keinginan si gadis sejak awal, kenapa informatika karena menurut keluarga si gadis beberapa tahun ke depan jurusan itu akan sangat banyak dibutuhkan oleh instansi/perusahaan.

Tes gelombang pertama gadis itu gagal, meski sudah berusaha semampunya. Gadis itu semakin terpuruk, merasa jadi orang paling bodoh sedunia karena sudah 2 kali tes, selalu gagal. Tidak punya semangat lagi untuk mengikuti tes gelombang kedua, pengen cepat-cepat pulang kerumahnya. Tapi suatu malam, di dalam kamar kos berukuran 3×4 di daerah sagan yang ditempati selama mengikuti tes, si gadis mendengar suara tangisan tertahan disebelahnya, berasa mimpi tapi ternyata bukan mimpi. Ibu si gadis tengah menengadahkan tangan, menghadap kiblat, dibalik balutan kostum serba putih di malam buta sambil menangis. Memohon kepada pemilik alam semesta agar anaknya diberi kekuatan, dibukakan hatinya, diberi semangat untuk mau mengikuti tes gelombang kedua, karena ibu si gadis yakin, bahwa buah hatinya itu mampu hanya saja belum diberi kesempatan untuk lulus. Juga sebagai pertanggung jawaban seorang istri atas keinginan almarhum suaminya “semua anak-anak harus kuliah”

DEG, seperti disambar petir si gadis melihat kejadian itu. Tidak bisa berkata apa2, hanya memeluk sang ibu dan berkata “adek mau mi, ikut tes gelombang kedua” *ga usah diceritakan kalo akhirnya terjadi adegan yang sangat mengharukan antara ibu dan si gadis yaa :p”

Singkat cerita, dengan  semangat yang entah datang dari mana, dengan semua keterbatasan pada waktu itu dan kerja keras untuk mengerjakan latihan-latihan soal, si gadis akhirnya lulus tes gelombang kedua walaupun masih tidak sesuai keinginan untuk mengambil jurusan teknik sipil. Informatika itulah jurusan yang meluluskan. Sempat merasa kecewa, tapi sang gadis berfikir mungkin ini sudah jalanNya, walaupun masih sangat terbuka kesempatan untuk mengulang di tahun depan, tapi sang gadis tidak melakukannya. “sayang uang masuk, yang jumlahnya tidak sedikit yang sudah dikeluarkan sang ibu”.

dan gadis itu adalah saya

====

Tulisan ini saya persembahkan untuk seseorang yang “jujur” sangat saya kagumi dari sekian banyak orang hebat disekitar saya dan saya jadikan panutan.

Menurut banyak mata yang telah melihat konon tokoh yang satu ini GANTENG *sengaja boldkapslok xixixixi

saya kuliahnya informatika om, bukan ekonomi  [-(

bukti otentik :))

Advertisements

13 thoughts on “untuk seorang warm

  1. alteregoku says:

    Ehmm..tuh ijazah pke dicantumin sgala sih tante..kyk mau ngelamar krj aj dah :))
    Eniwei,sayah masih ga’ percaya diriku klo tante sarjana informatika.. :p *dkeplak*

  2. Warm says:

    Iyaa deh percaya, dan ceritamu ini, mengharukan, sungguh.

    Sebenernya ada alesan tersendiri kenapa saya keukeuh soal ekonomi, not because that ijazah *boso opoo iki* but another reason that .. err .. ya sudahlah 😀

  3. zulhaq says:

    Errr….ada yang pampangin ijazah sekalian.

    Jadi jurusan informatika itu, ada spesifikasi tentang ekonominya yah? wakakakakak

    *memperkeruh suasana* 😀

  4. ridul says:

    eeeehh…tanteeeee…ceritanya sama perses dengan yang saya alami waktu mw kuliah dulu 🙂

    ayah keukeuh minta anaknya masuk kedokteran
    *dng otak yg pas2an inih

    tes jurusan teknik sipil yg saya pengenin g lolos…akhirnya tetep ikutin kemauan ortu…T.INFORMATIKA!!
    alasan mereka pun sama seperti alasan ortu c tante cantik inih #-o

    jadi berasa aneh baca tulisan tante 😀
    *q’ bisa mirip ginih??
    *mikirkeras

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s